Sejarah Menarik: Jawa-Sunda Keturunan Nabi Ibrahim AS?


Di dalam Mitologi Jawa diceritakan bahwa salah satu leluhur Bangsa Sunda (Jawa) adalah Batara Brahma atau Sri Maharaja Sunda, yang bermukim di Gunung Mahera.

Selain itu, nama Batara Brahma, juga terdapat di dalam Silsilah Babad Tanah Jawi. Di dalam Silsilah itu, bermula dari Nabi Adam yang berputera Nabi Syits, kemudian Nabi Syits menurunkan Sang Hyang Nur Cahya, yang menurunkan Sang Hyang Nur Rasa. Sang Hyang Nur Rasa kemudian menurunkan Sang Hyang Wenang, yang menurunkan Sang Hyang Tunggal. Dan Sang Hyang Tunggal, kemudian menurunkan Batara Guru, yang menurunkan Batara Brahma. Berdasarkan pemahaman dari naskah-naskah kuno bangsa Jawa, Batara Brahma merupakan leluhur dari raja-raja di tanah Jawa.

togog

Bani Jawi Keturunan Nabi Ibrahim

Di dalam Kitab ‘al-Kamil fi al-Tarikh‘ tulisan Ibnu Athir, menyatakan bahwa Bani Jawi (yang di dalamnya termasuk Bangsa Sunda, Jawa, Melayu Sumatera, Bugis… dsb), adalah keturunan Nabi Ibrahim.

Bani Jawi sebagai keturunan Nabi Ibrahim, semakin nyata, ketika baru-baru ini, dari penelitian seorang Profesor Universiti Kebangsaaan Malaysia (UKM), diperoleh data bahwa, di dalam darah DNA Melayu, terdapat 27% Variant Mediterranaen (merupakan DNA bangsa-bangsa EURO-Semitik).

Variant Mediterranaen sendiri terdapat juga di dalam DNA keturunan Nabi Ibrahim yang lain, seperti pada bangsa Arab dan Bani Israil.

Sekilas dari beberapa pernyataan di atas, sepertinya terdapat perbedaan yang sangat mendasar. Akan tetapi, setelah melalui penyelusuran yang lebih mendalam, diperoleh fakta, bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa identik dengan Nabi Ibrahim.

Brahma adalah Nabi Ibrahim
Mitos atau Legenda, terkadang merupakan peristiwa sejarah. Akan tetapi, peristiwa tersebut menjadi kabur, ketika kejadiannya di lebih-lebihkan dari kenyataan yang ada.

Mitos Brahma sebagai leluhur bangsa-bangsa di Nusantara, boleh jadi merupakan peristiwa sejarah, yakni mengenai kedatangan Nabi Ibrahim untuk berdakwah, dimana kemudian beliau beristeri Siti Qanturah (Qatura/Keturah), yang kelak akan menjadi leluhur Bani Jawi (Melayu Deutro).

Dan kita telah sama pahami bahwa, Nabi Ibrahim berasal dari bangsa ‘Ibriyah, kata ‘Ibriyah berasal dari ‘ain, ba, ra atau ‘abara yang berarti menyeberang. Nama Ibra-him (alif ba ra-ha ya mim), merupakan asal dari nama Brahma (ba ra-ha mim).

Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa Brahma yang terdapat di dalam Mitologi Jawa adalah Nabi Ibrahim, di antaranya :
1. Nabi Ibrahim memiliki isteri bernama Sara, sementara Brahma pasangannya bernama Saraswati.
2. Nabi Ibrahim hampir mengorbankan anak sulungnya yang bernama Ismail, sementara Brahma terhadap anak sulungnya yang bernama Atharva (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).
3. Brahma adalah perlambang monotheisme, yaitu keyakinan kepada Tuhan Yang Esa (Brahman), sementara Nabi Ibrahim adalah Rasul yang mengajarkan ke-ESA-an ALLAH.

Ajaran Monotheisme di dalam Kitab Veda, antara lain :
Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia yg berhak disembah
Yajurveda Ch. 40 V. 8 menyatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan dia suci
Atharvaveda Bk. 20 Hymn 58 V. 3 menyatakan bahwa sungguh Tuhan itu Maha Besar
Yajurveda Ch. 32 V. 3 menyatakan bahwa tidak ada rupa bagi Tuhan
Rigveda Bk. 1 Hymn 1 V. 1 menyebutkan : kami tidak menyembah kecuali Tuhan yg satu
Rigveda Bk. 6 Hymn 45 V. 6 menyebutkan “sembahlah Dia saja, Tuhan yang sesungguhnya”
Dalam Brahama Sutra disebutkan : “Hanya ada satu Tuhan, tidak ada yg kedua. Tuhan tidak berbilang sama sekali”.
(Sumber : http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/)

Ajaran Monotheisme di dalam Veda, pada mulanya berasal dari Brahma (Nabi Ibrahim). Jadi makna awal dari Brahma bukanlah Pencipta, melainkan pembawa ajaran dari yang Maha Pencipta.
4. Nabi Ibrahim mendirikan Baitullah (Ka’bah) di Bakkah (Makkah), sementara Brahma membangun rumah Tuhan, agar Tuhan di ingat di sana (Muhammad in Parsi, Hindoo and Buddhist, tulisan A.H. Vidyarthi dan U. Ali).

Bahkan secara rinci, kitab Veda menceritakan tentang bangunan tersebut :
Tempat kediaman malaikat ini, mempunyai delapan putaran dan sembilan pintu… (Atharva Veda 10:2:31)
Kitab Veda memberi gambaran sebenarnya tentang Ka’bah yang didirikan Nabi Ibrahim.

Makna delapan putaran adalah delapan garis alami yang mengitari wilayah Bakkah, diantara perbukitan, yaitu Jabl Khalij, Jabl Kaikan, Jabl Hindi, Jabl Lala, Jabl Kada, Jabl Hadida, Jabl Abi Qabes dan Jabl Umar.

Sementara sembilan pintu terdiri dari : Bab Ibrahim, Bab al Vida, Bab al Safa, Bab Ali, Bab Abbas, Bab al Nabi, Bab al Salam, Bab al Ziarat dan Bab al Haram.

Monotheisme Ibrahim
Peninggalan Nabi Ibrahim, sebagai Rasul pembawa ajaran monotheisme, jejaknya masih dapat terlihat pada keyakinan suku Jawa, yang merupakan suku terbesar dari Bani Jawi.

Suku Jawa sudah sejak dahulu, mereka menganut monotheisme, seperti keyakinan adanya Sang Hyang Widhi atau Sangkan Paraning Dumadi.

Selain suku Jawa, pemahaman monotheisme juga terdapat di dalam masyarakat Sunda Kuno. Hal ini bisa kita jumpai pada keyakinan Sunda Wiwitan. Mereka meyakini adanya ‘Allah Yang Maha Kuasa‘, yang dilambangkan dengan ucapan bahasa ‘Nu Ngersakeun‘ atau disebut juga ‘Sang Hyang Keresa‘.

Dengan demikian, adalah sangat wajar jika kemudian mayoritas Bani Jawi (khususnya masyarakat Jawa) menerima Islam sebagai keyakinannya. Karena pada hakekatnya, Islam adalah penyempurna dari ajaran Monotheisme (Tauhid) yang di bawa oleh leluhurnya Nabi Ibrahim.

Sumber :
Forum Kaskus
(http://kanzunqalam.wordpress.com/2010/03/14/misteri-leluhur-bangsa-jawa/)

 

About these ads

43 Responses to Sejarah Menarik: Jawa-Sunda Keturunan Nabi Ibrahim AS?

  1. Normadiah kitam says:

    Memang pernah dgr seblm ni cuma tk berapa jelas. Alhamdulillah mgkin kita ni hasil doa2nya Nabi Ibrahim, yg byk dsebut dlm Quran, cuma hendaknya jjgn kita semata bangga dgn keturunan tanpa amal

  2. Farid says:

    duh, makes no sense banget! –” Agama Abrahamik ‘kan cuma tiga doang: Islam (Sunni, Syiah); Kristen (Katholik, Protestan, Ortodox, dll); Yahudi.
    Yah, kalau Hindu sih teologi masyarakat India sendiri.
    Itu teori umum, paling diterima di kalangan timur dan barat. Kalau yang ini, wow banget, aneh! Keturunan nabi Ibrahim sih memang sudah dijamin Allah jadi orang saleh, tapi, Brahma? Kejauhan banget sih pemikirannya, gak berdasar, dapet fakta dikit langsung jadi teori. Tapi terserah teorinya mau diterima atau enggak. Kalau aku “I’m against it”
    Wassalamualaikum.

  3. Erlangga says:

    Dalam Pustaka Raja Purwa (kalo gak salah), dsebutkan kalo para dewa wayang dianggap keturunan Nabi Adam (Sang Hyang Adhama) dan Nabi Syit (Sang Hyang Sita)…tp mlalui jalur yg brbeda…

    Dlam kisah wayang Nabi Syits mnikah dgn Dewi Mulat, seorang bidadari….tp juga Nabi Syits tanpa sngaja mnikahi Dlajah anak Ajajil (iblis) yg dserupakan dgn Dewi Mulat….namun cuma semalam saja tanpa dketahui Nabi Syit dan Adam…

    Dewi Mulat kmudian mlahirkan 2 org anak, yaitu Sayid Anwas (Enos dlam Alkitab) dan cahaya berkilauan. Dlajah jga mlahirkan brupa gumpalan darah brkilauan…olh Ajajil gumpalan darah itu disatukan dgn cahaya yg dlahirkan Mulat, kmudian munculah anak laki2 yg dberi nama Sayid Anwar (Sang Hyang Nurrasa)….

    Sayid Anwas kelak mnurunkan para nabi dn rasul, sdangkan Sayid Anwar mnurunkan para dewa dlam cerita wayang kmudian mnurunkan para raja tanah jawa….nah lo??

  4. kiss says:

    Terkadang orang suka tidak terima dari 2 nama yang berbeda di hubungkan oleh satu orang yang sama, padahal dari tiap daerah pasti punya yang namanya dielek atau logat (penyebutan) objek yang tidak sama padahal sebenarnya sama yaitu 1 orang yang sama, jika kita tengok melalui kitab2 masa lalu yang telah menjadi pedoman manusia. Contoh DAVID dalam bahasa Ibrani versi bahasa Arab DAUD, SALOMON dalam bahasa Ibrani versi bahasa Arab SULAIMAN, ABRAHAM dalam bahasa Ibrani versi bahasa Arab IBRAHIM. Bisa jadi benar adanya jika BRAHMA dalam bahasa Santsekerta India dengan IBRAHIM dalam bahasa Arab adalah orang yang sama.

  5. Asyya says:

    Yaa… mudah-mudahan benar karena ketidak tahuan kita..
    tapi ketika iya pun rasanya mendukung juga,… jamaah haji sedunia ntu paling banyak dari indonesia.
    contoh…wajar saja kalau kita sebagai orgtua kalau mendo’akan keturunan kita untuk pergi berhaji.

  6. gus ir says:

    kalau merasa keturunan nabi ibrahim, yang terpenting adalah sejauh mana kesalehan nabi ibrahim ada pada diri kita

  7. kotasurabaya says:

    Kita adalah keturunan langsung dari habil n iqlima mereka sempat bercinta n melahirkan kita n menyembunyikan kita di tanah jawa atas suruhan nabi khidir as sengaja tidak ada dalam kitab manapun krn sangat rahasia biar tidak ketahuan si qabil jg sih

  8. ozy says:

    selain dari sumber dari Al-QURAN dan HADITS semuanya hanyalah angan2 kosong belaka,, NGAWURRRR……

  9. agam hamzah says:

    Ya begitulah mitos keagamaan menarik bahkan imaginatif, tapi punten kebenarannya kurang valid

  10. TETENG ZAKARIA says:

    Tidak ada yg mustahil di bumi ini, yg pasti adalah kita ini anak cucu keturunan Nabi Adam as, insyaaalloh ada benarnya gak perlu dikaitkan dg Alqur’an dan hadits karena ini tidak mengajarkan tauhid dan tuntunan ibadah. Wallohu A.lam

  11. Kiss UT says:

    If it was True??

  12. Adiraharja says:

    tah kalu saran saya mah, mari atuh kita gali lagi lebih dalam masalah sejarah.. mungkin saja ini semuanya benar.. kembali pada al-quran dan hadist. insya Allah, Allah pasti membimbing orang2 yang mau belajar.

  13. danang says:

    maka kita harus nguri-nguri budaya kata agar dapat diberikan pd anak cucu kita agar kita dan generasi masa depan tdk kehilangan makna bahwa kita adalah orang jawa.

  14. lesmana says:

    cukup menarik, sy pernah pelajari walau tdk begitu dlm, itu d krn kan saat Al-Qur’an berkisah ttg Nabi Idris, dlm sejarah literatur arab dan injil tdk pernah ada nama tsb, tp stlh d telusuri, ternyata ada kesamaan dengan Henoukh dlm injil dan taurat, akhnuh dlm literatur arab dan dewa hermes dlm sejarah yunani kuno, mungkin dlm literatur hindu batara guru, krn meninggalnya sama2 mokhsa dan memiliki keahlian perang, terkait brama dan ibrahim bisa jadi sama orangnya.

  15. wiradipraja says:

    semua mungkin saja terjadi……mungkin ini juga momen utk kebangkitan bangsa kita di dunia…..krn saat ini semua seolah mencari jatidiri bangsa kita yg sebenar-benarnya……mulai dari
    kebesaran dan kejayaan sunda atlantis ,piramida di bandung n garut,cianjur,candi jiwa kerawang,borobudur dll….bahkan sampai pembahasan nabi sulaiman…..kalo memang bangsa kita tidak ada hubunganya dengan semua itu…apa mungkin kita membahasnya sampai begitu dalam dan jauh…sy rasa keyakinan kita terhadap para leluhur pasti ada yg membimbing-NYA……untuk membuka rahasia tersebut….,jadi sy berharap….kita tetap harus mencari jatidiri bangsa kita….tanpa menghasilkan pertikaian dan permusuhan…. atau kesombongan diri…..

  16. danny says:

    Menurut pandangan sya pribadi, kata² yg di gunakan sma dngan yg ada di agama hindu

  17. sunyoto says:

    wah ente kalo ngeser cerita itu ngawur-wur sok ngerti, dimana2 gk ada hub antara ibrahim dg dewa brahma. dewa brahma adalah pencipta alam semesta sedangkan ibrahim itu manusia asal kata ibrahim itu abraham asal dari kata abram manusia biasa seperti aku dan kalian smua coba pikir2 lg gunakan otak waras kalian itulah kalo dpt sumber dari org2 yg ngawur gk tahu cerita sesungguhnya tp dihubung2kan

  18. sunyoto says:

    wahai para manusia2 tak berakal memang kalian suka menghubung2kan dg hal2 berbau kearab2an, nabi2 itu hanya ada di tanah arab gk pernah ada di tanah jawa. org2 jawa sdh dicuci otaknya dg kepalsuan2 arab, bangkitlah sdh saatnya budaya tanah jawa menjadi lambang kebanggaan manusia2 jawa dan kembalikan kebudayaan arab ke asalnya beserta dg kepalsuan2nya

  19. socha says:

    para nabi memang benar yg d arab,tapi itu cuma dalam rangka syiar,ada masa dmana mereka kmbli lgi ke tempat asal nya/PRABU MULIH,smua sejarah nusantara telah di putar balikan fakta dan kebenaran nya pada jaman VOC.

    dan untuk yg post kalo boleh saya luruskan Ibrahim bukan lah dewa brahma.tetapi ibrahim as mempunyai nama kebesaran di antaranya.
    -raja resi dewa raja
    -sri baginda maha raja purnawarman bhima prakarma sang iswara digwijaya surya maha purusha jagat pati.
    -pangeran sura liman sakti
    -sri baginda syekh jafar
    -the great of alexandre agung 1 2
    -ci darta patikusumah gaungtama sakti
    -baginda dzulkarnaen
    -pangeran sapu jagat
    -angling dharma
    -pangeran samber nyawa
    -SANG HYANG BATARA SURYA

    Dan maqom nya sendiri ada di KUN ING AN jawabarat,krna d kuningan ada 2 zaman yaitu ANBIYA/PAWAYANGAN d lambangkan dengan gunung sundara sundari di bawah gunung tertingi di jawa barat CIREMAI/CIREM/DI SAMARKAN sejarah yg sebenarnya.

    nitih wanci ninggang mangsa di zaman madyapada kuning akhirati ini sejarah yg sebenarnya akan terbuka.

    semua ada di KUN ING AN jawabarat SUN DA(dewa matahari)

  20. aris junior says:

    Lailaha illa huwa

  21. ZAHROWI says:

    KITA jangan mau di bodohi ma orang yang mau membuat kita tersesat

  22. ilham says:

    Allah swt menurunkaan 124,000 nabi dan rasull,yg diantaranya 25 terdapat kisahnya dialquran,dan setiap perseratus tahun allah swt menjadikan wali2 abdal sepeninggalan nabi muhammad sebagai penerus cahaya nubuwah sampai akhir zaman,,,klau berdasarkan keterngaan 124.000nabi dan rasul bisa jadi dahulu memang ada manusia2 yg allah pilih sebagai pembawa pesannya sebelum dtangnya dai2 pembawa risallah kenabian terkhir sebagai pensempurna ajaran terdahulu,ingat kalimat bismillahirahmanirahim,,dengan nama allah yg mahapengasih lgi maha penyayang,maka kalimat ini bukan saja berlaku pada bangsa arab,tapi juga berlaku pada seluruh bangsa termaksud bangsa jawi kuno,,saran saya buka wawasan dengan tidak mengkotak2 sejarah yg diterima hanya dari satu daerah tertentu saja,,kebenraan ada dalam pencariaan yg tiada akhir,kebodohan adalah pencapaiian yg fana seseorang yg berhati kerdil,fanatik hanya menyebabkan seseorang taklid,taklid cenderung menyebabkan seseorang menjadi katak dlm tempurung,,insya allh sah2 saja suatu fakta sejarah yg belum valid di share mudah2aan allah meberi petunjuk lewat usaha kita mencari dan menggali apa yg ada di alam ini,selama itu bukan syariat dlm beribadah,,klau syariat sudah mutlak kita hanya samina wa’tana,tpi diluar itu justru harus kita kaji dan kita gali,buknkah allah swt memberi kita panca indra untuk suatu maksud tujuan,dari mana kita tau maksud allah kalau kita hanya taklid buta,bukannya raulullah mengajarkann seorang pemuda mengikat kudanya terdahulu balu dia bertawakal,,singkirkan fanatik dan taklid buta tanpa dasar yg sudah menjerumuskan umat ini pada dekade ini,Umar ra berpepesan dalam asghar sahabat jng paksakan anakmu sesuatu yg sama pada zamanmu,karna dia mehadapi zaman yg berbeda dari zamanmu..wassalamualaikumwarahmatulahi wabarakatu

  23. iqbal maulna. says:

    kisah’e bagus… Tp apa bsa d buktikan scra ilmiaah kalo klo tnah jwa msih kturunan nabi ibrahim as

  24. kujangtunggara says:

    kalo argumen langsung dibantah begitu aja mah tidak ada solusi pencarian kajian berikutnya, padahal hal ini sangat penting untuk sama-sama dikaji, yg sekarang sudah bagus dalam ibadahnya tentu, harus membuat yg belum bagus menjadi ikut bagus, ini kajian dasar dimana pendekatan terhadap sisi sosiologis dan fsikologis diperlukan, jangan asal punya ilmu sedikit langsung membantah, artikel ini menurut saya sangat bagus untuk perbandingan dengan referensi yg lain, mengambil Al Qur’an dan Assunah sebagai pondasi dasar pengambilan sebagai sebuah keputusan yg sudah dinilai lengkap itu benar dan bagus, dengan begitu berarti sudah memiliki benteng akidah yg kuat sehingga ketika ada ketidak sesuaian bisa menerima dengan dasar tadi, akan tetapi bagaimana dengan nasib orang..? bukan kah sebelumnya kita selidiki dulu apa latar belakangnya, bagaimana kehidupan kemasyarakatannya, bagaimana hubungan sosialnya, kemudian baru kita memberi masukkan yang masuk akal dan bisa diterima oleh target kita… dengan begitu kita belajar bijaksana, bukankah Rasulullah juga pernah mengucapkan kalimat “kalian lebih tahu tentang urusan kalian” disinilah mungkin fungsi kalimat itu, dimana kita harus mempelajari kondisi, situasi, kebiasaan dan hukum yg berlaku pada masyarakat tertentu, agar keseimbangan tetap terjaga, toh di lain hal Allah tetap mengetahui mana yg haq dan mana yg bathil, tentu masing-masing dengan konsekuensinya. para imam dulu banyak mengkaji sehingga tidak sedikit perbedaan penjabaran, pemahaman, pengeertian dan akhirnya berbeda pula dalam pengambilan keputusan, sedangkan keputusan tersebut kemudian diambil oleh banyak orang yg kemudian di klaim sebagai sebuah kebenaran.. Laa Ikrohaa fiddin… tiada paksaan dalam beragama, tergantung apakah kita diperangi atau tidak, apalagi kebiasaan yg dimiliki suatu individu itu mengarah kepada kebaikan, hanya saja berbeda secara tujuan (atau mungkin sama) kita tidak tahu secara pasti… saya orang sunda.. orang Islam juga, tapi berharap kepda semuanya untuk membuka wawasan kita lebih luas agar tidak terkungkung dalam suatu kajian sempit. boleh berkata Alqur’an dan Hadits itu sudah lengkap, sayapun beranggapan seperti itu akan tetapi (bukan berarti saya fluralisme) dan menganggap semua itu benar, akan tetapi mencoba untuk mengungkap korelasi antara agama dan budaya..
    masih bersambung sebenernya mah.. hehehe
    wassalam.. urang kampung gunung tukang macul jeung ngarambet

  25. menurut saya ,ibrahim dan brahma punya sejarah sendiri2 ,berdasarkan keyakinan kita masing, dan tidak bisa dikait kaitkan.

  26. faisal says:

    SOEKARNO: Bangsa yg besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarah. dan sayangnya identitas bangsa Indonesia sebagian ada di belanda. belanda sengaja melakukan itu agar generasi muda Indonesia buta akan sejarah bangsanya.

  27. masuk di akal jg,ttpi harus d kaji lbih mendalam lg, krna pernyata,an ini bisa2 merusak tatanan sejarah yg sudah baku,khusus nya bagi ahli2 sejarah bangsa kita.

  28. Hajar Aswad says:

    lakum dinukum waliyyadin (agamamu bagimu dan agamaku bagiku)
    jangan samakan agamaku dengan agamamu ato keyakinanmu. jangan kait2kan para kekaksih allah dengan para sesembahan kalian ato dewa-dewa kalian karna itu tak akan sama. kalo kalian percaya dewa silahkan tapi jangan hubungkan dewa dgn nabi ato janga kalian hubungkan ajaran dewa kalian dengan islam. Berbeda buanget ajaran islam dengan ajaran dewa brahma kalian.

    Kutipan: Dewa itu = berhala yang diciptakan oleh iblis untuk mempengaruhi manusia awam ato dangkal iman.

  29. Sandi Kaladia says:

    JAMAN BARU DATANG UNTUK MEMBUKA TABIR
    KONSEPSI WIWITAN YANG TAK LAIN ADALAH
    KONSEPSI SANGKAN PARANING DUMADI.

    Apa kata Mandalajati Niskala?

    Mandalajati Niskala menuturkan:
    Berbicara KONSEPSI WIWITAN tak lain
    adalah berbicara KONSEPSI PRIMA CAUSA atau
    KONSEPSI JAWAHAR AWAL & JAWAHAR AKHIR.

    JAWAHAR AWAL disebut “TATANAN WIWITAN”, yaitu
    SUNA + DA = SUNDA atau Tatanan Bumian.
    JAWAHAR AKHIR disebut “TATANAN TAMATAN”, yaitu
    SUNA + H = SUNAH atau Tatanan Langitan.

    Catatan :
    Suna = Tatanan
    Da/D = Bumian
    Ha/H = Langitan

    Sunda adalah SISTEM FITRAH BUMIAN
    disebut “FEMINIM SYSTEM”.
    Sunah adalah SISTEM FITRAH LANGITAN
    DISEBUT “MASKULIN SYSTEM”.
    Keduanya merupakan SISTEM FITRAH IBU & BAPA,
    atau WIWITAN & TAMATAN yang satu sama lain
    harus mengikat & “TIDAK BOLEH BERCERAI”
    Ikatannya sendiri adalah IKATAN
    SISTEM KESELAMATAN, yang secara bahasa
    disebut “SISTEM ISLAM”.
    Sunda adalah SISTEM ISLAM BUMIAN.
    Sunah adalah SISTEM ISLAM LANGITAN.
    Sunda adalah SISTEM KEIBUAN.
    Sunah adalah SISTEM KEBAPAAN.
    Hindarkan EGO SUNDA & hindarkan EGO SUNAH, sbb
    keduanya merupakan FITRAH YG HARUS BERSATU.
    Demikian kata Mandalajati Niskala.

    Jika demikian menurut saya (Sandi Kaladia)
    untuk kata SUNDA, kata SUNAH, kata ISLAM,
    maupun kata WIWITAN jangan memakai LEBEL
    AGAMA atau LEBEL KEPERCAYAAN, sbb ITU
    SEMUA ADALAH HAL-HAL YANG FITRAH.

    Selanjutnya MANDALAJATI NISKALA dlm penggalian
    memasuki Ruang Insun, telah Melahirkan
    Konsepsi SANGKAN PARANING DUMADI
    yg Fitrah, Original & ditemukan Sangat Anyar.
    KONSEPSI TERSEBUT BETUL BETUL BEGITU
    SEDERHANA, NAMUN SANGAT MENYERUAK
    DI KEDALAMAN YANG TANPA BATAS, sbb:

    1♥Barang siapa yang memahami NAFAS~nya,
    akan memahami rahasia HU~DA~RA~nya.
    (HU~DA~RA adalah Whitehole berupa potensi
    JAWAHAR AWAL, yang menjadi sistem
    TRI TANGTU DI BUWANA, dan jadilah ketentuan
    Tuhan SEGALA MACAM KEJADIAN
    SECARA SISTEMIK TERMASUK MANUSIA)

    2♥Barang siapa yang memahami HU~DA~RA~nya,
    akan memahami potensi HI~DI~RI~nya.
    (Potensi HI~DI~RI meliputi:
    HI adalah alam Subconcious
    DI adalam alam Concious
    RI adalah alam HIperconcious)

    3♥Barang siapa yang memahami HI~DI~RI~nya,
    akan memahami satuan terkecil DI~RI~nya.
    (Tribaka, Panca Azasi Wujud &
    Panca Maha Buta)

    4♥Barang siapa yang memahami DIRI~nya,
    akan memahami HI~DIR~nya.
    (Kesadaran Semesta = Kesadaran Manunggal)

    5♥Barang siapa yang memahami HI~DIR~nya,
    akan memahami satuan terkecil ATMA~nya.
    (Kehidupan JAWAHAR AKHIR yang mengendap
    pada Tribaka)

    6♥Barang siapa yang memahami ATMA~nya,
    akan memahami TAMAT~nya.
    (Reaktor Nuklir dari akumulasi satu
    Oktiliun Tribaka pada tubuh manusia,
    yang segera memasuki Blackhole
    untuk keluar dari Jagat Raya
    dan meledak menjadi Bigbang,
    di ruang hampa, gelap gulita,
    bertekanan minus)

    7♥Barang siapa yang memahami TAMAT~nya,
    akan memahami WIWIT~nya.
    (Ledakan Bigbang membentuk Whitehole
    yaitu berupa potensi Jawahar Awal
    di Jagat Raya Baru)

    (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
    “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
    LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
    ════════════════════════════
    Mandalajati NIskala membuka sebuah tabir
    PINTU JAWAHAR AWAL
    KE PINTU JAWAHAR AKHIR

    Manusia pada hakekatnya bagian dari Tuhannya.
    Seluruh isi semesta “BERENANG-RENANG” TENGGELAM
    di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
    (Zibghotulloh).

    Sagala sesuatu termasuk Manusa MANUNGGAL
    di dalam TUBUH TUHAN SANG MAHA BESAR.
    (Sapanunggalan).

    TUHAN SANG MAHA BESAR, sekaligus juga
    Sang MAHA KECIL memiliki
    TIGA ENERGI PRIMER (Tri Tangtu Di Buwana),
    yang “gumulung” jadi tunggal, dari lingkup
    SANG MAHA BESAR sampai pada lingkup SANG MAHA KECIL
    disebut; JAWAHARA HAWAL WAL HAKHIR (JHWH), berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BENING♥

    SANG MAHA BESAR / AGUNG
    adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MAKRO,
    yaitu ZAT ABADI SANG MAHA BESAR berupa HU~DA~RA
    YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN KHALIQ,
    mimiliki:

    Energi “HU” Acining Air, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥

    Energi “DA” Acining Tanah, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥

    Energi “RA” Acining Api, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥

    Ketiganya Gumulung di dalam SAJATINING HUDARA, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA ULTRA VIOLET MENUJU PUTIH♥

    SEBAGAI PINTU HAWAL Zat Abadi Makro,
    yang disebut JAWAHAR HAWAL, yaitu:
    BIGBANG (Ledakan Nuklir) yang keluar dari WHITEHOLE.
    Inilah yang disebut proses DIA MENJADIKAN INSUN.

    SANG MAHA KECIL / LEMBUT
    adalah “JHWH” dalam CAKUPAN ALAM MIKRO,
    yaitu ZAT ABADI SANG MAHA KECIL berupa ATOM
    YANG BERADA DALAM KEMANUNGGALAN MAKHLUK,
    memiliki:

    Energi “HU” Proton, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA BIRU♥

    Energi “DA” Netron, berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA KUNING♥

    Energi “RA” Elektron. berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA MERAH♥

    Ketiganya “Gumulung” dlm SAJATINING HATOM (Atom), berupa:
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM♥
    ♥POTENSI GELOMBANG CAHAYA IMPRA MERAH MENUJU HITAM♥

    sebagai PINTU HAKHIR Zat Abadi Mikro,
    yang disebut JAWAHAR HAKHIR, yaitu:
    INDUKSI INTI (Reaktor Nuklir) yg masuk ke dlm BLACKHOLE.
    Inilah yang disebut proses INSUN JADI DIA.

    (Peringatan dari Mandalajati Niskala:
    “JIKA ANDA SULIT UNTUK MEMAHAMI,
    LEBIH BAIK ABAIKAN SAJA. TERIMA KASIH)
    ════════════════════════════
    Syair Sunda:
    JAWAHAR AKHIR NGARAGA~DIA
    ditulis ku Mandalajati NIskala

    Atma na sakujur raga.
    Hanargi museur na tazi.
    Bobot Bentang JAGAT RAYA panimbangan.
    Paeunteung eujeung.

    Ziro sazironing titik Nu Maha Leutik.
    Madet dina JAGAT LEUTIK.
    Gumulung sakuliahing cahya.
    Ngahideung Nu Maha Meles.
    Ngan beuratna Maha Beurat.

    Insun gumulung nu Tilu NGAMANUNGGAL;
    PARA~TRI~NA, NI~TRI~NA jeung
    HOLIK~TRI~NA dina Jawahar Akhir.

    Tandaning Insun lulus nurubus.
    Lolos norobos, Robbah lalakon.
    Kaluar tina Sapanunggalan Gusti Nu Maha Suci.
    Bitu ngajelegur.
    Manggulung-gulung kabutna.
    Huwung nungtung ngahujung.

    Jadi jumadi ngajadi.
    INSUN ROBBAH NGARAGADIA.
    Gelar Ngajawahar Awal.
    Gusti papanggih jeung Gusti.
    Dina babak carita SAWA~RAGA~ANYAR.

    Ahuuung Ahuuung Ahuuung Aheeeng.
    ════════════════════════════
    Filsuf Sunda MANDALAJATI NISKALA, sbg:
    Zaro Bandung Zaro Agung
    Majelis Agung Parahyangan Anyar.

    Klik di google Mandalajati Niskala
    BACALAH SELURUH SULUR BUAH PIKIRANNYA.

    Pengirim Komentar:
    @Sandi Kaladia

  30. jara Tusta says:

    menarik law mmbhs maslah nb ibrahim, sampai2 aku juga bikin nama jg jara tusta, krn dr sjarah inilah akan terkuak gambarannya semoga amin

  31. yang benar,,wong jawa itu keturunan nabi Adam AS..!!!
    siapa yang mau bantah???

  32. walah…..bego’ saya……!!!
    katanya kedatangan nabi IBRAHIM AS untuk 7an dakwa? tapi kenapa diklaim kita semua keturunan ibrahim??
    kalau begitu siapa yang didakwa diawal kedatanganya!! apakah yang didakwa d’awal uda termasuk keturunnya jg???

    atau mungkin yang d’dakwa diawal kedatangannya uda pada punah semua?? yang tersisa keturunan nabi IBRAHIM AS saja yang dalam tulisan ini “wong jowo”

    atau bagaimana???

  33. Bagaimana mungkin masyarakat nusantara keturunan nabi IBRAHIM AS kalau kedatangannya adalah tujuan dakwah..!!!
    berarti sebelum kedatangannya sudah ada penghuni nusantara yang menjadi objek dakwahnya..!!!!

  34. lukman says:

    ibrahim; ismail, ka’bah. peristiwa yg diabadikan sbg manasik haji. sudah jelas berada di jazirah Arab. Apa mau dicari bukti bahwa Ka;bah yg sekarang harusnya di tanah Jawa?

    kalau betul ibrahim=brahmana; terus kok jadi agama Hindu, nyambung gak?

  35. taufan says:

    beli buku digramedia dulu, tentang SKI sejarah kebudayaan islam, ini yg membuat sejarah menyimpang terlalu jauh, disana tidak pernah disinggung sediktpun tentang tanah jawa.

  36. mury says:

    jangan lupa bangsa jawa.ingatlah asal usulmu dan syukuri apa yg sdh tuhan berikan untkmu bahasa .suku.budaya.dan keyakinan agar tuhan senantiasa menyayangimu sesuai al.maidah 48
    jika allah berkehendak maka aku jadikan kamu satu umat akan tetapi aku ingin mengujimu …dstnya

  37. TOK GERUH says:

    Saya juge ye keturunan nabi , bahkan rasul juge ….Nabi ADAM tentu nye

  38. 19am88mi82 says:

    Sebenarnya ada dua orang bernama Syits (sebenarnya dalam ejaan asli Arab “Tsits”, silahkan cek dalam do’a Nurun Nurubuwwah). Setelah terjadi beda pendapat siapa yang berhak menentukan jodoh masing-masing, diantara Nabiullah Adam As dan Siti Hawa diadakan sayembara. Keduanya mengeluarkan sari kehidupan yang disimpan dalam suatu wadah. Kelak siapa yang berhasil mengubah sari kehidupan menjadi manusia maka dialah pemenang sayembara. Nabiullah Adam As setelah tempo waktu yang lama (setelah peristiwa terbunuhnya Habil oleh Qabil) berhasil mewujudkan raga bayi manusia namun tanpa nyawa. Sedangkan Siti Hawa tetap berbentuk manik. Atas rahmat Allah Swt maka Adam As diberi pengganti Habil yakni melalui bayi tersebut. Nubuwwah Adam As memancar melalui keningnya dan masuk ke raga bayi dan atas izin Allah Swt hiduplah bayi tanpa lubang pusar dan diberi nama Syits. Siti Hawa lantas sedih dan membuang wadah beserta isi sari kehidupan miliknya ke laut putih. Tibalah Izazil menggoda Hawa. Atas campur tangan Izazil, versi kloning kuno menghasilkan bayi lain berkelamin pria dengan gen Adam As (ingat Siti Hawa juga asalnya dari gen Adam As karena diciptakan dari organ rusuk Adam As). Siti Hawa memberi nama bayi ini Syits pula. Nah, Syits inilah yang kemudian menjadi Sang Hyang Syits dan merupakan anak emas Izazil yang pertama. Sedangkan Syits bin Adam dikemudian hari menjadi Nabiullah Syits. Singkat cerita keduanya pada awalnya memiliki sifat fisik dan kelakuan yang sama. Setelah Sang Hyang Syits bin Siti Hawa gagal menyatakan kunci pembuka pintu surga, Izazil tiba untuk membawanya pergi. Sedangkan Syits bin Adam As berhasil dengan baik. Sekarang tinggal satu Syits di hadapan Adam As. Karena baginda tidak berpasangan dan sifat fisik dan akhlaknya menyerupai Adam As, jodoh yang pantas untuknya adalah bidadari syurga. Izazil mendapat bocoran rahasia langit bahwa dari Syits bin Adam akan menurunkan seluruh pemimpin dunia yang berpengaruh besar sehingga muncul keinginannya untuk menyatukan darahnya dengan salah satu keturunan Syits bin Adam. Kesempatan itu tiba setelah kelahiran kembar Syits dan bidadari. Satu orang bentuknya berbadan cahaya diberi nama Anwar (artinya yang memiliki nur/cahaya) oleh Adam As dan kembarannya diberi nama Anwas (menurut ejaan lain disebut Anusyi). Izazil kemudian memasukkan unsur api darinya ke Anwar yang berbadan cahaya sehingga kemudian wujudlah bayi hybrid yang kemudian menjadi anak emas Izazil yang kedua dan kemudian beridentitas Sang Hyang Nur Cahya yang kemudian dst… Masih panjang bro…ceritanya.

  39. Liong says:

    klo ada topik ttng tentang jawir ireng aja rame..

    brahma bukan ibrahim/abraham, brahma ya dewa yang di akui oleh hindu juga, ngapain disamakan?

    cerita bisa saja mirip..

  40. bajing says:

    Membuat sejarah lagi, gawe rongkah atuh…
    Sejarah G30S juga can kelar-kelar.
    Tapi setuju, perlu dikaji lebih dalam,
    sebab kita semua adalah turunan nabi Adam as.
    Salah satu anak nabi adam adalah nabi Sis.
    Nabi Sis berputra Said Anwar (sanghyang nurcahya)
    Canghyang Nurcahya berputra Sanghyang Nur Rasa.
    Sanghyang Nur Rasa menikah dengan dewi Sa’ati,
    berputra Sanghyang Wenang dan Sanghyang Darmajaka
    Sanghyang Wenang menikah dengan dewi Nura,
    Berputra Snaghyang Hening dan Sanghyang Tunggal.
    Sanghyang Tunggal menikah dengan dewi Darmani
    Berputra Ismaya dan Antaga dan Manikmaya.
    Disini mulai masalah teh jigana.
    Ismaya dan antaga berebut tahta, manikmaya yang naik.
    Karena berselisih terus,
    Ismaya pergi ke timur menuju tanah pusaka Darmajaka
    Menyamar sebagai Kudapawana. Punya keturunan Cepot, Dawala, Gareng
    Antaga pergi ke barat, gak tau siapa anaknya…

  41. agus says:

    yang jelas kita keturunan dari Nabi Adam dan tidak menutup kemungkinan
    kalau kita ini keturunan dari Nabi Ibrahim As..apalagi Indonesia ini negara paling lengkap ditemukannya fosil2, benda cagar budaya masa lalu,sejarah budaya yang begitu lengkap ..yang pasti Indonesia adalah salah satu daratan paling tua di dunia boleh percaya boleh tidak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 538 other followers

%d bloggers like this: