Sufi dan Seekor Anjing

Fariduddin Attar menceritakan penghormatan sufi pada seeokor anjing: Makruf Karkhi mempunyai seorang paman, ia seorang walikota. Suatu hari, sang paman melihat Makruf sedang makan roti dipinggir jalan bersama seekor anjing. Roti itu dibagi dua, sebagian buat dirinya, sebagian disuapkan ke mulut anjing itu. “Makruf, apa yg lakukan? Tidakkah engkau malu makan bersama seekor anjing?” Teriak sang Paman marah. “Karena rasa maluku, aku membagi makananku dengan anjing ini.”

Tak Ada Jalan Untuk Maksiat

Ibrahim bin Adham bercerita bahwa ia pernah didatangi seorang lelaki. “Wahai Abu Ishak (panggilan Ibrahim). Saya seorang yang dzalim. Sudikah kiranya Anda mengajari saya hidup zuhud, agar Allah menerangi jalan hidup saya dan melembutkan hati saya yang kesat ini?”
Ibrahim bin Adham menjawab, “Kalau engkau dapat memegang taguh enam perkara ini niscaya engkau akan selamat!”
“Apa itu?” tanyanya. Continue reading