Bahagianya Menjadi Istri Simpanan … Olala …

a
Ini mungkin ironis tapi kenyataan. Ada seorang perempuan mengaku bahagia menjadi istri simpanan. Kenapa tidak? “Banyak keuntungannya” katanya di bawah ini. Perempuan ini menggunakan pendekatan rasional dalam perkawinan. Memang sih, kalau sudah menggunakan perasaan, selalu jadi repot, ribed dan ruwet. Perempuan ini toh bisa lebih menonjolkan rasionya ketimbang rasanya, sesuatu yang jarang terjadi pada kebanyakan perempuan. Hidup memang pilihan. Kalau resiko dari pilihan itu diterima dengan lapang dada dan konsisten, ya jadi tidak ada persoalan, seperti dialami perempuann ini. Menjadi istri simpanan adalah sah dan jauh lebih baik daripada berzinah atau menjadi pelacur. Sekarang ini wanita dewasa (di atas umur 25 tahun) yang belum menikah berlipat-lipat jumlahnya daripada laki-laki bujangan, banyak yang cantik-cantik lagi. Gimana tuh mengatasinya? Secara rasional, pemecahannya ya menjadi istri kedua, ketiga, keempat atau istri simpanan bila menjadi istri sah tidak mau. Menjadi istri kedua atau ketiga adalah alternatif mengatasi stress daripada tidak menikah dan untuk menghindari perzinahan dan pelacuran yang mewabah. Memilih tidak menikah, selain tidak akan diakui sebagai umat Nabi adalah sebuah kebodohan yang sangat. Minimal ia memubadzirkan diri tidak merasakan “surga dunia” yang disediakan Tuhan. Padahal hidup cuma sekali. Atau melacur hidup bebas saja daripada tertindas oleh oleh laki-laki dan “terhina sebagai perempuan”? Silahkan. Tunggu saja akibatnya di dunia ini apalagi di akhirat. Jawaban rasionalnya hanya itu tadi karena menyangkut jumlah yang menyangkut hitungan-hitungan. Bila setiap laki-laki di Indonesia harus beristri satu, akan ada jutaan perempuan tidak bisa menikah. Kondisi ini persis sama dengan di Amerika Serikat dimana jumlah perempuan juga lebih banyak. Perempuan hebat kan ingin segalanya rasional, kalau mau rasional ya harus konsisten. (Moef).

_______________________

a

Urusan cinta, aku bukan termasuk orang yang beruntung. Meski sudah memasuki masa pacran yang panjang, kehidupan pernikahanku tak berhasil. Terbukti aku gagal mempertahankan rumah tanggaku dengan Dany. Pernikahanku hanya berjalan 2 tahun saja. Sampai sekarang pun aku tak pernah tahu masalah krusial yang menyebabkan perceraikan tersebut.

Selang kesendirianku, aku mengadopsi seorang anak. Tiara namanya, sekarang sudah menginjak usia 10 tahun. Dengan status janda anak satu, kehidupanku memang jauh dari membahagiakan. Aku harus jatuh bangun menata kehidupanku, termasuk memenuhi kebutuhan Tiara. Namun semua merupakan masa lalu dan itu adalah pembelajaran berharga buatku.

Tanpa diduga, berawal dari sebuah perkenalan tak sengaja dengan Aryo, lelaki simpatik yang sempat membuatku tergoda. Aku tahu sejak awal kalau ia sudah memiliki keluarga, istri dan sepasang putra putri. Tapi pesonanya seakan melekat erat di benak dan hatiku.

Namun tawaran menikah darinya tak pernah kuanggap serius, lagi pula saat itu aku tengah menjalin hubungan dengan Bimo. Hanya saja Bimo tak pernah menunjukan tanda-tanda akan mengajakku menikah. Penantian yang tak berujung.

Tawaran menikah itu malah datang dari lelaki simpatik yang aku tak pernah berniat menikah dengannya. Tapi entah mengapa, justru itulah yang terjadi. Aku menikah dengan Aryo, tanpa persiapan apapun, bahkan mentalkupun belum lagi bisa menerimanya.

Awalnya, sebelum kami menikah, Aryo termasuk lelaki yang royal dalam hal materi. Saat aku tengah terpuruk, ia membanjiriku dengan perhatian termasuk materi yang berlebih. Aku sempat terpana ketika menerima uang darinya. Bayangkan baru beberapa kali bertemu, ia sudah memberikanku uang satu juta rupiah dengan alasan untuk kebutuhan Tiara. Aku sampai tak berani menggunakannya.

Berikutnya, tiap menerima uang di luar gajinya, itu sudah langsung mengalir ke dompetku. Ini adalah secuil alasan aku mau menerima tawaran menikahnya. Selebihnya, karena aku sudah dihadapkan pada penghulu oleh ayahnya agar segera menerima pinangannya.

Saat akad nikah sedang berlangsung, Bimo menelponku. Ia ingin datang ke rumahku. Setengah mati aku berusaha meyakinkannya agar tak datang ke rumah. Sempat terpikirkan untuk kabur dari akad nikah ini dan memaksa Bimo menikahiku. Tapi itu tak terlaksana, malah prosesi akad nikah itu berjalan lancar.

Sebulan setelah menikah, sifat royal Aryo hilang, lenyap entah kemana. Ketika sempat kutanyakan, ia menjawab, karena sekarang sudah menjadi istrinya, maka kewajibanku mengatur uang yang aku terima darinya. Jadi aku tak boleh berharap lebih banyak. Mungkin menghayalpun tidak.

Bukan tanpa masalah, karena pada akhirnya aku terbentur pada kepentingan Tiara. Makin hari kebutuhannya makin bertambah besar. Sebagai istri tak resmi, aku tahu diri. Aku tak bisa bebas meminta apa yang menjadi hakku, meski itu adalah kewajiban suami.

Akhirnya aku minta ijin agar diperbolehkan bekerja kembali. Dulu sebelum menikah dengan Aryo, aku memang bekerja. Karena Aryo menjamin bahwa perekonomianku bakal aman tanpa harus bekerja, dengan berat hati aku berhenti dari posisi manager di sebuah perusahaan swasta.

Namun itu hanya janji, terbukti perekonomianku malah makin terpuruk. Aryo tak sepenuhnya menepati janjinya. Ijin untuk bekerja memang berhasil kudapat, tapi tetap masih dalam pantauannya. Aku tak boleh pulang lewat waktu, ia selalu menelpon untuk mengetahui keberadaanku. Agak merepotkan, tapi aku tetap bertahan dengan status istri simpanannya.

Sekarang, tak terasa pernikahanku dengan Aryo sudah berjalan lima tahun. Sebuah proses yang tak pendek, setelah melewati masa-masa paling sulit. Boleh dibilang aku tak pernah menemui kendala meski posisiku hanya sebatas istri simpanan. Posisi yang menurutku malah sangat menguntungkanku.

Bayangkan, aku tak perlu setiap hari ‘melayani’ suami. Dalam seminggu paling hanya dua hari Aryo menginap di rumah yang aku kontrak. Aku punya banyak waktu untuk memikirkan hidupku sendiri termasuk Tiara. Sabtu dan Minggu, saat di rumah, aku tak perlu repot melayani Aryo. Saat weekend itu, ia tak bisa diganggu gugat, karena tengah bersama keluarganya sendiri.

Hal ini juga menguntungkanku, dua hari penuh di akhir minggu, aku bisa menghabiskan waktu bersama Tiara. Meski sebagai istri simpanan yang nota bene posisiku hanya kesekian di mata Aryo, aku tak pernah menyesalinya.

Beberapa teman pernah mempertanyakan keputusanku ini, dengan santai aku menjawab bahwa jadi istri simpanan juga menyenangkan kok, gak repot setiap waktu melayani suami. Berikut fakta-fakta lain yang jelas aku jalani selama lima tahun kehidupanku bersama Aryo.

Reaksinya, mereka pada bengong, namun setidaknya beberapa teman yang berstatus sama denganku berpikiran positif soal status mereka. Mereka yang sebelumnya sangat menyesali keputusan menjadi istri simpanan, malah berbalik mensyukurinya.

Setidaknya apapun keputusan yang diambil, aku selalu yakin bahwa itulah yang terbaik dan aku sama sekali tak pernah menyesalinya. Aku berharap siapapun yang membaca ini bisa mengambil hikmah dari apa yang sudah aku jalani. Meski aku tak pernah merasa bahwa ini adalah satu-satunya jalan hidup, karena setiap orang memiliki pilihan hidup masing-masing. Tapi…jujur…aku bahagia sekarang. (perempuan.com)

sumber: http://spirit-zone.blogspot.com

57 Responses to Bahagianya Menjadi Istri Simpanan … Olala …

  1. ria says:

    weleh…weleh….weleh….mungkin saya termasuk yang akan bereaksi “bengong” juga dengan pilihan hidup mbak-e yang memutuskan menjadi istri simpanan tapi ternyata menemukan “kebahagiaan” atas keputusannya.
    Artinya ukuran kebahagiaan seseorang itu tidak ada indikator pastinya ya……

  2. moeflich says:

    Iya bener neng Ria. Kebahagiaan itu tidak ada standarnya. Yang salah, menyangka menjadi istri resmi satu-satunya akan bahagia. Tidak!! Itu tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan. Kebahagiaan itu bukan soal status diri atau status pasangan. Banyak istri tidak bahagia sbg istri yang resmi satu-satunya. Hidupnya rudet, ribet, ruwet, stress, banyak masalah, tidak akur dan perang terus dengan suaminya. Sebaliknya, ada yang bahagia sbg istri kedua, malah istri simpanan seperti di atas. Itulah kehidupan.

  3. nita says:

    wah ga nyangka sebagai istri simpanan mbak nya bisa menikmati hidup dia, psti mbak nya banyak2 bersyukur. kadang manusia lupa utk bersyukur atas apa yg sudah ada ato yg didapat, sehingga mreka ga prnah bisa puas. di ambil positive nya aja

  4. dew says:

    Assalamu’alaikum, Pak.
    Maaf baru mampir lagi.
    Baca2 dulu ya… nanti komen belakangan, insyaAllah.

  5. tari says:

    slama ini sy mrasa ksedihan yg mendlm krn tak pernah puny mertua yg bisa d rasakan oleh istri sah,ternyat sdikit berkurang dg membaca artikel d atas.sy sdh mulai terbuka,ternyata banyk sisi positifny menjadi istri kedua.sy aj yg blm paham dan tdk bersyukur dg apa yg sy alami skr.

  6. moeflich says:

    Salah satu cara menikmati hidup ini memang adalah TAK membandingkannya dengan orang lain karena setiap orang memiliki ceritanya masing-masing yang berbeda. Yang penting, berbuat benar atau tidak salah menurut agama atau tidak melanggar agama, kemudian menikmati jalan hidup kita apa adanya, niscaya kebahagiaan akan dirasakan. Insya Allah. Seringkali, hukuman yang menyiksa diri adalah persepsi-persepsi atau pikiran-pikiran orang lain yang menguasai kita. Padahal, setelah kita mati, di akhirat kelak, kita semua akan mempertanggungjawabkan diri masing-masing. Sendiri-sendiri. Persepsi-persepsi orang tidak lagi laku.

  7. udin says:

    ingin rasanya aku memiliki”nya”

  8. istri simpanan says:

    Alhamdulilah,,, walau saya adalah istri simpenan namun suami saya sangatlah penyayang dan memimpin keluarga dengan baik, karena alasan suami saya menikahi saya sesuai dengan syariat islam dari pada berzina lebih baik nikah sah secara islam walau tidak diakui hukum namun di mata Allah kita mungkin lebih mulia, asal amanah, taat kepada suami, insaallah surganya seorang istri adalah di tlapak kaki suami.

  9. nanang says:

    segala perbuatan tergantung niat. kalau judulnya menjadi istri ke-2 / 3 / 4. itu kan hanya karena urutan waktu. tetapi jika niatnya menjadi istri, bukan mengejar materi semata. insya Alloh fa insya Alloh surga balasannya.amin.

    buat suami yang beristri lebih dari satu. berbuat adillah, sesungguhnya berbuat adil itu mendekatkan dirimu menjadi lebih taqwa.

    subhanalloh… aku suka komentar2 disini… ayo galakan “Walaa Taqrobuzzina”

    aku sendiri suami beristri satu… (insya Alloh menjadi umat Rosululloh….) aku hanya takut tidak adil.. karena meskipun beristri satu, kadang aku masih egois (jadi curhat ya :D )

  10. PriaMudaSejati says:

    Hmm,…aq pria usia30thn pny istri1+anak1…mnrt q,..

    “Taqdir”:jodoh,pasangan hidup(istri/suami),ajal semuanya dah diatur Oleh-Nya.

    Kita g isa merubah taqdir-Nya.

    Klo kita ditakdirkan pny isti lebih dari satu atau ditakdirkan jadi istri yg ke-2 dstnya yha hrs mensyukuri dan menjalankan amanah dari-Nya.

    Cz,…
    Asalkan berpegang teguh pada agama yg dicontohkan rasulullah it’s ok no problem.

    Allah menurunkan masalah pasti ada jalan keluarnya.
    Kita cuman menjalankan taqdir kita didunia, sudah ada jalan ceritanya masing2 tidak bisa dirubah yg sudah digariskan Oleh-Nya.

    So,…
    hidup adalah ibadah carilah ridho-Nya selama kita masih hidup didunia, insya allah kita bahagia didunia dan di akhirat,…amien.

  11. savira says:

    justru gue benci ama yg namanya istri simpanan karena suami gue punya simpanan juga,,,,
    makanya gue benci banget..ama yg namanya istri simpanan
    amit amit…..!!!!!!!

    kenapa tidak cari suami yg belum punya istri dan anak sih?
    kan masih banyak tuh….dunia ini kan nggak selebar daun kelorrrrrrrr…masih banyak cowok yg masih lajang.

  12. hami says:

    hebat !!!! karna anda bisa lebih dari yng lain… dan akan ada yang sama dengan anda…tapi belum tentu mau cerita..hebat!!! buat anda

  13. narita says:

    aq juga kepingin kaya mbak loh. gmn caranya ya jadi istri simpanan. ajari aq donk mbak please

  14. ian says:

    gw liat seh syarat utama punya istri yg banyak ya kudu solid secara materi

    asik jg seh , mungkin gw harus lebih rajin ikutan togel

    wkwk

  15. noora says:

    hebat sekali anda menceritakan hal tersebut di dunia publik.

    saya jadi ragu akan naluri anda sebagai seorang perempuan NORMAL namun memiliki status “kurang laku”

    apa anda tidak pernah berfikir dari sisi lain, yaitu jika anda ada diposisi sebagai seorang istri sah tapi kemudian dikhianati dan dibohongi suami anda sendiri dengan cara memiliki istri simpanan seperti anda.

    saya yakin mayoritas laki-laki didunia ini memiliki istri simpanan hanya untuk memuaskan nafsu mereka selama didunia saja. BUKAN UNTUK TUJUAN AKHIRAT.

    dan yang perlu anda ingat, saat anda menjadi istri simpanan, berarti anda telah membantu seorang pria pembohong besar untuk melakukan kebohongan demi kebohongan terhadap keluarga besarnya, kemudian menelantarkan tanggung jawabnya terhadap keluarga sahnya. dan anda tau, saat itu malaikat telah mencatat amalan anda adalah sebuah dosa besar selama anda masih bersama dengan suami simpanan anda tersebut.

    saya harap komen saya ini bisa menyadarkan anda. lebih baik anda menjanda sampai mati daripada harus menjadi istri simpanan.
    ALLAH itu Maha adil, tidak perlu menjadi istri simpanan pun ALLAH masih akan peduli dengan anda.ALLAH tidak pernah tidur, Dia melihat hambanya. jika anda berusaha, ALLAH tidak akan melupakannya.

    dan ingat, istri simpanan seperti anda, TIDAK SAH DIMATA HUKUM INDONESIA. Jadi anda bisa saja dituntut melalui jalur hukum oleh istri sah si laki-laki tersebut, karena perbuatan anda adalah perbuatan ILEGAL.

  16. Disunjun says:

    Buat Nora dan Savira, anda terlalu banyak nonton sinetron. Segala sesuatu anda ukur dari luar. Kebahagian sejati bukan dari suami/istri, mobil terbaru, rumah mewah, jabatan tinggi dll. Itu semua adalah bagian dari proses cerita yang memang harus kita jalani dalam kehidupan ini (bila seseorang memang mau hidup). Setiap manusia mempunyai ceritanya masing-masing dalam kehidupan. Kebahagian sejati adanya di dalam diri kita, tentang bagaimana cara kita memahami dan memaknai setiap proses cerita yang kita jalani. Bila tepat (bukan baik atau buruk) cara kita menyikapi suatu proses cerita yang kita jalani, maka kebahagian akan menghampiri. Persoalan akan menjadi permasalahan apabila seseorang belum siap untuk memahami, memaknai dan menyikapi kehidupan ini. Seorang murid akan menemui masalah menghadapi soal-soal bila tidak pernah “belajar”, tapi bagi murid yang rajin “belajar”, maka dengan tersenyum dia selesaikan soal-soal itu dan naik “kelas”.

  17. moeflich says:

    Hahaha… Bagus sekali Disunjun. Pikiran yang jernih dan bijaksana.

  18. miss y says:

    alhamdulilah ternyata ada senior aku yang mw berbagi pengalamannya…………..

  19. OKTOFIANA says:

    Bagaimana memendam rasa kecewa yang amat bearat saat suami tercinta memilih pergi mengantar istri sahnya …sedangkan si istri simpanan sakit parah harus diantar kedokter?

  20. tia.... says:

    bahagia punya suami mungkin hanya sesaat dan sekejab saja, tapi tiap malam harus tidur sendirian……nggak kuat……mau pisah kok memalukan….terpaksa di tahan2.

  21. rajagoda says:

    saya tdk mengerti kenapa saya tiba2 mencntai seorang gadis, padahal saya sdh beristri….dan bener2 mencintai gadis itu… jika saya mau dg cara saya mungkin saya bisa berhubungan sex dg gadis itu hanya dengan memberikan sedikit uang yg bg sya tdk berarti…., entah kenapa juga akhirnya saya nikahi gadis itu secara islam… pada awalnya uang yg saya berikan buat belanja sehari2 tidak sebanding dengan yg saya berikan thdp istri pertama saya…. pada awalnya pula setiap hr saya hrs berbohong…. ketika saya pulang ke istri pertama , ditanya drmana, saya jawab kerja …dan sebaliknya…. saya tidak bermaksud bener2 berbohong… (toh dalam hati kecil mereka tahu bahwa saya dr rumah madunya)… cuma saya ingin menjaga perasaan masing2 istri saya… seiring dg berjalannya waktu..anak2 saya dr istri pertama yg berjumlah 3 orng sdh besar dan butuh biaya yg lebih…. sementara istri kedua saya dg 1 orang anak juga butuh bisaya hidup…. saya memutuskan utk memberikan biaya sesuai dg porsi masing2 … sehingga pembagiannya hampir 1 : 3, semula istri kedua saya tdk terima…namun setelah saya jelaskan akhirnya menerima (terlepas dr ikhlas ato tdk) dan sampai sekarang mampu bertahan….. DAN BUKAN BERARTI TIDAK PERNAH ADA CEKCOK ATO SILANG PENDAPAT layaknya RT, kami juga sering cekcok…pernah mereka memberikan pilihan sulit ke saya dg ancaman “pilih dia atao saya” tp saya tidak mungkin meninggalkan istri pertama saya krn telah bersama dalm suka dan duka…begitupan saya tdk mungkin meningglkan istri kdua saya krn dia adalah istri saya sekaligus ibu dr anak saya (biologis)…saya tegas menjawab saya tidak akan pernah meningglkan kalian krn saya mencintai kalian …. tp klo kalian mau meninggalkan saya…. saya tdk bisa berbuat banyak… dan saya tdk tahu isi hati mereka tp dr kehidupan sehari2 mereka tetap menjalankan kewajiban mereka selaku istri istri saya… saya saat ini baik2 saja dan berusaha utk berbuat adil (versi saya) dan niat adil saya hanya saya dan yg diatas yg tahu….bahkan istri pertama mnegijinkan anak2 menginap di istri kedua dan meski pada awalnya agak sulit tetapi akhirnya istri kedua jg membolahkan anak semata wayangnya ke istri pertama saya… (saya g tau cerita saya ini bermanfaat ato tidak tp paling tdak ada sedikit gambaran bagi bpk/ibu)…. di waktu muda… saya tidak pernah berniat punya istri lbh dr satu…tetapi itulah fakta yg harus saya jalani

  22. aq mencintai suami orang…dan aq takut tuk melangkah jd istri ke dua apalg istri simpanan.aq tau hidupq akn lebih tersiksa…..bil;a ada yg se iya dgn aq call 085745941885

  23. tia says:

    kebahagiaan emang gampang2 susah utk didapat,seperti menjadi istri ke 2, jangan disangka istri pertama slalu bahagia, bahkan kebahagiaan mutlak biasanya didapatkan istri ke 2, dan tidak ada wanita yang bercita-cita menjadi istri ke 2, keputusan untuk menjadi istri ke 2 juga berat, tapi kembali lagi ke takdir. cayo buat wanita ke 2 yang bisa ikhlas mencintai suaminya….

  24. santi says:

    Memang susah kalau dihadapkan akan perasaan cinta dan sayang..karena cinta tidak bisa diraba atau kasat mata. Hanya parasaan dan hati yang bicara. Cinta juga anugerah dari ALLAH yang terindah. Mungkin bagaimana kita mensikapinya…dan mensyukuri, Karena ALLAH sayang sama kita oleh sebab itu diberikan pula rasa sayang pada kita, rasa itu agar kita saling introspeksi, melengkapi terhadap pasangan kita. Garis hidup kita sudah ada yang menggariskan………marilah banyak kita banyak Taqwa, Tawakal, dan berserah diri pada NYA.

  25. maya says:

    Kesalahan terbesar dalam hidup saya mencintai suami orang. Dengan berat hati saya menolak untuk dijadikan istri simpanan. Saya sangat manyayanginya…tapi saya menyayangi orang yg salah, yach suami orang, papa dari 3 anak. Saya memutuskan hubungan setelah hampir 5 thn berjalan. Sakit memang, tapi itu pilihan terbaik buat semua. Sebelum saya melukai hati banyak orang, dengan begini mungkin hanya saya dan beliau yang merasakan sakit tanpa harus melibatkan istri dan anak2 beliau. semoga disepanjang hidup beliau selalu bahagia bersama istri dan anak2…Amin.

  26. moeflich says:

    Nona Maya, pengalaman Anda tragis ya?

    Tapi, untuk catatan buat yang lain juga, perlu diketahui, cintanya sendiri tidak salah. Tidak ada yg salah dengan perasaan. Kepada siapapun, cinta itu anugrah Tuhan. Sampai Anda menikah pun tidak salah. Anda merasa bersalah karena perasaan dan pikiran Anda mengatakannya begitu. Yang salah adalah bila cinta Anda dijalani dengan melanggar norma agama. Lima tahun berhubungan, apa saja yang Anda lakukan? Kenapa tidak menikah atau putuskan dari dulu? Salahnya disitu!! Lima tahun Anda menanam benih untuk menyakiti diri sendiri karena mengikuti nafsu dan ujungnya tidak siap menikah. Bila tahu tidak akan siap, harusnya putuskan dari dulu. Bila sampai menikah maka tidak ada yang salah. Nikah itu ibadah, malah dapat pahala daripada pacaran. Persoalannya bukan salah, tapi perasaan berat menerimanya karena tidak siap menerima konsekuensi dari pilihan yang kita tentukan. Perempuan di atas tidak merasa bersalah dan tidak merasa berat, karena bener-benar menerima dan menikmati resikonya.

    Salam

  27. maya says:

    Pak Muflich, terimakasih atas masukannya yang sangat berarti buat saya dan buat wanita2 lain yang mungkin senasib dg saya.

  28. abdullah says:

    saya tertarik dengan kata2 Kang Moeflich, “Memilih tidak menikah, selain tidak akan diakui sebagai umat Nabi adalah kebodohan yang amat sangat. Minimal ia memubadzirkan diri tidak merasakan “surga dunia” yang disediakan Tuhan. Padahal hidup cuma sekali”

    Jika anda ingin merasakan surga dunia dengan halal tapi tidak ada kesempatan karena fisik dll. coba hubungi saya abdullah_6832@yahoo.com

  29. jeany says:

    jujur ya aku nga suka dengar yg namanya istri simpanan.kalo di liat dari kacamata hukum agama memang lebih baik jadi istri simpanan daripada melacur…tapi diliat dari kacamata sosial…kan sakit banget tuh jadi istri simpanan.hidup nga tenang,belum lagi harus dengar omongan orang…..nga tahannnnnnn…..tapi kembali lagi ke pilihan kita sendiri

  30. siti says:

    nasib kita sama mba, jd istri simpanan..

  31. nit2 says:

    saya mengalami hal yg serupa dgn anda mnjadi istri simpanan sangatlah sulit..qt punya khdupan yg sama cm bedanya suami anda plg smggu skali sdgkn suami saya tidak terjdwal plgnya kdg2 sbulan taw smgu sekali..tlong ajarkan hamba untuk dpt tegar dan iklas dlm menjalaninya..trimaksh

  32. wanda says:

    saya sprti anda, bedanya adalah saya blm bisa menyikapi semua nya dgn ikhlas. kdg msh ada rasa “perseteruan”

    boleh kah saya minta advise nya? u ketenangan hati n pikiran saya

    thx

  33. diah says:

    Saya adalah istri simpanan yang dinikah secara islam, usia saya sekarang 42 tahun, berawal dengan perkenalan saya dengan R yang saat itu saya pikir dia tidak menikah. satu bulan setelah perkenalan saya baru tahu dia menikah namun pisah ranjang. tiga tahun setelah perkenalan, saya minta dia untuk menikahi saya secara islam, namun R tidak mau memberitahukan kepada istri sahnya. kami berjuang keras untuk mendirikan perusahaan dan memajukannya. 8 tahun sudah saya jalani menjadi istri simpanan, baru terasa akhir akhir ini bahwa setiap lebaran atau moment special selalu dia habiskan dengan istri sahnya. sedang saya habiskan untuk bekerja dan bekerja.
    Kadang saya memang berpikir bahwa menjadi istri simpanan itu banyak enaknya, namun seiring dengan umur saya yang makin menua, saya merasa kesepian yang mendalam.
    Dari segi kehidupanpun saya mesti berjuang sendiri, karena dia yakin saya mampu melakukan apapun lebih dari kemapuan saya, dia tidak pernah khawatir tentang keadaan saya, namun saya merasa dia salah.
    saya bukan wonder women yang tangguh.sempat saya minta cerai secara islam, namun dia sepele saja menyuruh saya merobek surat nikah siri tsb. bahkan bilang tidak akan pernah menceraikan saya, silahkan saya hidup dengan predikat tersebut.

    Hati kecil saya ingin hidup normal seperti orang lain.berumah tanggah dalam ketenangan, mohon nasehat dari teman teman

  34. diah says:

    Mbak wanda boleh aku minta minta no telp sampean biar aku bisa share

  35. diah says:

    atau siapapun yang punya masalah yang sama dengan saya namun TEGAR. no saya 087887354555.

  36. Bhyan says:

    Artikel ini sangat bgus utuk membuat hati dan pikiran saya lebih terbuka sehingga bisa menerima jalan hidup yg sudah saya ambil.

    mbk wanda n mbk dia boleh saya minta email kalian agar q bisa sharing lebih dalam.

    tks

    Moeflich:
    Wanda, Dian dan Bhyan, kalau Anda mau ketemu saya di Bandung, akan saya perkenalkan pada seseorang yg akan sangat membantu Anda semua untuk menyelesaikan masalah2 yang dihadapi. Insya Allah.

  37. ilyas says:

    Menurut sebagian Ulama’ Zina adalah dosa terbesar setelah Syirik, namun kita diberi cara yang mudah untuk menghalalkan sebuah hubungan yaitu dengan seorang wali dan dua saksi, dan bagi wanita yang jauh dari walinya diperbolehkan mengangkat wali muhakkam. Jadi kalau pilihannya adalah zina atau kawin siri atau jadi istri simpanan maka seorang muslim yang baik akan memilih menjaui zina.

    Tip. Untuk para wanita yang memilih kawin siri
    Agar tidak ditindas oleh lelaki yang kurang baik dan mempunyai hak untuk menceraikan diri sendiri maka mintalah suamimu membaca Ta’lik Tolak
    seperti ucapan berikut : Jika kamu (istriku) mengucapkan kata “saya minta cerai” tiga kali berturut2 maka jatuhlah talak saya.

    Jadi untuk menceraikan diri sendiri tinggal mengucapkan kata “saya minta cerai” tiga kali.

    Ilyaasyhari@yahoo.com

  38. ranty says:

    ya itu bener2 nyata sy alami, cuma bedany sy tdiny janda lom puny anak. pa pun keputusan mnjdi istri simpanan sy gk kn menyesal.
    bagaimanapun sy bersyukur atas jodoh yg tlah dbrikan Allah buat sy. jdi istri pertama tau simpanan bahkan jdi suamipun semuany punya masalah. pa pun pilihan qta pasti da senang n gk snangny. sy hany menjalankan pilihan sy. Dan selamany sy sangat mencintai suami sy sesulit dn sesakit apapun itu.

  39. ranty says:

    Bukan sy yg nulis tu cerita, tpi tu sma dng yg sy rasakan sbagai istri simpanan. Sy tidak pungkiri ini sulit n sakit, tpi SY MERASA BAHAGIA.
    Bukan hal yg mudah tidur sendiri n berbagi suami, tpi entah knp sy tetap mencintainy dg tulus. cinta yg tulus tetap bisa menerima dy pa adany. Ini lebih baik dibandingkan dg rumahtangga sy yg dahulu. sy rasa gk da yg tepat selain dy sebagai suami sy.

  40. Moeflich says:

    Luar biasa. Mungkin ini wujud dari cinta sejati. Tapi apa yang Anda jalani lebih baik dari mereka yang selingkuh hanya untuk mencari kepuasan dan menumpuk2 dosa. Itulah yang saya katakan, bila konsekuensi dari pilihan yang kita jatuhkan kita hadapi dengan konsisten dan lapang dada, masalah bisa diatasi denga wajar.

  41. tantri says:

    Saya menikah siri dgn seseorg sNov 2009, setelah dr thn 2008 dia ngejar2 saya dan smpat saya tolak.. ga terasa akhirnya skrg dah 1 thn lbh usia pernikahan saya dgnnya, tadinya saya sakit hati dan sering sedih krn dia selalu menomor terakhirkan saya, sebulan aja paling 1x aja bersama saya…tp untuk urusan nafkah lahir dia sll tepati… Akhirnya saya mulai berfikir positif dgn menganggap yg penting dia masih bertanggung jwb atas keputusannya menikahi saya.
    Namun akhir2 ini dia sering bicara bahwa perekonomiannya kacau…kantor terancam off..dan blg ke saya ‘klo sampe off, terpaksa lepas tangan ke saya’
    pdhl menurut kabar dr org di kantornya…ga begitu..perekonomiannya msh stabil bgt. Hari berikutnya saya izin ke dia untuk ga lanjutin kuliah lagi,krn ga mau tll jd bebannya dan ingin cari kerja…saya blg mau ambil cuti…dia bilang “Maaf kata2 ayah kmrn itu kalap” dan dia minta saya untuk fokus kembali tekuni belajar dan kuliah saya lg.
    Apa iya dia mulai bosan dan mau membuang saya….
    Apapun, semoga Allah tetap melindungi saya dan memberikan banyak kekuatan untuk sabar…

  42. natasya says:

    12 th yang lalu saya pernah mencintai suami orang… pada saat itu usia saya sy masih muda dan masih duduk di bangku kuliah .. diantara mantan pacar2 sy dulu dia orang yg paling mengerti saya (itu dr kacamata saya dulu) singkat cerita akhirnya saya jadi simpanan dia… dan beberapa bulan berikutnya ternyata saya hamil dan saya tidak ingin menggugurkan anak yang saya kandung krn saya sangat mencintai dia dan benihnya …. bdh sekali saya pada saat itu… dan hubungan cinta terlarang kami pun tercium oleh istri pertamanya. yah… suatu hari terjadilah pertengkaran besar antara dia dan istrinya… sehingga dia tidak bisa menemui saya lagi… untuk beberapa waktu…dan ternyata sampai saat ini pun dia juga belum pernah menjenguk anak yang saya lahirkan 11 th yang lalu. Intinya dia meninggalkan saya dan tidak bertanggung jawab, sejak kejadian itu ,saya berjanji akan melupakan dia untuk selamanya tapi saya salah, semakin berusaha untuk melupakan semakin sakit hati saya… dan bodohnya lagi sampai saat ini pun saya masih tetap mencintainya. saat ini saya bekerja keras dan berbahagia menjadi orang tua tunggal untuk anak saya… dan saya sangat bersyukur krn orang tua saya slalu men support dan di berikan seorang anak yang pintar, sholeh, sehat hanya dia satu satunya yang bisa membuat saya tetap semangat utk melanjutkan hidup saya.
    saat ini saya sudah menyelesaikan bangku kuliah saya yang sempat terbengkelai krn kehamilan. dan saat ini saya membangun sebuah perusahaan yang saya rintis sejak 8 th yang lalu sehingga saat ini saya bisa mandiri …. Alhamdulillah Allah selalu melindungi saya dan anak saya…

  43. bening says:

    saat ini aq jg sdg jth bngun menata hati sbg istri simpanan yg sdh aq lalui hmpr 1th.sungguh,aq trmotivasi dg tmn2.. tx.

  44. ketika kita membaca penggalan cerita diatas dan komen sebagian orang yang pro dan kontra, setidaknya kita dapat menarik satu kesimpulan yang tak seorangpun menyadari dan mau menerimanya, segala kisah tentang istri simpanan diatas berangkat dari PERGAULAN DAN BUDAYA IKHTILAT yang notabene kalian sendiri yang menghalalkannya. Bukankah sudah berulangkali dicamkan, jika tak seorangpun makhluk dimuka bumi yang bisa menghilangkan syahwat terhadap lawan jenis, apalagi menolaknya? Jika itu terjadi pada suami anda, betul betul bukan mustahil andalah yang ke2/ terakhir. Karena sifat lelaki semacam itu jelas sudah tergambar dan terbaca dalam setiap geraknya, Jurus apa yang membuat anda bertekuk lutut, jurus itu pula yang ia gunakan untuk perempuan lain.

  45. Moeflich says:

    Situslakalaka, saya bingung memahami komentar Anda. Maksudnya apa? Menyalahkan atau membenarkan? Budaya Ikhtilat sebaiknya dijelaskan karena tidak semua orang tahu itu.

    Anyway, saya pelanggan situs Anda. Excellent!
    Salam

  46. andre says:

    sabar aja mbak

  47. Nay says:

    Saya pria yang sedang menggugat cerai istri saya karena berbeda pandangan dalam menjalankan kehidupan ini. saya selalu ingin berbagi baik itu kepada orang tua, mertua adik, adik ipar bahkan orang lain. sementara istri saya sangat individual, sehingga untuk mengajak orang kerumah saja saya tidak berani karena pernah ada tamu yang datang tidak diberikan minum dan dia tak keluar kamar.yang menjadi fokus perhatiannya hanya anak putri kami satu-satunya, sehingga apapun yg saya sampaikan kepadanya dia tetap mengatakan gw lebih pentingin anak.
    berkali-kali telah saya tegaskan bahwa anak memang perlu diperghatikan namun bukan berarti kita harus menghilangkan silaturrahmi dengan orang lain dan mengabaikan saya selaku suami maupun keluarganya ataupun keluarga saya.
    saya juga tidak mencari pembenaran atas tindakan saya mnggugatnya. namun karena ambang batas kesabaran saya telah berakhir. dan kami telah pisah ranjang sejak januari 2011.
    namun saya telah sampaikan bahwa rumah saya hibahkan keputri kami, dan menjamin akan membiayai gadis mungil 4 tahun tersebut sampai dia bekerja/menikah semaksimal dengan kemampuan saya.
    saat ini saya mulai berfikir untuk mencari istri dengan cara nikah siri, dengan alasan
    1. Untuk menghindari saya berzina
    2. Untuk mencari ketenangan berumah tangga ( maklum 6 thn menikah belum pernah 2 bulanpun tanpa keributan)
    niat saya nikah siri (mencari istri simpana)hanya 1 atau 2 tahun setelahnya jika wanita tersebut sikapnya 75% dari apa yang saya harapkan ( karna takkan ada wanita/pria yg sempurna sesuai keinginan) saya akan mengurus buku nikah yang resmi.( setelah proses cerai saya selesai dan saya sudah yakin sikapnya tidak seperti istri saya sebelumnya)
    Dengan masalah saya ini apakah salah jika saya memilih mencari wanita simpanan. pasti ada yang pro dan kontra namun saya ingin membaca komentar anda yg pro maupun yang kontra.
    thanks

  48. Vonny says:

    Apapun alesannya saya TIDAK SETUJU dengan ISTRI SIMPANAN, itu sama saja dengan menjatuhkan Harkat & Martabat kita sebagai wanita..Menjadi istri simpanan bukan suatu Pilihan tetapi sebuah Perzinahan karena hal tersebut tidak mendapat restu dari istri pertamanya..Banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk sebuah kebahagiaan tanpa harus MEREBUT kebahagiaan orang lain.
    Wassalaamm…

  49. Ki semprul says:

    Ki Semprul,
    Saya kagum menyikapi rasionalitas anda di atas rata2 wanita,
    Lepas dari pro dan kontra anda menyajikan fakta yang menarik untuk di sikapi dengan pandangan yang lebih luas.
    Saya sependapat dengan anda dengan pemahanan rasionalitas dan temperatur batiniah yang langka di jaman sekarang.
    Kodrat ( Hukum alam) akan selalu kekal walaupun kebenaran selalu melalui 3 tahapan ” Pertama di tentang habis2an, kedua di cemooh, ketiga diterima sebagai kebenaran”

  50. ika says:

    aq jga dapat tawaran jd istri simpanan…. dan orng itu jga menjanjikan berbagai macam fasilitas…. tp aq msh dalam masa berfikir,,,,, aq ingin teman2 kasih saran… gmn aq seharusnya….

  51. wiji says:

    Siapa sih yang mau jadi istri simpanan….kalo bisa memilih lebih baik menjadi istri satu satunya….bicara takdir bukan jawabannya tapi sungguh di cintai dan mencintai dari org yg telah beristri merupakan anugrah apalagi dia dapat membimbing kita mencari rido Allah mengajari tentang ahlak & mengaji, yang tidak kita temukan pada orang lain dan yang penting lagi kita siap menerima resikonya….saya orang yang setuju dengan poligami yang penting tau aturandan saling memahami

  52. noname says:

    saat ini sy menikah resmi secara islam tp tdk diketahui oleh istri pertama suami saya. sy sdh menjalani hidup sbg istri simpanan sdh 5th. banyak suka dan duka, saat ini yg sy inginkan hanya keterbukaan dr suami sy kpd istri pertamanya, agar pada saat dia sdg bergilir dirumah sy, tdk perlu berbohong pergi keluar kota. setelah sy membaca artikel ini sy merasa sedikit terhibur dan memp. kekuatan, krn sebelumnya sy ingin mengakhiri semua ini…. walaupun sswami sy tdk mau berpisah dr sy.

  53. cmua it benar jdi istri simpenan it kdang bhgia n ikhlas menerima tp qta kdang egois ingin menang ndri??????karna aq jauh lbih muda dri dia/…..

  54. endy irawan says:

    itu cerita beneran nyata atau cuman ngarang-ngarang aja?

  55. tika says:

    Baguz…aku jg bahagia dengan pernikahanku…mezki hanya menjadi simpanan…yang terpenting buat aku memang bukan materi….karna aku terlalu mencintainya….kadang merasa terlalu sakit hati ketika “dia” tidak kunjung datang….mungkin karna aku sendiri tidak ada kegiatan lain….aku baru 22thn dan ketika aku bertemu dan menikah dengannya usiaku baru menginjak 17thn….kadi dikondisiku yang labil dia sabar ngurus dan mendidik aku….sampe sekarang….kadang aku lupa kalo aku ini istri simpanan karna kebahagiaan yang aku rasa rasanya melebihi dari yang lain….karna aku mencintai nya….bukan materi yang menjadikanku istri simpanan namun “cinta” …

  56. anggrek says:

    slm kenal untk tika dan mbk yg menulis cerita bgia menjadi istri ke dua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,859 other followers