Setiap tahun, 20.000 Orang Amerika Masuk Islam Pasca 9/11

Tangan Tuhan benar-benar bermain di balik peristiwa pemboman Gedung Kembar World Trade Center 11 September 2001 yang membunuh 200 lebih warga Amerika. Setelah peristiwa pembunuhan massal yang konon diotaki Osama bin Laden, dan dituduhkan kepada Islam itu, dan Islam dicap sebagai agama teroris di Amerika, apa yg terjadi setelahnya? Seperti diberitakan televisi Amerika NBS dibawah ini, 20.000 orang Amerika masuk Islam setiap tahunnya. Really amazing!! Rupanya Allah menyebarkan agama-Nya dengan cara-cara yang tidak dimengerti manusia. Logika apa coba, sebuah kelompok membunuh ratusan warga sipil dengan bom dahsyat dan itu susah dipisahkan dari ideologi agama yang dianutnya. Masyarakat Amerika kemudian mengecap agama itu sebagai agama teroris. Klaim itu berkembang luas, ketidaksukaan serta kebencian kepada agama itu menyebar. Tapi, tak lama kemudian ribuan orang dengan sadar berbondong-bondong menyatakan memasuki agama tersebut karena keagungan ajarannya dan menemukan kedamaian disitu. Ini kan diluar logika, diluar akal sehat dan diluar berfikir linier. Tapi, ya begitulah, Tuhan punya rencana dan rencana-Nya mencengangkan, tak terpikirkan oleh manusia modern, dan terbendung oleh kekuatan apapun. Ketika agama-Nya dicaci maki musuhnya, dikutuk dan dinista, Tuhan memasukan agama ini ke dalam hati-hati mereka. Tumbuhlah kesadaran balik dan siapa yang bisa membendung ledakan kesadaran manusia??

Islam di Amerika sangat prospektif. Masyarakat Amerika adalah masyarakat liberal dan terbuka, masuk agama apapun disana mudah saja selama itu pilihan rasional dan independen. Disisi lain kegersangan dan kekeringan spiritual menjadi faktor pendorong penting. Ketika mereka menemukan the beauty of Islam seperti diakui oleh mereka yang sudah menjadi Muslim di negara itu, maka mengalirlah gelombang Islamic conversion yang diluar dugaan itu. Menarik sekali, silahkan mengikuti berita televisi Amerika di bawah ini, ruarrr biasa ….!!

aa

About these ads

17 Responses to Setiap tahun, 20.000 Orang Amerika Masuk Islam Pasca 9/11

  1. deddyprihadi says:

    Maha suci Allah

  2. unnamed says:

    Subhanallah !
    Akal kita emang kagak bakal nyampe !
    Yang saya tau islam di Amerika ntuh udeh lebih daripade 1 juta muslimin !
    Terus udeh banyak orang2 terkenal masuk islam terus jadi da’wah, contoh-nye si Yusuf Islam/Sami Yusuf alias Cat Steven !
    Ponakan ane seneng banget sama die !:)

  3. Mr. Nunusaku says:

    kalau masuk Kristen bakalan gak sampai kepintu surga, karena Yesus hanya sampai dipintu kubur Madina. Karena Yesus tidak dapat mengalahkan Maut, yang mengalah maut siapa….? yaitu Isa Almasih nah ini dia yang paling hebat karena dapat mengalahkan maut Dia ada disurga.

    Karya keselamatan Yesus terkandas dipintu kuburan Madina, Yesus tidak mampu mengalahkan maut. Kalau masuk Kristen jaminan hanya sampai dipintu kuburan, seperti Yesus sekarang tertidur didalam pintu kuburan.

    Kalu masuk Kristen akhirnya terkandas seperti Yesus dipintu kuburan, karya keselamatannya Kristen masih dalam pencarian belum pasti masih memintah jalan keselamatan….nah Yesus terkandas total terkunci dipintu kuburan…., karena Yesus tidak berkuasa atas maut.

    Yang berkuasa mengalahkan maut yaitu Isa Almasih dia adalah kekasih Allah, yang sekarang berada disurga…, Yesus terkunci dipintu kuburan sedang menungguh Imam Mahdi Isa Almasih.

  4. bobotoh says:

    fakta membuktikan:
    1. orang islam berada dilingkungan yg mayoritas non muslim pasti dibantai (Thailand, Filipina, Amerika) orang non muslim berada di mayoritas muslim damai (indonesia, Malaysia, Iran dll)
    2. orang non muslim jd mualaf dr hati nurani, ikhlas, orang muslim masuk agama lain terpaksa (iming2uang makanan, paksaan, siksaan, tekanan dll)

  5. ElisSUT_Cha says:

    Si Nunusaku harus dihajar!! GUe sebagai orang Kristiani bener2 tersinggung dengan kata2nya. Dia benar2 tidak menghargai pengorbanan Tuhan Yesus di tiang salib!

  6. fennydoank says:

    Maaf, sebgai muslim….emang saudara nunusaku harus diberi pembelajaran ynag setimpal krena ketidak kosistensian pernyataannya yg diutarakan ke halaman ini, dulu pernah masuk pernyataan serupa yang tendensius memojokan agama saya, adalah Nabi Saya Muhammad SAW y6g menjadi subjek dalam penodaan agama tersebut, sekarang Sdr. Nunusaku kembali berulah Memojokkan Yesus, sekarang saya jadi berpikir bhwa diluar sana ada sAJ orang2 yg sengaja mengadu domba antar agama di Indonesia, salah satunya Nunusaku, pokoknya pernytaanya persis sama dengan komen sebelumnya hanyasaja subjeknya yg diganti, sekali lagi kalu sebelumnya Nabi Muhammad yang diperolok, tapi ketika pernytaan pedas saya lempar dihalaman ini ternyata dia kembali berul.ah dgn menjelek2an Tuhan yang Anda yakini! Ktia harus lebih arif aja dalam menyikpi pernyataan2 yg penuh dgn propaganda terlebih di dunia maya ini!

  7. fennydoank says:

    Buat akang, knp atuh komen2 sebelumnya di delete, biarkan ini jadi forum terbuka biar ini jadi wacana untuk kita semua biar kita lebih saling menghormati kehidupan beragama antar individu terlebih di bumi demokratif ini! Fenny curiga kang, bahwa Sdr. Nunusaku ini bukan orang beragama, dia sengaja membuat pernyataa2 yg tidak bertanggung jawab karena sangking gersangnya kehidupan yg dia jalani tanapa keyakinan akan beragama!

  8. ANDHY says:

    Islam Harus Berdakwah dengan Lembut….,ISlam agama Damai….Jangan ikut-ikutan garis keras

    hanya melawan apabila diserang.,,

    “Dan Perangilah mereka yang memerangi kamu”

    INSYA ALLAH ISLAM PENUHI DUNIA

  9. karen says:

    waduh..mantbah tuh sejak WTC ambruk.
    20rb org tiap tahunNya masuk islam,
    kebanyang gga pahala org2 yg gugur nabrakin pesawat ke WTC ???
    subhannallah,
    dapet jihadNya..dapet juga pahala 20rb org yg masuk islam,
    jangankan 20rb, 1 ajja pahalaNya gedeNya minta ampun..!!
    subhannallah!!!!!!!!!!!!
    allahu akbar!!!!!!!!!!!!

  10. BHUGAN says:

    emang katanya islam di sana sangat berkembang pesat.. masalahnya mau di bikin konspirasi kaya apaan juga sama amerika,yg di lawan Allah sih.. Allah yg menguasai segala sesuatu.. kalau Allah mau,jgnkan cuma mualafnya.. lama2 Amerika yg secara notabene musuh bebuyutan Islam malah menjadi negara Islam.. ga masuk di akal,tapi untuk menciptakan sperti itu cuma hal sepele untuk Allah.. kalo buat commentnya Mr.nunusaku,udah ga usah dia anggep,,ngelantur itu comment..

  11. amiralpan says:

    kalian bisa aja berkata apa-apa. tp stiap kebnaran akan terungkap.

  12. denmasandi says:

    smoga allah melindungi kita smua…. amiiiin

  13. naufaldi says:

    kelak sebelum kiamat umat islam akan peroleh kemenangan atas musuhnya!
    amien

  14. muhammad says:

    Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan.apalagi sampai membunuh tanpa alasan yang di benarkan oleh syari’at. dan Islam melarang umatnya menghina agama lain..karena hal itu memberi peluang pada orang kafir musuh Alloh untuk menghina Islam. Sedangkan Islam adalah agama yang Mulia, agama seluruh makhluk…Islam tidak boleh di Hina. Jika ada orang kafir yang menghina Islam..maka Alloh lah yang akan membalas..DAN SEMUA PERBUATAN PASTI DI BALAS!!!

  15. Fans says:

    Sebuah maha karya yang amat sempurna dari yang Maha Sempurna, Allah Swt. Islam merupakan agama terakhir dari nabi terakhir dimana ajarannya menegaskan kepada kita akan artinya hidup, indahnya keberaneka-ragaman dan perbebedaan, serta penjelasan aturan-aturan hidup (law) yang diatur dalam kitab-Nya (Al-Qur’an) yang tak akan pernah berubah dari masa ke masa ataupun hilang dimakan waktu. Islam membawa kedamaian kepada penganutnya dan yang ada disekitarnya, Islam mengajarkan hidup rukun, adil dan damai, Islam hanya diperbolehkan melawan (perang)apabila dihina atau dimusuhi, Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad saw, mengakui keagungan dari nabi-nabi agama sebelumya, termasuk Nabi Isa (Yesus), nabi Musa (Moses), nabi Daud (Daved) dan nabi-nabi yang lainnya. negara Islam menjamin kehidupan agama lain, keamanan, kesehatan dan persaudaraannya (apakah sama dengan perilaku negara non-Muslim terhadap kaum minoritas Islam). fakta banyak mengatakan lain.. sekarang mana agama yang benar2 akan membawa pada kedamaian..? hanya orang yang berfikir dan memiliki hati nurani yang bisa menjawab dengan benar. terimakasih salam persaudaraan..

  16. ahsan says:

    tidak ada paksaan trhdp seseorang untuk masuk kepada agama yang di pilihnya… Allah mempersilahkan untuk memilh agama yang kamu sukai tapi Allah hanya meridhoi agama yang satu.. (qs. Ali-Imran :19)

  17. Putra Borneo says:

    Perdebatan masalah agama, antar agama tidak ada habisnya kalau tidak menggunakan akal pikiran jernih dan sehat, agama Islam mengajarkan kita harus hidup berdampingan dengan damai kepada non Islam, karena Islam adalah Agama Rahmatan lil’alamin rahmat bagi sekalian alam atau pemberi rahmat kepada semua makhluk yang ada di bumi atau di langit baik yang tersurat maupun yang tersirat. Jadi Islam dilarang keras menghina agama atau kepercayaan manapun, selama agama/kepercayaan tersebut tidak mengganggu atau merongrong Islam. Itulah yang di ajarkan oleh kitab suci kita Al-Qur’an dan Al-Hadits (sabda Nabi Muhammad SAW), tetapi ajaran Islam juga tidak akan membiarkan Saudaranya yang bukan non Islam memeluk suatu agama/kepercayaan yang pada dasarnya dimana pegangan hidup (kitab suci) yang di imaninya secara ilmiah banyak terdapat campur tangan manusia (karangan manusia) bukan berasal dari Tuhan, yang pada dasarnya keabsahannya sudah diragukan.ini berarti bukan kitab suci, karena kesuciannya sudah ternoda oleh manusia.
    Karena menurut pendapat saya apabila sebuah kitab suci yang mana terdapat ayat-ayat dan pasal-pasal di dalam kitab suci terebut banyak terdapat perselisihan antara ayat satu dengan ayat yang lain sedangkan itu satu kitab suci (misal : Injil/Bibel), berarti bukan kitab suci. Kitab suci adalah firman tuhan, jadi tidak mungkin sebuah kitab suci ayat-ayatnya banyak saling tabrak atau tidak singkron, kan tidak mungkin yang namanya firman Tuhan asal ngomong. Misal hari ini ngomong ini dan besoknya lagi ngomong yang lain sedangkan yang diomongin maksudnya ya itu-itu juga, istilah jaman sekarang ya… tidak konsisten dengan ucapannya.
    Jadi tugas kita sebagai umat islam atau sebagai manusia wajarlah memberitahukan kepada saudara kita yang bukan islam khususnya Nasrani. Masalah ia percaya atau tidak percaya ya terserah ia, yang penting kita sudah mengingatkan, kita tidak inginkan suadara kita celaka lantaran mengimani kitab suci yang sudah tidak suci lagi atau istilah kata kesuciannya batal lantaran diobah-obah tangan manusia yang dirinya merasa suci.
    Dan masalah ini harus kita pikir dan renungkan dengan akal yang sehat dan jernih.kita cek kebenarannya apakah masuk akal/logika sebelum mengambil keputusan. Yang namanya kitab suci menurut pendapat saya dari dulu zaman para nabi maupun sekarang era modern tidak akan berobah, baik dari segi isi maupun bahasa, pasalnya kalau kita robah bahasanya tanpa ada bahasa aslinya aku yakin pasti banyak kecerobohan atau kesalahan karena manusia tempat hilaf dan salah, seandainya bahasa aslinya tetap ada lalu di beri terjemah sesuai bahasa yang dibutuhkan tentu lebih mudah mengoreksi kalau ada kesalahan, aku yakin pasti ada pembaca yang mengerti bahasa aslinya (menguasai bahasa aslinya) jadi kalau terjemahnya salah pasti ia akan protes dan minta direvisi sesuai maksudnya.jadi kesalahan akan terhapus jadinya.

    Disini aku ingin membuat renungan buat saudara kita yang beragama Nasrani (Kristen)siapa saja dan dimana saja untuk meneliti, apakah kitab sucinya (Injil/Bibel) yang salah cetak atau memang kitab sucinya batal kesuciannya.
    Khususnya masalah tentang ketuhanan Yesus dan banyak ayat dan pasal yang berselisih atau tidak konsisten dari satu ayat ke ayat yang lainnya.
    Kebetulan aku mengetahui sebagian ayat-ayat yang ada di Injil/Bibel.

    Dalam “Matius”, pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian : “Maka suatu suara dari langit mengatakan : ” Inilah anakku yang kukasihi. Kepadanya aku berkenan”. Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, bahwa Yesus itu anak Allah.”

    tetapi “Matius” pasal 5 ayat 9 menyebutkan : ” Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah”.

    Berdasarkan ayat tsb. yang dimaksudkan ” Anak Allah” itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap anak Allah, maka semua orang yang mendamaikan manusia pun menjadi anak-anak Allah juga. Jadi bukan Yesus saja Anak allah tetapi ada terlalu banyak.

    Dalam “Yohanes” pasal 14 ayat 9 disebutkan “Siapa yang sudah Nampak Aku, ia sudah nampak Bapa”, dan di ayat 10 disebutkan : “tiadakah engkau percaya bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapapun di dalam Aku? Segala perkataan yang aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu.

    tetapi “Yohanes” pasal 17 ayat 23 disebutkan bahwa : ” Aku di dalam mereka itu, dan Engkau di dalam Aku ; supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan”.

    Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata “Aku di dalam mereka”. Kata “mereka” di ayat ini ialah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan “dengan aku” ialah Yesus. Jadi kata “AKU” beserta mereka artinya Yesus beserta sahabat-sahabatnya. Jadi Tuhan itu beserta Yesus dan para sahabatnya. Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa maka saudara pun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah 12 orang itu. Jadi bukan bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan bukan hanya Tritunggal tetapi 15 tunggal. Jadi berdasarakan perselisihan ayat-ayat tsb, yang manakah yang benar. Tiga menjadi Tunggal atau 15 menjadi Tunggal. Ayat manakah yang akan diyakini, yang tiga menjadi tunggal ataukah yang 15 itu?

    Juga “Yohanes” pasal 17 ayat 3 menyebutkan ” Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.

    Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa (tunggal). dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah Pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau demikian, manakah yang benar. Di satu ayat menyebutkan Tuhan dengan Yesus menjadi satu di lain ayat 15 menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu Tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu pesuruh Allah bukan Tuhan. Menurut pengakuan saudara (umat Nasrani) suatu Kitab suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

    Juga “Ulangan” pasal 4 ayat 35. menyebutkan; ” Maka kepadamulah ia itu ditunjuk , supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”

    Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal.

    Di Perjanjian Baru, Markus pasal 12 ayat 29 menyebutkan ” Maka jawab Yesus kepadanya.hukum yang terutama ialah : Dengarlah olehmu hai Israel, adapun Allah Tuhankita ialah Tuhan yang Esa.”

    Juga di Perjanjian Lama di “Ulangan” pasal 6 ayat 4 disebutkan : ” Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”

    Sudah jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi Kitab Sucinya Orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang Tunggalkah atau yang tiga menjadi Tunggal. Jadi salah satu dari dua ayat tsb. pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama. Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan Kitab suci itu ada yang salah;jadi bukan Kitab suci namanya.

    Yang disebut kiab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab suci itu.

    Dalam “Yohanes” 10,30 yang bunyinya sebagai berikut : ” Aku dan Bapa itu satu adanya”. Demikian juga Roh suci sebab Roh suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam injil, ialah setelah Yesus berumur 30 tahun turun roh suci kepadanya dan dibaptiskan oleh pembaptis yaitu Yohanes. jadi jelas bahwa Yesus, Roh suci,Tuhan adalah Tunggal.

    Tetapi “Matius” pasal 27 ayat 46 menyebutkan : ” Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring katanya : “Eli, Eli lama sabaktani “, artinya ” Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku’.

    Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan.
    Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehingga Yesus sendiri minta tolong.

    Kata orang kristen Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.

    Jadi Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib. Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa.

    Jadi pantaskah menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta tolong. Pantaskah ada Tuhan demikian.

    Dan menurut orang Kristen, manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat.

    Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapatkan ganjaran, karena menurut keterangan saudara, kehidupan Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa. Jika tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus, maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji-puji atas jasanya.

    Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan adalah utusan (pesuruh) Tuhan. Sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tsb. dalam “Yohanes’ pasal 17 ayat 3 yang berbunyi: “supaya mereka itu mengenal Engkau. Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.

    Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapapun tetapi Yesus menyembah Tuhan.Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut i’tikat Kristen hidup kembali tetapi ia mati.

    Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang mneyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib.

    Tetapi “Markus” pasal 13 ayat 31,32 menyebutkan: “Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu tidak diketahui oleh seorang juapun, baik segala malaikat yang di sorgapun tidak, anak itu pun tidak, hanyalah Bapa saja.”

    Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri.Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya hari kiamat, yang termasuk suatu yang gaib. Yang tidak tahu itu pasti bukan Tuhan.

    Juga “Matius” pasal 1 ayat 16 disebutkan:” dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

    Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tsb.

    Juga “Keluaran” pasal 4 ayat 22 disebutkan: “Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian:” Inilah firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anakku laki-laki, yaitu anakku yang sulung”.

    Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak tuhan yang sulung,sedangkan Yesus tidak disebutkan anak yang keberapa.

    Juga “Yeremia” pasal 31 ayat 9 menyebutkan,” akulah bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yang sulung”.

    Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri Anak Tuhan itu banyak,bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan “Anak” dalam ayat itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya.

    Dalam “Matius”, pasal 1 ayat 18, menyebutkan sebagai berikut: “Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya : Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil dari pada roh kudus. Roh kudus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak Tuhan, sebagaimana juga di”Matius” pasal 1 ayat 20 menyebutkan:” yusuf bermimpi seorang Malaikat, Tuhan berkata :” Hai Yusuf, anak Daud janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungan itu terbitnya dai pada Roh kudus.”

    Tetapi:”Kisah Rasul”, pasal 6 ayat 5. menyebutkan: “Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stephanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Roh kudus, dan lagi Philippus, dan Prokhorus dan Nikanor dan Simion dan Parmenas dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia.

    Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Roh Kudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya para Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al Qur’an, Roh Kudus (roh suci) itu berarti “Jibril”. Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para nabi yang terdahulu adalah Kudus. sebagaimana surat petrus yang kedua pasal 3 ayat 2. menyebutkan: ” supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan, dahulu oleh nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu”.

    Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan dengan kata lain bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih,suci,dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya. dalam “Kisah Rasul”, pasal 5 ayat 32. menyebutkan: ” Dan kami inilah saksi atas segala perkara itu,” demikian juga Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia.”

    Juga dalam ‘Lukas’, pasal 1 ayat 41. menyebutkan bahwa:” Maka berlakulah tatkala Elisabet mendengar salam Mariaitu, meloncatlah kanak-kanak yang didalam rahimnya itu dan elisabet penuh roh kudus.

    Sudah jelas sekali bahwa arti Roh kudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak Tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabet(istri Zakaria) pun mestinya Tuhan juga.

    Misal Yesus dianggap Tuhan oleh karena ia mempunyai roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhannnya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.

    Akan tetapi di “Kitab Raja-raja yang kedua” pasal 13 ayat 21. menyebutkan: “Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan ke dalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri”.

    Disini menyebutkan malah tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati bahkan tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti tulang-tulang Elisa adalh tulang-tulang ketuhanan. Kalau Yesus di waktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa di waktu tak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya, yang di dalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Ilyaspun dianggap Tuhan juga.

    Juga di ” Kitab Raja-Raja yang pertama,” pasal 17 ayat 22. menyebutkan “Maka didengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula”.

    Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap Tuhan juga.

    Alasan lain missal Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat.

    Di dalam” Kitab Raja-Raja yang kedua”, pasal 6 ayat 17 dan 30 menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.

    Jadi, elisa pun harus diangap tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifat Tuhan.

    Kisalnya lagi Yesus dapat mneyembuhkan penyakit lepra (penyakit kusta)

    Di dalam kitab Raja-Raja yang kedua pasal 5 ayat 10 dan 11 menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.

    Jadi Elisa pun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan.

    Misalnya lagi pasal kejadian Yesus tanpa pencampuran laki-laki dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa.

    Mari kita ingat asal kejadian Nabi Adam tanpa bapak dan ibu. Mengapa Adam tidak dianggap Tuhan. Juga Hawa asal kejadiannya tanpa ibu, iapun bisa dianggap juga Tuhan Wanita.

    Misalnya lagi karena Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa.

    Kalau begitu Yesuspun berdosa, karena Yesus keturunan Maria, sedang Maria keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis. Sebagaimana di”Lukas” pasal 4 ayat 5 menyebutkan: ” Maka Iblis pun membawa dia ke puncak gunung.”

    Ini suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

    Alasan lain misalnya Yesus tetap suci daripada dosa.

    Jangan lupa Para Nabi lainnya pun suci dari pada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiripun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan dia.

    Misalnya lagi Nabi-nabi berbuat dosa tetapi Yesus tidak.

    Tetapi Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya, lalu mereka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan. sebagaimana”Matius” pasal 6 ayat 12. menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.

    Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.

    Di “Ibrani” pasal 7 ayat 1, 2 dan 3 menyebutkan seperti berikut: “Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim”. “Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai”. Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal…”.

    bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah tiada silsilahnya. Apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci saudara (orang Kristen) ini berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan. Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci saudara (orang Kristen) ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat. Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab saudara (orang Kristen) itu mengapakah saudara (orang Kristen) tidak mengangkat Malkisedik menjabat tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan pendirian saudara (orang Kristen) sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa Bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu. Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah saudara (orang Kristen) masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus…?

    dalam kitab Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: “Maka pada mulanya ada itu Kalam maka Kalam itu, serta dengan Allah, dan Kalam itu Allah, dan kalau itu Allah. Ia itu pada mulanya serta dengan Allah. Kata “Ia” di ayat ini maksudnya ialah “Yesus”. Jadi Yesus beserta dengan Allah.

    Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah : “Serta” atau beserta. Kalau ada orang berkata “Si Jono dengan si Inem” maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Jono tetap si Jono bukan si Inem jadi berdasarkan ayat Bibel dengan susunan “Ia” (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah: dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam-pun lain.

    Anggapan orang kristen kalau Yesus itu disebut Anak Tuhan.

    Tetapi Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita-pun tidak mungkin menodai ke Esa-an Tuhan.

    Misalnya lagi dalam kitab: “Wahyu”, pasal 22 ayat 13 menyebutkan: “Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang Awal dan Yang Akhir”.

    Disini Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenarannya di Kitab “Wahyu” tersebut pasal 21 ayat 6. menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku:”Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang awal dan yang Akhir”.

    Jelas di ayat itu menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku”, Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini..??? Ya,tentu Allah yang berfirman. Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus.

    Misalkan lagi di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada”. Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.

    Kalau Yesus dikatakan “Permulaan”. maka diapun tidak benar. Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan orang sudah mati itu tidak bisa dikatakan: “seorang yang terkemudian”, dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan: “Permulaan”, bukan pula “yang terkemudian”, bukan yang “awal”, maupun: “yang akhir”. Ini fakta dan ilmiah.

    Kalau Yesus diperanakkan, mustahil bisa disebut “Permulaan”. dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut “yang terkemudian”

    Andaikata Yesus itu disebut “permulaan”, maka apa dengan dasar inikah Saudara (orang Kristen) mengakui Yesus itu Tuhan. Misalnya Ya, betul begitu.

    Di Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.”Malkisedik yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah. maka kekallah ia selama-salamanya”.

    Di Matius pasal 1 ayat 16 menyebutkan: “Dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus”.

    Di sini jelas , ayat ini menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan oleh Maria. Jadi Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan.

    Di Matius pasal 1 ayat 21 menyebutkan : “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya”.

    Itulah ayatnya, Arti Kristus ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem dan ada beberapa lagi artinya yang lain: Kata Almasih dalam Injil bahasa Inggris disebut: “Christ the Lord”, didalam Injil bahasa Arab disebut: “Almasih Ar-Robb”. Kata “Lord dan Robb” artinya tuanku, paduka tuan, dan ada juga dengan arti Tuhan, dan lain-lain lagi. Akan tetapi karena Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan melainkan utusanNya bagaimana tersebut dalam kitab Injil Johanes pasal 17 ayat 23, dan ia diperanakkan oleh manusia, sebagaimana tersebut dalam Injil Matius pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia sendiri yang berkata dan mengakui bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal),sebagaimana disebutkan dalam Injil Markus, pasal 12 ayat 29 dan diayat-ayat Injil yang lain-lain, maka berdasarkan pengakuan Yesus itu, jelas Yesus itu
    bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.

    Di Markus pasal 12 ayat 29 menyebutkan : “Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang terutama inilah: dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan Yang Esa”.

    Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan

    Di Ulangan pasal 4 ayat 35 menyebutkan: “Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.

    Kitab Injil sendiri yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa. Jadi tegas sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi Tuhan.

    Di Ulangan pasal 6 ayat 4 menyebutkan demikian: “Dengarlah olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya”.

    Jelas di kitab Injil sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus telah mengakui sendiri bahwa dia bukan Tuhan. Bagaimana pendapat saudara. Kaum Kristen mengatakan Yesus itu tuhan, sedangkan Yesus sendiri menolak disebut dirinya Tuhan.

    Di Matius pasal 27 ayat 1. menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala iman dan orang tua-tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia”.

    Kalau betul Yesus itu Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk membunuh Dia.

    Di Matius pasal 26 ayat 38 menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: “Hatiku amat sangat berdukacita, hampir mati rasaku; tinggallah kamu disini dan berjagalah sertaku”.

    Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah ada tuhan berduka cita. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan.

    Di Lukas pasal 2 ayat 11. menyebutkan: “Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam negeri Daud”.

    Wajarkah tuhan dilahirkan oleh manusia (Maria). Terus di Johanes pasal 5 ayat 30. menyebutkan : “Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku sendiri, Seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku”

    Ayat itu Yesus sendiri yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Wajarkah tuhan tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Di ayat itupun Yesus mengaku sendiri bahwa kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan yang mengutus dia. Kalau Yesus betul Tuhan, tentu tidak dapat diperintah oleh siapapun. Di ayat ini juga Yesus mengaku, bahwa dia bukan Tuhan melainkan diutus oleh tuhan. Yang diutus itu tentu bukan Tuhan.

    Jadi jelaslah bahwa Yesus datang kedunia ini bukan kemauannya sendiri tetapi utusan Tuhan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Tuhan telah mengutus Nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain. Yesus menghidupkan orang mati bukan maunya sendiri melainkan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Ilyas dapat menghidupkan orang mati. Yesus dapat menyembuhkan penyekit kusta (lepra), bukan kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan sebagaimana Ilyas dapat menyembuhkan penyakit lepra.

    Keterangan saya ini berdasarkan pengakuan Yesus sendiri di ayat tadi bahwa
    “tidak aku coba mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus Aku”

    Di Ulangan pasal 4 ayat 39. disebutkan sebagai berikut: “Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali ia tiadalah lain lagi.”

    Tegas sekali, dikitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Jadi Yesuspun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Yesus.

    Misalkan lagi dalam Injil Johanes pasal 10 ayat 38 ada menyebutkan: “Supaya kamu dapat tahu dan percaya, yang Bapa ada di dalam aku, dan aku ada di dalam Bapa”. Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Yesus, maksudnya Tuhan dan Yesus itu satu adanya atau singkatnya bahwa Yesuspun Tuhan. Juga dalam Johanes pasal 14 ayat 11 ada menyebutkan: “Percayalah yang aku ini dalam Bapa, dan Bapa dalam aku”.

    Berdasar ayat tersebut, bahwa Yesus itu Tuhan, maka saudara (orang Kristen) harus mengakui juga bahwa Tuhan itu Yesus dan Yesus itu Tuhan.

    Bukan demikian, tetapi Yesus dan Tuhan itu satu. Katanya lagi, ini misal.

    Kalau begitu, saya ingin bertanya: “Di ayat itu ada dua rangkaian kata ialah “Yesus dan Tuhan”. Siapakah yang lebih berkuasa di antara keduanya. Tuhan Bapakah atau Yesus.Tentu saja Tuhan Bapa.Kalau masih ada yang lebih berkuasa dari Yesus, maka Yesus tentu bukan Tuhan, lebih jelas periksa di Injil Johanes pasal 14 ayat 28.menyebutkan: “Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku pergi serta datang kembali sama kamu. Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab aku sudah bilang: “Yang aku pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih dari aku”

    Di ayat ini Yesus sendiri mengatakan: “Bapaku itu lebih dari aku”, ini menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan, maka ialah tuhan yang tidak sempurna, oleh karena masih ada yang melebihi tingkatnya. Yang tidak sempurna itu tentu bukan Tuhan. Harap saudara (orang Kristen) periksa lagi di Injil Johanes pasal 12 ayat 45. menyebutkan sebagai berikut: “Dan barang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku”

    Pantaskah tuhan diutus. Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang diutus. Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus diatas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan.

    Di Johanes pasal 10 ayat 38, dan pasal 14 ayat 11 dan Johanes pasal 12 ayat 45 itu adalah bertentangan. Disatu ayat ditafsirkan Yesus itu Tuhan, dan di ayat lain disebutkan bahwa Yesus itu utusan Tuhan. Jadi di dalam Injil sendiri terdapat ayat-ayatnya antara yang satu dengan yang lain bertentangan. Kita perlu ingat kembali kalau ada kitab suci yang isinya berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, maka apakah kitab suci itu masih akan dipertahankan kesuciannya..?. tentu tidak kan.

    Andaikan saudara (orang Kristen) masih juga mempertahankan ketuhanan Yesus dengan berdasarkan ayat Bibel yang menyebutkan: “Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus” sebagaimana tersebut dalam Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 itu maka saudarapun akan dijawab oleh kitab Injil saudara sendiri, bahwa penafsiran saudara itu tidak benar. Di Injil Johanes pasal 17 ayat 21. menyebutkan: “Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya”.

    Jelas di ayat ini kalau Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada dalam Bapa. Kalau begitu harus Saudara (orang Kristen) akui bahwa murid-murid Yesuspun Tuhan juga.

    Padahal sebenarnya “Bapa dalam saya”, dan muridnya jadi satu dengan kita (Allah dan Yesus) di ayat tersebut maksudnya, supaya Yesus senantiasa tidak melupakan Allah (Bapa) demikian juga muridnya tidak melupakan Yesus dan Allah (Bapa). Dan di akhir ayat tersebut Yesus berkata “biar dunia percaya yang Bapa mengutus saya”. Rangkaian kata-kata ini tegas sekali Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Allah, melainkan utusannya, dan di Johanes pasal 17 ayat 23. menyebutkan: “Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya”

    Apakah susunan ayat tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Apakah saudara (orang Kristen) masih belum puas tentang ayat-ayat Injil yang menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak tunjukkan kepada saudara (orang Kristen).

    Kalau belum puas ini saya tunjukkan lagi :
    Di kitab Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22. menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”

    Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan ditengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau”. Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah” mengapa kaum kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan.

    Di Injil Yahya pasal 17 ayat 8. menyebutkan: “Karena segala firman yang telah engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Aku datang dari Ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku.

    Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapapun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku”. Jadi Yesus itu bukan tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana Nabi-nabi dan utusan-utusan Allah yang lain-lain juga.

    Di Injil Matius pasal 26 ayat 2. menyebutkan : “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan”

    Yang dimaksud dengan anak manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. Jadi jelas Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia.

    Di Injil Matius pasal 5 ayat 45.menyebutkan: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disurga…”

    Di ayat ini saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus sendiri yang berkata kepada murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak bapamu yang di surga; yakni apabila murid-muridnya taat atas perintah-perintah Tuhan, menurut Yesus mereka akan jadi anak Tuhan juga. Berdasarkan ayat Bibel tersebut tentunya anak tuhan akan menjadi banyak jumlahnya, bukan Yesus saja.

    Misalkan lagi : di Injil Johanes pasal 1 ayat 34 menyebutkan : “Maka aku sudah melihat itu, serta bersaksi yang dia inilah anak Allah”. Juga di Injil Matius pasal 3 ayat 17 menyebutkan: “Maka suatu suara dari langit mengatakan:” Inilah Anakku yang kukasihi, kepadanya aku berkenan” Di Injil Lukas pasal 1 ayat 32 juga menyebutkan: “Maka ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan anak Allah yang Maha Tinggi, maka Allah, Tuhan kita akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, nenek moyangnya itu”. Di Ibrani pasal 4 ayat 14 menyebutkan: “Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu”. bahwa ayat-ayat Bibel yang menyebutkan Yesus Anak Allah sebagaimana tersebut di:
    Matius : Pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3, pasal 14 ayat 33, pasal 26
    ayat 63 dan Pasal 16 ayat 17 Johanes : Pasal 3 ayat 16, pasal 1 ayat 34 dan 40, pasal 17 ayat 1, pasal 19 ayat 7, pasal 16 ayat 27 dan ayat 30, pasal 15 ayat 23 dan beberapa ayat lainnya di Johanes. Rum : Pasal 1 ayat 9, pasal 5 ayat 10, pasal 8 ayat 3, pasal 29 ayat 32. Galitiah : Pasal 1 ayat 16, pasal 4 ayat 4 dan 6. Lukas : Pasal 1 ayat 32 dan 35, pasal 3 ayat 22, pasal 4 ayat 3 dan 9, pasal 4 ayat 43 dan 41. Ibrani : Pasal 1 ayat 2,5 dan 8, pasal 3 ayat 6, pasal 4 ayat 14, pasal 5 ayat 5 dan 8. Matius : pasal 2 ayat 15, pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3 dan ayat 6, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63, pasal 16 ayat 17. Korintus : Pasal 1 ayat 9 ……

    Dan masih ada beberapa ayat lain di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu Anak Allah tetapi maksudnya bukan anak Allah yang sebenarnya, karena Yesus sendiri mengaku dikitab Injil bahwa ia adalah utusan Allah, bukan Anak Allah. Dan ia sendiri berkata: “anak manusia” bukan anak Tuhan, Jadi jumlah ayat-ayat di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu anak Allah tidak menjamin kebenarannya bahwa ia anak Allah betul-betul, sebagaimana kita sering mendengar ucapan-ucapan “Anak Kapal”, “Anak Sekolah”, tidak berarti bahwa kapal dan sekolah itu beranak, melainkan mempunyai arti bahwa orang itu selalu terikat oleh peraturan-peraturan kapal dan pelajaran-pelajaran di sekolah.

    Di Yahya pasal 5 ayat 30. bunyinya : “Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku,melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.

    Di sini jelas sekiranya Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat sekehendaknya sendiri. Tetapi di Bibel sendiri menyebutkan bahwa perbuatan Yesus itu adalah kehendak Tuhan. Dan sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya tidak ada yang mengutus. Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan, atau dengan lain kata “Utusan Tuhan itu adalah Tuhan”, bisakah terjadi demikian.

    Di Yahya pasal 3 ayat 13. menyebutkan: “Seorang pun tiada naik kesurga, kecuali ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia”.

    Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak manusia bukan anak Tuhan.

    Di Matius pasal 27 ayat 30 menyebutkan : “Maka mereka itupun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepalanya”.

    Kalau Yesus itu betul Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan diperolok-olokkan. Mengapa ada Tuhan yang begitu lemah. dan perkataan Yesus sendiri ada menyebutkan Ia bukan Tuhan, sekali lagi di Matius pasal 21 ayat 18 dan 19. menyebutkan: “Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali
    kenegeri itu, ia merasa lapar”. Serta dipandangnya sepohon ara di sisi jalan, pergilah ia kesitu dan didapatinya suatu apapun tiada dipohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah Ia kepadanya: Janganlah jadi buah dari padamu lagi selama-lamanya. Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu”.

    Kalau Yesus itu Tuhan tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak berbuah melainkan ia akan menciptakan buah pada pohon itu dengan kekuasaannya selaku Tuhan. Akan tetapi pohon yang tidak berbuat kesalahan apa-apa kepada Yesus dan pohon yang tidak tahu apa-apa itu malah dikutuk oleh Yesus. Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk yang tidak bersalah. Padahal kalau betul Yesus itu Tuhan tentu Ia berkuasa menciptakan pohon itu supaya mengeluarkan buahnya seketika itu juga, tidak lalu mengutuknya.

    Di Injil sendiri yang menyebutkan bahwa selain Yesus masih banyak lagi beberapa manusia yang harus diakui Anak Tuhan, dan seharusnya mereka itu diakui juga oleh golongan Kristen, menjabat anak tuhan, bukan Yesus saja, karena berdasarkan Kitab Injil sendiri anak Tuhan itu banyak.

    Supaya lebih Jelas, baiklah saya ulangi, di Injil ada menyebutkan bahwa:
    1. Daud anak Allah yang sulung (Mazmur, pasal 89 ayat 27)
    2. Yakub (Israil) adalah anak Allah yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat 22 dan 23)
    3. Afraim adalah anak Allah yang Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)

    Jadi Daud anak Allah yang sulung, Yakub anak Allah yang sulung, dan Afraim juga anak Allah yang sulung. Ketiga-tiganya atau kesemuanya adalah anak sulung. Yang manakah yang betul-betul sulung. Apakah ayat ini benar semuanya atau salah semuanya. Karena itu saya jelaskan bahwa Anak Allah yang tersebut dalam Bibel itu, tidak berarti anak Allah yang sebenarnya melainkan maksudnya ialah kekasih Allah, atau mereka yang taat kepada perintah-perintah tuhan.

    Tentang arti “Anak dan Bapa”
    dalam bahasa Ibrani, atau susunan bahasa yang terpakai dalam Bibel.

    Dalam bahasa Ibrani kata “Bapa” itu dipakai buat Tuhan, sedangkan kata “anak” dipakai buat mereka yang dihormati, seperti para Nabi dan para Rasul.
    dasarnya Matius, pasal 5 ayat 9. disebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang karena mereka itu akan disebut anak Allah”.

    Jelas siapa saja mendamaikan manusia akan disebut akan menjabat “Anak Allah”, kalau begitu anak Allah itu ratusan, ribuan malah mungkin jutaan orang, jadi bukan Yesus saja.

    Tentang Penebosan Dosa oleh Yesus
    Misalkan lagi : Dalam kitab Perbuatan Rasul-rasul pasal 5 ayat 31 menyebutkan: “Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa”. Susunan kata ini diucapkan oleh Petrus, bukan perkataan Yesus dan bukan wahyu dari Tuhan.

    Misalkan lagi : dalam Injil Lukas pasal 2 ayat 10 dan 11 juga ada menyebutkan: “Maka kata malaikat itu kepada mereka itu: “Jangan takut, karena sesungguhnya Aku memberikan kepadamu suatu kesukaan besar yang akan jadi bagi segenap kaum. Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu, di dalam negeri Daud”.

    Malaikat itu berkata kepada siapa menurut ayat itu ?

    Misalkan lagi : Di Lukas pasal 2 ayat 8 dan 9 menyebutkan bahwa malaikat berkata kepada orang gembala yang tinggal di padang, menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.

    Tidak ada keterangan bahwa yang berkata itu malaikat, dan tidak ada pernyataan dari orang gembala sendiri mengenai peristiwa tersebut.

    saya ingin memberitahukan kepada saudara (orang Kristen), bahwa dalam kitab Kisah Rasul pasal 5 ayat 31 yang saudara baca tentunya, ada menyebutkan bahwa Yesus, hanya penebus dosa bagi Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia. Dan saudara (orang Kristen) sendiri selaku penganut agama Kristen tentunya tidak tertebus dosanya oleh Yesus, oleh karena saudara bukan turunan Bani Israil. Demikianlah kalau saudara betul-betul berpegang pada Kitab Suci saudara kitab Injil saudara, yang telah saudara yakini.

    Misalkan saja, diwaktu itu mungkin hanya Bani Israil saja yang ada. Karena itulah Yesus berkata begitu, tetapi pada hakekatnya untuk semua manusia.

    Jawabnya di Matius pasal 1 ayat 21. menyebutkan: “Maka Ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Ia Yesus, karena Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya”.

    Sudah Jelas, Bibel sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja bukan untuk semua manusia.

    Misalkan lagi di artikan: “Kaum” itu dengan “Bangsa”, ialah bangsa manusia. Jadi yang dimaksudkan ialah untuk semua bangsa.

    Okey … di Bibel sendiri nyata-nyata menyebutkan dengan kata “Kaumnya”. Taruh kata saudara (orang Kristen) alihkan kata: “Kaum” dengan arti “Bangsa”, maka yang demikianpun tidak dapat diartikan lain, kecuali hanya bangsanya Yesus sendiri saja ialah bangsa Ibrani (Israil).

    Di Injil Matius pasal 15 ayat 24. menyebutkan: “Maka jawab Yesus, katanya Tiadalah aku disuruhkan yang lain hanya kepada segala domba yang sesat diantara Bani Israil”.

    Bukankah ayat ini sudah jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus sendiri mengakui bahwa ia di Utus untuk Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia atau lain. Jadi kalau penganut Yesus (umat kristen) yang bukan golongan Bani Israil, tentunya tidak termasuk umatnya Yesus, dan dosanya tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus hanya menjadi Juru Selamat untuk Bani Israil saja, sedangkan saudara (khususnya orang Kristen Indonesia) sendiripun bukan dari golongan Bani Israil.

    Jadi orang bisa berpendapat apakah faedahnya orang-orang Kristen menyebarkan agamanya kepada manusia yang bukan Bani Israil. Sedangkan Yesus sendiri tidak berbuat demikian. Apakah cara yang demikian tidak bisa dinamakan melangkahi ajaran Yesus. Dan di Injil Matius ada menyebutkan juga susunan kata Yesus sendiri “Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain”. Jelas disini Yesus sendiri ia mengakui ia disuruh. Kalau Yesus itu dikatakan Tuhan, maka pantaskah Tuhan itu jadi pesuruh. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri, yang menyebutkan dalam Kitab Injil, Kitab sucinya umat kristen sendiri.

    Sekali lagi Di Injil Matius pasal 26 ayat 1 dan 2. menyebutkan: “Setelah Yesus menyudahi ucapan itu, maka bertuturlah pula ia kepada murid-muridnya: “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan”. Jadi kedatangan Yesus memang untuk disalib. Berdasarkan ayat ini.

    Mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib, kalau memang benar kedatangan Yesus untuk disalib. Mestinya dia bersedia untuk disalib. Seruan Yesus minta-minta tolong itu, di Matius pasal 27 ayat 46: yang bunyinya sebagai berikut: “Maka sekira-kira pukul tiga itu, berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: “Eli, Eli, lama sabachtani”, artinya “Ya Tuhanku, Ya tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku”.

    Misalkan lagi : Di ayat di atas menunjukkan badan ketuhanan Yesus sudah mengetahui lebih dahulu bahwa badan kemanusiaannya akan di salib. Jadi yang berteriak itu bukan anak Tuhan , melainkan badan kemanusiaannya Yesus, oleh karenanya itu ia menyerah untuk disalib.

    Kalau begitu, diwaktu Yesus di Salib ada dimanakah badan ketuhanannya Yesus itu. Kalau saudara (orang Kristen) menjawab terpisah, maka hal itu menunjukkan bahwa tidak selamanya Yesus menjadi satu dengan Tuhan. Tetapi kalau saudara (orang Kristen) menjawab tetap disitu, mengapa badan ketuhanannya tidak dapat menolong Yesus, sehingga ia berteriak-teriak minta tolong.

    Di Matius pasal 26 ayat 38 yang menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: Hatiku amat sangat berduka cita hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku”
    Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak berkuasa menghilangkan duka cita yang dirasakan olehnya. Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga bersama dia. Pantaskah Tuhan minta-minta kepada manusia.

    Di Galatia pasal 3 ayat 13 disebutkan: “Maka Kristus sudah menebus kita dari pada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: “Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu”

    Menurut keterangan saudara (orang Kristen), Yesus rela untuk di salib, sedangkan menurut Galatia yang saudara (orang Kristen) baca tentunya menyebutkan: Terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, dan kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia.

    Dosa waris
    Menurut ajaran Kristen, setiap manusia pada sejak waktu dilahirkan sudah memikul dosa, atau menerima warisan dosa dari dosanya Adam dan Hawa. Oleh karena kedatangan Yesus itu adalah untuk menebus dosa-dosa manusia dari warisan Adam dan Hawa tersebut.

    Tetapi di kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20. menyebutkan: “orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan Bapa pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya”.

    Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya; padahal kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain.

    Karena dosa waris, setiap manusia sejak dilahirkan sudah membawa dosanya Adam dan Hawa yang disebut Dosa Waris, jadi sejak bayipun sudah membawa dosa; menurut keyakinan Kristen.

    Kalau begitu, bayi yang belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia (mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya ada membawa dosanya Adam dan Hawa. Begitu menurut ajaran kristen

    Coba kita periksa Matius pasal 19 ayat 14. dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Tetapi kata Yesus. “Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga”.

    Nah,…perhatikanlah di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata :
    Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga.

    Nah, coba pikirkan dengan penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari
    beberapa orang anak, dan orang tua itu menjadi penipu, pencuri, penghianat, berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum masuk penjara, apakah anak-anaknya juga diharuskan menanggung dosa orang-orang tuanya, lalu anak-anak itu harus dihukum juga masuk penjara dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan semacam itu akan dikatakan penegak keadilan.tentu tidak kan ?

    Di Matius pasal 16 ayat 27 Ayat ini menerangkan /menyebutkan: “Karena anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap orang menurut perbuatannya:
    Di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris ? tentu tidak kan ?

    Diayat di atas ada sebutan “Anak manusia”. Menurut orang Kristen pengertian anak manusia itu tentulah Yesus, sedang Bapa ialah Tuhan.

    Tetapi di “Surat kiriman yang kedua kepada orang Kristen ” pasal 5 ayat 10 menyebutkan: ” Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata dihadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat”

    Ayat Injil sendiri yang menyebutkan, bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing, baik maupun jelek, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain.

    Dalam sejarah Agama Kristen kita kenal yang disebut: “biechten”, ialah orang yang berbuat dosa, dan “de biechtafleggen”, ialah orang yang meminta ampun atas kesalahannya , dan “Biecht-vader”, ialah orang-orang yang diberi wewenang memberi ampun. Setiap orang merasa menyesal atas kesalahannya dapat menerima ampunan dengan jalan membeli selembar surat yang menyebutkan bahwa orang yang berdosa sudah diberi ampun atas dosanya. Surat ampunan itu disebut “Aflaat-brieven” atau Indul gences, yang artinya kemurahan Tuhan.

    akan tetapi Aflaat-brieven itu pada zaman dulu
    dipropaganda (gepredicht) di Negara Jerman oleh seorang rabib (nonnik)bernama “Tetzel” dalam tahun 1517 atas perintah Paus Leo, yang menjadi Paus pada tahun 1513-1521. Sebahagian dari pada hasil penjualan Aflaat-brieven itu digunakan untuk pendirian bangunan gereja “Saint Pieter Kerk” di kota Roma. Terlalu panjang kalau saya uraikan sejarah pemerintahan gereja di Eropa pada permulaan abad pertengahan.

    Sebetulnya berdasarkan kitab Injil sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti didalam Matius pasal 1 ayat 16; Markus pasal 13 ayat 32; Ulangan pasal 4 ayat 33; Ulangan pasal 6 ayat 4; Markus pasal 12 ayat 29. Lukas pasal 4 ayat 1 dan 2. Di ayat ini “Maka Yesuspun penuhlah dengan Rohul Kudus,balik dari Yarden, lalu Roh itu membawa Dia ke padang belantara. Empat puluh hari lamanya dicobai Iblis. Selama itu suatu apapun tiada dimakannya. Setelah genap hari itu ia merasa lapar.

    Diayat ini menyebutkan bahwa Rohul Kudus membawa Yesus ke padang belantara. Kalau Yesus itu tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapapun juga. Diayat ini menyebutkan bahwa Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dicobai oleh Iblis atau wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan. Di ayat inipun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu lapar? Kalau begitu sifat-sifat Yesus itu sama saja dengan sifat manusia biasa; bisa dibawa, bisa dicobai iblis dan merasa lapar.

    Periksa lagi Matius pasal 4 ayat 5 menyebutkan: “Kemudian dari pada itu Iblis itupun membawa Yesus ke negeri suci, lalu ditaruhnya Dia di atas bumbung bait Allah”

    Di ayat ini ada menyebutkan bahwa Yesus dibawa oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis. Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga dibawa kemana-mana, kesuatu tempat. pantaskah Iblis begitu berani kepada Tuhan.

    Periksa lagi Matius pasal 27 ayat 1 dan 2 menyebutkan : “Setelah hari siang, maka segala kepala Imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan Dia. Maka diikatnya Dia serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah”

    DI ayat ini menyebutkan bahwa Yesus diikat; pantaskah Tuhan dapat diikat oleh manusia. Kalau begitu dimanakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela menyerahkan dirinya kepada manusia?

    Periksa lagi Lukas pasal 2 ayat 21. menyebutkan: “Apabila genap delapan hari, Ia bersunat, lalu disebut namanya Yesus..”

    Wajarkah Tuhan itu disunat? Perlu apakah Tuhan itu disunat?

    Di Matius pasal 26 ayat 2 menyebutkan bahwa: Anak manusia akan diserahkan supaya disalibkan.

    Yang dimaksud anak manusia di situ Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia.

    Di Matius pasal 5 ayat 45. menyebutkan bahwa: Supaya kamu menjadi anak Bapamu …. dan seterusnya.

    Di sini menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut Yesus akan menjadi anak Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan yang Tunggal, melainkan anak-anak tuhan itu akan bertambah lagi jumlahnya, berdasarkan kitab Bibel sendiri di Matius pasal 5 ayat 45 yang kita baca tadi ialah: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu…”

    Di Matius pasal 7 ayat 21. menyebutkan: “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.

    Di Bibel sendiri jelas, bahwa Yesus menyangkal malah menolak kepada orang yang menyerukan: “Tuhan, Tuhan” kepadanya, malah orang itu tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga.

    Di Matius pasal 16 ayat 27. menyebutkan: “Karena anak manusia dating dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya”

    Di ayat ini ada menyebutkan anak manusia, menurut tafsiran saudara (orang risten), siapakah yang dimaksudkan dengan anak manusia di ayat ini. Tentu Yesus kan ?

    Jadi dikitab Injil sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah “anak manusia”; bukan anak Tuhan, betulkan ?

    Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa diperanakkan oleh manusia (Maria). Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh manusia (Maria). Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu pengetahuan bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia? Bisakah ilmu pengetahuan exact maupun yang abstract (Exact abstract Wetenschap) menerimanya? Tentu tidak kan ?

    Bukan itu saja, malah di kitab Injil saudara (orang Kristen) Yesus sendiri yang berkata bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan Utusan Tuhan.

    Di Yahya pasal 5 ayat 30 menyebutkan: “Suatupun tiada aku dapat berbuat menurut kehendak sendiri, melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana aku dengar, dan hukuman itu adil adanya; karenanya bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku”.

    Ayat ini tegas sekali, jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan. Di ayat ini Yesus memberitahukan bahwa ia tidak berbuat menurut kehendak Tuhan, maka wajarkah Tuhan tidak dapat berbuat sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh (diutus) menjadi utusan. Tentu tidak pantaskan ?

    di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Seorangpun tidak naik ke surga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia”

    Berdasarkan ayat-ayat Bibel Yesus itu Anak manusia bukan anak Tuhan.

    Di Matius pasal 16 ayat 27, selain menyebutkan bahwa Yesus itu anak manusia, juga menyebutkan bahwa akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya.

    Menurut susunan ayat tersebut, jelas: “Menolak adanya dosa waris”,berdasarkan ayat tersebut setiap orang akan dibalas menurut perbuatannya masing-masing, jadi tidak ada penebus dosa.

    Berdasarkan ayat-ayat Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak tuhan melainkan anak manusia. Dan berdasarkan kitab Injil menyebutkan bahwa Yesus sendiri mengakui ia bukan anak Tuhan, melainkan “pesuruh (Utusan) Tuhan”

    Jelasnya terdapat beberapa ayat yang berselisih antara yang satu dengan yang lain :
    Kitab Yahya pasal 8 ayat 14 menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksian itu”

    di Yahya 5 ayat 31. menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku tidak benar”

    Membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini. Di satu ayat menyebutkan: “Kesaksianku benar”, sedangkan di ayat lain menyebutkan “Kesaksianku tidak benar”. Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab suci. Dan yang berbicara adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat ini. Wajarkah di dalam kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

    Di Bibel berbahasa Inggris ialah “The Holy Bible”, “Containing the Old and New Testaments (American Bible Society)”.

    Di Yahya pasal 8 ayat 14 pada halaman 104 “THOUGH I BEAR RECORD OF MY SELF, YET MY RECORD IS TRUE”

    Kalau susunan ayat ini kita salin kedalam bahasa Indonesia, adalah demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksianku itu”

    di Yahya pasal 5 ayat 31. menyebutkan : “IF BEAR WITNES OF MYSELF, MY WITNES IS NOT TRUE”

    Ayat ini kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia akan demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu tiada benar”.

    Inggris ini. Di satu ayat menyebutkan “IS TRUE”, adalah benar, sedangkan di ayat lain menyebutkan “IS NOT TRUE”, adalah tidak benar.

    Kalau begitu, di Injil yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris tidak ada perbedaan arti dan maksudnya.

    Jadi tidak salah cetak, yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu.
    Kalau betul kitab suci (Injil) itu wahyu dari Tuhan, mustahil ayat-ayatnya akan berselisih antara yang satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah dicampuri oleh tangan manusia.

    Di Yahya pasal 1 ayat 18 menyebutkan: “Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun, tetapi Anak yang tunggal yang diatas pengakuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia”.

    Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapapun juga, melainkan hanya Yesus saja yang pernah melihatnya.

    Di kitab Kejadian pasal 18 ayat 1 menyebutkan: “Hatta, maka kemudian dari pada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan pohon jati mamre tatkala duduklah di pintu kemahnya ketika hari panas”.

    Nah, disini membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini, disatu ayat menyebutkan Tuhan hanya dinyatakan oleh Yesus saja, tidak seorang juapun melihatnya. Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan. Bukankah dua ayat ini berlawanan. Yang manakah yang benar di dua ayat ini.

    Di kitab: “Kejadian pasal 32 ayat 30 menyebutkan: “Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu penile karena katanya: “Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah”.

    Perhatikan: disatu ayat menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan, melainkan Yesus. Di ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan malah bertemu muka dengan muka. Yang manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya yang nyata-nyata mengandung ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. Kalau dikatakan salah satu dari pada ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. Pantaskah suatu kitab suci mengandung ayat yang salah? Dan kalau dikatakan salah semuanya, maka apakah
    kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan.

    Di kitab Samuel yang ke-II pasal 8 ayat 9, 10. menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda……”.
    Menurut ayat ini, raja Hamat bernama “Toi”

    Di kitab: “Tawarikh yang pertama”, pasal 18 ayat 9 menyebutkan: “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu”
    Menurut ayat ini, nama raja Hamat ialah “Tohu”

    Nah, perhatikanlah : disuatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah “Toi” sedangkan di ayat lain menyebutkan “Tohu”. Yang manakah namanya benar Tohukah atau Toi.

    Di kitab Samuel yang kedua pasal 8 ayat 9 dan 10 menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud ……”
    Menurut ayat tersebut Yoram itu anaknya Toi, raja Hamat.

    Di kitab: Tawarikh yang pertama pasal 18 ayat 9 dan 10. menyebutkan : “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu”. “Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda raja Daud……”
    Menurut susunan ayat tersebut orang yang bernama Hadoram itu adalah anak Tohu, raja hamat.

    Jelas disatu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu bukan Yoram, melainkan Hadoram.

    padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya.

    Di kitab Samuel ke II pasal 8 ayat 8. menyebutkan: “Maka dari dalam Betach dan dari dalam Berotai, dua buah negeri Hadar Ezar, diambil raja Daud akan banyak Tembaga”. Maksudnya ialah raja Daud mengambil banyak tembaga dari dua tempat bernama Betach dan Berotai.

    Di Kitab Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8 menyebutkan: “Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu diambil Daud amat banyak tembaga.

    Buktikan disatu ayat menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh Daud ialah Betach dan Berotai, sedangkan di ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah Tibchat dan Chun.
    Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya diambil tembaganya oleh Daud. Kalau betul kitab Injil itu mestinya suci dari pada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya.

    Di Kitab Raja-raja kedua pasal 8 ayat 26. menyebutkan: “Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia Jerusalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil”.
    Menurut susunan ayat ini, umur raja Ahazia pada waktu ia menjadi raja 22 thn

    Di kitab: Tawarikh ke II pasal 22 ayat 2 menyebutkan: “Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri”
    Di ayat ini menyebutkan umur Ahazia diwaktu menjadi raja 42 thn.

    Nah di dua ayat ini yang manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun. Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan suci itu.

    Di kitab Raja-raja II pasal 24 ayat 8. menyebutkan : “Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem”
    Nama raja di ayat ini Jojachin

    Di kitab: Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9 menyebutkan: “Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan”.

    Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain menyebutkan Jehojachin. Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan diayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari?

    Supaya lebih nyata kemustahilannya, kita periksa di kitab Saul yang kedua pasal 23 ayat 8 Di ayat ini tersusun sebagai berikut: “Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan ratus orang dalam sekali saja berperang”.
    Menurut ayat ini nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini adalah Josech Basjebet bin Tachkemoni menjabat Kepala Segala Penghulu dan 800 ratus orang yang ditikam dalam sekali perang.

    Di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 11 ayat 11 di ayat ini susunan kalimatnya seperti berikut: “Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang”.

    Berdasarkan ayat ini nama pahlawan yang mengiringi Daud adalah Yasobam bin Hachmoni Menjabat Kepala dari orang tiga puluh dan jumlah orang yang ditikam dalam sekali berperang 300 orang

    Dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain terlalu tidak cocok malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali.
    Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 538 other followers

%d bloggers like this: