Mantan Pejabat Keamanan Nasional AS: Tidak Ada ‘Bukti Nyata’ Mengenai Program Nuklir Iran

(Media Indonesia, 21 Februari 2009 09:58 WIB)

LONDON–MI: Mantan pejabat keamanan nasional AS mengatakan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) tak menemukan “bukti yang dapat dipercaya” mengenai program senjata nuklir di Iran.

Gary Sick, dari University of Columbia, mengatakan Jumat (20/2) bahwa menurut keterangan intelijen AS, Iran menghentikan “percobaannya dalam program Vsenjata nuklir pada 2003, setelah Saddam Hussein dikalahkan dan ancaman Irak terhadap Iran terhapus”.

Mohamed ElBaradei, Direktur Jenderal IAEA, menyerahkan kepada anggota Dewan Gubernur lembaga PBB itu laporan paling akhirnya mengenai program nuklir Iran.

Dalam laporan tersebut, ia mengatakan, program nuklir Iran tak dialihkan ke tujuan militer dan lembaga itu terus mengabsahkan sifat non-militer dalam program nuklir Iran.

Sick mengatakan instalasi nuklir Iran termasuk mesin sentrifugalnya berada di bawah pemeriksaan dan pengawasan rutin IAEA.

“Hari ini, setelah lebih dari dua dasawarsa, Iran memiliki satu pembangkit listrik tenaga nuklir yang masih belum berfungsi dan program pengayaan uranium yang melibatkan sebanyak 5.000 sentrifugal berkapasitas rendah di bawah pemeriksaan dan pemantauan rutin oleh Badan Tenaga Atom Internasiional,” kata Sick.

Sick, yang merujuk kepada tujuan damai Iran dalam memiliki program nuklir, mengatakan Teheran terus mengumumkan, “Negara itu tak bermaksud membuat senjata nuklir dan senjata semacam itu adalah anti-Islam.”

Sick menyatakan IAEA, meskipun mencurigai tujuan akhir Iran, tak menemukan bukti yang dapat dipercaya mengenai program senjata nuklir di Iran.

Teheran berkeras program nuklirnya hanya bertujuan damai tapi Barat menuduh negeri tersebut menghasilkan uranium yang diperkaya buat tujuan militer.

Selama beberapa kali, IAEA telah menyatakan bahwa kegiatan nuklir Iran tidak ditujukan bagi penerapan militer.

Media Inggris melaporkan Jumat bahwa Iran telah memperlambat angka kemampuan pengayaannya. Mereka juga mengutip keterangan beberapa pejabat PBB yang mengatakan negeri tersebut telah menimbun lebih dari 1.000 kilogram uranium hasil pengayaan rendah meskipun Teheran memiliki lebih sedikit pengoperasian sentrifugal sejak November lalu.

Awal pekan lalu, Sick mengatakan kepada sejumlah ahli di London bahwa pendekatan Barat terhadap program nuklir Iran dalam beberapa dasawarsa belakangan telah tersesat dan tidak efektif.

Saat merujuk kepada tiga sanksi yang dijatuhkan PBB atas Iran dan pembatasan lain yang diciptakan oleh pemerintah AS, Sick mengatakan para ilmuwan Iran lebih berhasil dalam satu dasawarsa terakhir mengingat adanya semua sanksi tersebut.

Iran baru-baru ini menempatkan satelitnya sendiri “Omid” di orbit, sehingga menjadikannya prestasi lain bagi sektor teknologi dan sains di negeri itu –yang telah dirundung sanksi selama 30 tahun belakangan, setelah Revolusi Islam 1979.

“Ketika kita memulai proses sanksi, Iran tak memiliki satu sentrifugal pun. Sekarang, saat kita mendekati akhir proses ini, Iran telah mengembangkan 5.000 sentrifugal. Bisa jadi tak mungkin bagi Teheran untuk memiliki akses ke teknologi canggih ini, seandainya Barat tak menjatuhkan sanksi atas negeri tersebut,” kata Sick.

Ia menambahkan Iran mesti diberi kesempatan memainkan peran yang lebih bertanggung jawab di wilayah itu dan proses pembinaan kepercayaan mesti dirintis antara Iran dan Barat, termasuk dengan Amerika Serikat.

Ia mengusulkan Presiden baru AS Barack Obama membuka bagian yang menarik di Teheran dan datang ke meja perundingan, tanpa prasyarat.(Ant/OL-01)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 538 other followers

%d bloggers like this: