Sajak Perempuan

Moeflich Hasbullah,

SAJAK PEREMPUAN ITU ADALAH ISTRIKU

sketsa-kerudung.gif

Perempuan…
yang bila larut malam tiba
ia menutup pintu-pintu dan jendela
gelisah menunggu sampai kutiba
perempuan itu adalah istriku…

Perempuan…
yang bila ku pergi
ia mengajar anak-anak mengaji
menyiram rumah dengan lantunan ayat-ayat suci
kepak sayap malaikat menabur harum menebar wangi
mengundang rahmat turun dari langit tinggi
perempuan itu adalah istriku…

Perempuan…
yang ketika seharian aku bekerja
rumah adalah kerajaannya
kehormatan adalah perhiasannya
ketaatan adalah kebanggaannya
Perempuan itu adalah istriku…

Perempuan…
yang setiap malam menyuguhkan anak beragam cerita
kisah-kisah agung, luhur nan mulia
sambil tak alfa selalu menyelipkan pesan mutiara:
“Bunda bangga bila kalian mencontohnya!”
Perempuan itu adalah istriku…

Perempuan…
yang bila aku sedang jaya
tersurat ceria dan kesenangan di wajahnya
tulus mengungkapkan bahwa kepadaku ia bangga
sembari tak khilaf memesankan kata-kata:
“Wahai suamiku tercinta…
keberhasilan adalah kehendak Tuhan jua
kesuksesan tidak selamanya bersama kita
hendaknya engkau tidak berlebihan merasakannya
manusia bisa jatuh kembali tiba-tiba
bisa celaka bila kita melupakannya…”
perempuan itu adalah istriku…

Perempuan…
yang bila mendapatiku dirundung masalah
pandangannya sejuk membasuh gelisah
senyumnya meneduhkan jiwa yang resah
dengan matang dan tenang ia mendesah:
“Duhai suamiku yang gagah…
mendingan basuhkan air wudhu di wajah
agar musnah segala gundah
tiada yang terindah kepada Tuhan selain pasrah
aku istrimu bersumpah, tetap setia disampingmu
dalam senang maupun susah!”
perempuan itu adalah istriku…

Perempuan…
yang dipanggil “Ibu”
mata air penyejuk kalbu
sumber kebahagiaan anak-anakku
muara keteduhan hatiku
rembulan dalam kegelisahanku
matahari dalam kegelapanku
perempuan itu adalah istriku…

Perempuan…
yang bila beranjak ke peraduan
sebuah ritual suci ingin dipersembahkan
puncak pengabdian ingin disuguhkan
dalam indahnya kemesraan
telanjang dalam kemurnian
fana dalam penyatuan
lenyap dalam kesadaran Tuhan
perempuan itu adalah istriku…

Bandung,1991/2007

(untuk menikmati sajak ini dalam file mp3 dengan iringan backsound,
silahkan download di kotak Shadaqah)

9 Responses to Sajak Perempuan

  1. zarien says:

    great poem, and thats i want it, but i’v some trouble and has related on my news time in case relationship what i made are break. how about that ?

  2. moeflich says:

    U need personal consultation.

  3. dew says:

    indahnya…🙂

  4. prayoga says:

    keindahan perempuan melebihi keindahan alam. maka sepantasnya lah kita menjaganya,menyayangi nya,memberi cinta dan kasih sayang.
    tampa perempuan dunia gelap gulita bagai hidup di padang apsir di waktu malam hari.

  5. FENNYDOANK says:

    sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttttttttt………………….!!!!
    Kang, fenny ngiri nih!
    Suatu saat kalau sudah menikah fenny mau menjadi istri yang dipuja-puji suaminya! Amin….doa’in ya Kang! He….he….

  6. moeflich says:

    Taat pada perintah agama dlm segala aspeknya, pasti akan disayang suami.

  7. FENNYDOANK says:

    ok deh Kang! I’ll try my best.

  8. cori says:

    Jadi pengen punya istri yg sholeha…😀

  9. putra hipensa says:

    masih ada lagi gx yah perempuan yang kayax gitu…???

    oy, izin sedot gan….mau aku tautkan ke FB, sbagai motivasi wat sahabat2 yang belum tau…!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: