“The End of American Economy?”: Lonceng Kebangkrutan Ekonomi Amerika Terus Berdetak

Lonceng kebangkrutan ekonomi Amerika Serikat nampaknya terus berdetak keras. Bursa Saham Wall Street sebagai jantungnya bursa saham negara super power itu tengah menjerit, meradang menuju proses tenggelamnya. Ikutilah dua berita menarik Kompas berikut ini.

a
KOMPAS, 24 Februari 2009
Investor Ragu, Bursa Saham Wall Street Tenggelam

132314p

Kesibukan para pialang di lantai Bursa Saham New York, New York Cit

Rabu, 18 Februari 2009 | 07:38 WIB

NEW YORK, SELASA – Saham-saham AS jatuh ke posisi terendah November pada Selasa (18/2) waktu setempat, karena para investor meragukan efektivitas undang-undang stimulus  ekonomi AS yang baru dan dua produsen otomotif berlomba menyampaikan rencana restrukturisasi untuk kelangsungan hidup mereka.

Indeks Dow Jones Industrial Average  turun tajam 297,81 poin, atau 3,79 persen, menjadi berakhir pada 7.552,60.

Indeks komposit saham teknologi dominan, Nasdaq, jatuh 63,70 poin, atau 4,15 persen, menjadi 1.470,66 dan indeks Standard & Poor’s 500 mundur kembali 37,67 poin, atau 4,56 persen, menjadi 789,17 poin.

Indeks saham blue-chip Dow berakhir mendekati posisi terendah November, ketika ditutup pada 7.552,29. Setelah pada Senin pasar tutup, Dow diperdagangkan turun lebih dari tiga persen sepanjang sesi paling menghukum.

“Saham-saham hari ini memperpanjang kinerja yang mengerikan pada pekan lalu, dengan indikator utama pasar  jatuh terjerembab,” kata Elizabeth Harrow, seorang analis di Schaeffer’s Investment Research.

Al Goldman dari Wachovia Securities mencatat bahwa kemerosotan ini mengikuti penurunan tajam pasar-pasar luar negeri di tengah kekhawatiran  bank-bank  yang menghadapi penurunan peringkat dan kerugian lebih lanjut.  “Tuduhan ’penipuan besar-besaran’ yang melibatkan sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Houston, menambah berat,” tambah dia.

Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC-sejenis Bapepam-LK di Indonesia), Selasa, menuduh tokoh Texas dan promotor terkemuka kriket Allen Stanford dalam sebuah skema penipuan sekuritas internasional yang melebatkan 9,2 miliar dollar AS.

Itu merupakan penipuan keuangan AS terbesar sejak pemberi modal Wall Street, Bernard Madoff ditangkap dua bulan lalu atas tuduhan melakukan penipuan 50 miliar dollar AS.

Para investor juga tidak yakin tentang paket stimulus ekonomi 787 miliar dollar AS yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Barack Obama pada Selasa,  yang menyatakan “permulaan dari pengakhiran” krisis ekonomi AS terburuk dalam 80 tahun.

Para analis mengatakan pasar tidak melihat sesuatu bantuan cepat dari RUU pemotongan pajak dan belanja dan sedikit yang percaya itu akan bisa bekerja.

Frederic Dickson dari DA Davidson mengatakan paket stimulus ekonomi “tidak mengilhami para investor, karena masih banyaknya pertanyaan tentang waktu dan kemampuan untuk mencapai stabilitas ekonomi dalam jangka pendek.”

Data aktivitas manufaktur di wilayah New York  makin suram, menunjukkan penurunan indeks  ke rekor terendah lainnya pada Februari.

Tidak adanya kepercayaan investor tercermin dalam menguatnya dollar, yang dipandang sebagai mata uang “safe-haven” (tempat berlindung yang aman) pada waktu pasar dalam ketidakpastian.

Para investor juga menunggu menunggu batas akhir pemerintah pada Selasa, untuk rencana restukturisasi awal dari General Motors dan Chrysler. Dua produsen otomotif bermasalah yang menerima total gabungan pinjaman 13,4 miliar dollar AS dari Departemen Keuangan  untuk membantu mencegah kebangkrutan mereka.[]a

Bursa Saham Wall Street Jatuh ke Level 1997

AP PHOTO/DAVID KARP

3054616p

Pialang di bursa saham New York, AS, sibuk melakukan transaksi saat pembukaan Selasa pagi

Selasa, 24 Februari 2009 | 07:40 WIB

NEW YORK,SELASA-Berbagai indeks penting Wall Street jatuh ke posisi penutupan terendah mereka dalam hampir 12 tahun, di tengah kekecewaan para investor terhadap rencana terakhir Washington untuk menyelamatkan sistem perbankan AS yang ‘sakit’.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 250,89 poin, atau 3,41 persen, menjadi 7.114,78, jatuh di bawah posisi terendah ketika pasar mengalami “bearish” (kelesuan) pada November dan terkapar di posisi terendah sejak Mei 1997.

Indeks Standard & Poor’s 500 menyusut 26,72 poin, atau 3,47 persen, menjadi 743,33, merupakan posisi akhir terendah sejak April 1997. Indeks komposit saham teknologi Nasdaq juga meluncur turun 53,51 poin, atau 3,71 persen, menjadi 1.387,72, level terendah sejak November 2008.

Aksi pasar muncul karena otoritas AS mengungkapkan sebuah rencana untuk “menyangga modal” bank-bank yang sakit, namun mereka mengatakan berupaya menghindari nasionalisasi.

Marc Pado, seorang analis dari Cantor Fitzgerald, mengatakan pasar telah mengharapkan rincian lebih lanjut dari rencana pemerintahan Obama untuk menyelamatkan sistem perbankan. “Pasar masih sedang menghadapi masalah dengan gagasan bahwa kami tidak memperoleh kejelasan, bahwa hal itu diperlukan untuk sistem finansial,” kata Pado kepada AFP.

“Itu berita bagus untuk bank-bank bahwa pemerintah mengatakan mereka menyetujui lebih banyak dana talangan (bailout), tapi itu bukan sesuatu yang positif bagi pasar bahwa bank-bank memerlukan dana talangan.”

About these ads

One Response to “The End of American Economy?”: Lonceng Kebangkrutan Ekonomi Amerika Terus Berdetak

  1. cori says:

    Alhamdulillahirobbil’ alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 538 other followers

%d bloggers like this: