Gereja Katolik Tetap Tak Sejalan dengan Darwin

Berita Kompas.com
Selasa, 3 Maret 2009

darwin1ROMA, SELASA — Kepala Konggregasi Vatikan Bidang Doktrin dan Kepercayaan Kardinal William Levada menegaskan kembali bahwa Gereja Katolik tetap tidak sejalan dengan realitas ilmu pengetahuan seperti teori evolusi.

Hal itu ditegaskan kembali oleh Kardinal Levada dalam kuliah tentang kepercayaan dan ilmu pengetahuan di awal konferensi yang disponsori Vatikan untuk memperingati 150 tahun teori Darwin, The Origin of Species.

Berbicara dalam konferensi tersebut, Levada menyatakan, Vatikan meyakini ada spektrum ruangan maha luas untuk kedua pihak, baik kalangan yang berbasis ilmu pengetahuan, maupun pihak yang meyakini Tuhan sebagai Sang Pencipta. “Kita percaya bahwa Tuhan adalah pencipta segala sesuatu,” katanya.

Kardinal Levada menegaskan, meskipun Vatikan tidak melarang ilmu pengetahuan, tetapi ia tegas menolak teori absurditas biologist Richard Dawkins dan pihak-pihak lain yang menyebutkan bahwa teori evolusi telah membuktikan tidak ada Tuhan.

“Tentu kami berpikir hal itu absurd dan tidak terbukti,” katanya. “Lebih dari itu, Vatikan telah menyatakan bahwa kami tidak sejalan dengan realita ilmu pengetahuan itu,” tambahnya.

Vatikan di bawah kepemimpinan Paus Benediktus XVI saat ini sedang mencoba untuk menekankan keyakinan bahwa tidak ada kompatibiltas antara kepercayaan dan logika. Konferensi lima hari di Universitas Pontifikal Gregoriana ini merupakan cara untuk melawan komunitas ilmu pengetahuan itu.

Ajaran Gereja selama ini menyebutkan bahwa kekatolikan dan teori evolusi tidak perlu dipertentangkan. Akan tetapi, posisi Vatikan itu justru membingungkan dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, pada tahun 2005, The New York Times memuat tulisan Kardinal Christoph Schoenborn dari Australia yang tampaknya menolak ajaran tradisional gereja dan kembali ke desain intelektual.

Ditulis oleh Schoenborn yang merupakan sahabat Paus Benediktus itu bahwa kehidupan terlalu kompleks jika hanya dikembangkan berdasarkan teori evolusi. Karena itu, menurut Schoenborn, ada campur tangan oleh kuasa yang lebih tinggi dalam perubahan spesies itu dari waktu ke waktu!

Konferensi evolusi selanjutnya akan mengeksplorasi desain inteligen, meskipun bukan dari sisi, baik ilmu pengetahuan maupun teologi, melainkan dari sisi kultural. Dalam hal ini, Levada merujuk pada Dawkins dan perdebatan atas ajaran tentang penciptaan di sekolah-sekolah Amerika. Akhirnya, dia menyebut pandangan Vatikan yang menyebutkan “Vatikan mendengar dan mempelajari”. MSH

Ulasan:
Ini berita menarik tentang perkembangan hubungan agama dan ilmu pengetahuan. Kita tahu, pada Abad Pertengan (The Middle Age), gereja terkenal dengan sikapnya yang tak sejalan dengan ilmu pengetahuan. Bukan hanya tak sejalan bahkan anti. Mereka memburu orang-orang yang menentang dan “merusak wibawa” sikap gereja. Yang terkenal adalah kasus penemuan teori heliosentrisme (tata surya berpusat matahari) yang menggantikan teori geosentrisme (tata surya berpusat bumi) yang dianut gereja saat itu. Heliosentrisme ditemukan Galileo Galilei (1564- 1642) seorang astronom, filsuf dan fisikawan yang berperan penting dalam revolusi ilmiah. Ia mendapat perlakuan buruk.  Atas penemuannya, ia diajukan kepada pengadilan gereja Italia pada 22 Juni 1633 dan divonis mati.

Menariknya berita di bawah ini. Sikap gereja terhadap ilmu pengetahuan belum berubah, masih sama dengan abad pertengahan. Seperti berita Kompas ini, sikap Gereja Vatikan tidak sejalan dengan teori evolusi Darwin. Bedanya adalah secara materi. Sikapnya yang dulu secara ilmu keliru (agama anti ilmu pengetahuan) karena sekarang terbukti Galileo yang benar. Tapi, sikap yang sama terhadap teori evolusi Darwin adalah benar. Perkembangan ilmu pengetahuan sudah membuktikan kelemahan-kelemahan teori Darwin yang sulit diterima dengan teori dan akal sehat sehingga sulit dipertahankan bahwa manusia berevolusi dari kera menjadi sosok yang sekarang ini, termasuk Anda, pacar Anda, ibu bapak Anda, bagi Darwin, semuanya dulu adalah monyet-monyet yang berbulu lebat.

Apakah sikap gereja pada hakikatnya tetap anti ilmu pengetahuan atau sudah berubah seperti sikapnya pada toeri evolusi Darwin saat ini. Penentangan atas teori evoulsui ini sejalan dengan Islam yang sejak awal menolak dengan tegas teori Darwin ini sebagai sebuah lelucon ilmiah!! (moeflich)

Bagaimana menurut Anda??

6 Responses to Gereja Katolik Tetap Tak Sejalan dengan Darwin

  1. bulsit says:

    oh begitu toh……….

  2. hamdan says:

    Tidak cukupkah ilmu pengetahuan menerangkan kalau bukti adanya ALLH SWT adalah dengan diciptakannya semua makhluk hidup yang ada di permukaan bumi?apakah seluruh mahkluk yang hidup di muka bumi ini ada dengan sendirinya?tanpa ada yang menciptakan?Mr Darwin anda harus bertaubat dengan sebenar benarnya taubat…..karena kalau tidak anda orang no 2 di belakang fir’aun yang akan masuk neraka jahanam,nerakanya ALLAH yang mustahil manusia akan sanggup menerima siksaannya.

  3. thegoeh says:

    jgn percaya dengan teori2 yang menyesatkan…
    kl manusia memang dari kera ko sampe sekarang masih ada kera,knapa ngk berubah jd manusia…yang bener aj lo Darwin..

  4. Yoseph Agung P. says:

    ROMA, SELASA — Kepala Konggregasi Vatikan Bidang Doktrin dan Kepercayaan Kardinal William Levada menegaskan kembali bahwa Gereja Katolik tetap tidak sejalan dengan realitas ilmu pengetahuan seperti teori evolusi.
    ————————-
    Kepala tulisan ini tidak sesuai dengan isi pernyataan Kardinal William Levada.
    Ini adalah kesimpulan PENULIS, bukan kesimpulan Ajaran Gereja Katolik.
    mbok yo jangan nambah-nambahin isinya to…
    Yang benar bahwa Gereja Katolik masih menunggu, karena TIDAK ADA bukti yang membantah maupun mendukungnya.

    Pax In Christo

  5. Yoseph Agung P. says:

    Galilei (1564- 1642) …….Atas penemuannya, ia diajukan kepada pengadilan gereja Italia pada 22 Juni 1633 dan divonis mati..
    ———————————
    Bukan divonis mati.. tetapiTAHANAN RUMAH
    Coba baca ini:

    Galileo Galileo (1564-1642) yang tertarik dan mendukung teori heilocentric dari Copernicus, mencoba membuktikan bahwa teori heliocentric adalah benar, dengan beberapa argumentasi yang tidak memenuhi standard science pada waktu itu. Namun dengan keadaan tersebut, Galileo tetap berkeras bahwa teori yang dikemukakannya adalah benar. Hal inilah yang menjadikan pertentangan dengan Gereja Katolik pada saat itu. Dan hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan umat. Kemudian Galileo menghadap tim investigasi di Roma dan dari situ dinyatakan bahwa teori heliocentric tidak dapat dibuktikan sesuai dengan standard science pada waktu itu, sehingga dinyatakan salah, juga bidaah dan anti Alkitab. Galileo harus mencabut pernyataannya, dan Galileo berjanji tidak akan mengajarkan teori ini lagi.

    Galileo benar ketika dia mengatakan bahwa Alkitab ditujukan untuk mengajarkan manusia bagaimana untuk mencapai surga.

    Kardinal Bellarmine yang mempunyai pengaruh besar pada waktu itu mengatakan “Saya katakan bahwa jika sebuah bukti yang konkrit ditemukan bahwa matahari tetap dan tidak berputar mengelilingi bumi, tetapi bumi mengelilingi matahari, maka menjadi sangat penting, secara hati-hati, untuk melakukan penjelasan dari beberapa ayat di Kitab Suci yang terlihat kontradiksi, dan kita lebih baik mengatakan bahwa kita telah salah menginterpretasikan semua ini daripada mengumumkan bahwa hal itu adalah salah seperti yang telah dibuktikan”.

    Hal ini berarti bahwa Gereja Katolik mempunyai sikap bahwa kalau teori tersebut dapat DIBUKTIKAN sesuai dengan STANDART SCIENCE pada waktu itu, dan terbukti benar, maka Gereja akan berfikir bagaimana menginterpretasikan Alkitab, sehingga tidak bertentangan dengan kebenaran tersebut.
    Di sinilah Galileo benar, bahwa Alkitab bukanlah buku science, namun mengajarkan orang untuk mencapai surga.

    Walaupun Galileo telah berjanji mentaati untuk tidak mengajarkan teori tersebut, namun Galileo mengingkarinya dengan menerbitkan buku di tahun 1632. Dan kemudian Galileo dihadapkan pada tim investigasi dan kemudian Galileo menjalani TAHANAN RUMAH sambil melakukan penitensi.
    Namun sungguh sangat salah kalau dikatakan seolah-olah Galileo tidak diperlakukan tidak manusiawi, karena baik selama proses investigasi dan tahanan rumah, Galileo mendapatkan fasilitas yang sangat baik. Pada tahun 1642, dia meninggal dan 5 tahun sebelum meninggal dia mengalami kebutaan. Paus Urban VIII memberikan BERKAT KHUSUS buat Galileo, dan jenasahnya dikuburkan di dalam Gereja Santa Croce di Florence

    Hal ini dapat dibaca di New Advent – Galileo Galilei.

    Lha terus, kalau dihukum mati mengapa diberikan BERKAT KHUSUS…? ya gak mungkin tho ya.

    Pax In Christo

  6. penggemar hoax says:

    Subhanallah…Hanya Islam agama yang benar dan tidak bertentangan dengan sains dan ilmu pengetahuan..
    Salah satu bukti bahwa kristen adalah agama yang menentang ilmu pengetahuan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: