“Gue gak mau munafik!” Hemh… Menyesatkan!

Ungkapan “Gue gak mau munafik!” ini sering diucapkan terutama oleh para artis dan selebritis yang senang mengumbar birahi pada penontonnya. Ungkapan itu biasanya ketika ditanyai wartawan tentang penampilan beraninya beradegan syuur.., keluarlah jawabannya yang meyakinkan: “Terus terang, gue gak mau munafik. Tuntutan skenarionya begitu, ya harus profesional dong! Bagi gue itu wajar-wajar saja kok.” dst .

Saya bergumam, mereka seenak udelnya aja menggunakan istilah “munafik.” Ungkapan itu seperti benar padahal menyesatkan. Munafik artinya seseorang mengetahui dan meyakini kebenaran dalam hatinya tapi mulutnya menolaknya. Atau, hatinya mengetahui sesuatu salah tapi tetap melakukannya dengan sengaja. Atau, mulutnya mengatakan kebenaran tapi hatinya mungkir. Intinya, lain di mulut lain di hati. Para artis selebriti itu, bila ia mau merenung dan bertanya pada hati nuraninya, bahwa berpenampilan seksi, mempertontonkan aurat, pameran birahi dan beradegan syur itu niscaya salah, hatinya pasti tidak akan membenarkannya. Agama apapun dia. Menurut Islam, salahnya adalah mempertontonkan aurat. Bila non-Muslim, itu melanggar etika sosial, etika kesopanan dan kepatutan. Buktinya, ketika seseorang apalagi artis yang populer ketahuan sedang berfoto ciuman, atau beradegan mesra, beradegan syur penuh desah nafas birahi, atau berfoto bugil, merasa malunya bukan main. Keluarga Azhari saja (Ayu, Rahma dan Sarah Azhari) yang terkenal sebagai keluarga porno dan cabul, tetap saja merasa malu bukan main ketika foto-foto bugilnya ketahuan masyarakat dan beredar di internet, sampai kabur jauh keluar negeri. Apa artinya itu? Mengapa harus malu? Mengapa harus kabur segala? Karena, tanpa disadarinya, hatinya mengatakan itu salah, itu tidak benar, melanggar moral dan etika sosial, apalagi agama. Begitu juga dengan artis-selebriti lain. Ketika mulutnya mengatakan “gue tidak munafik,” sebenanrnya hatinya mengatakan itu tidak benar, perasaannya sebenarnya malu.

Orang munafik adalah mereka yang melanggar dan mengabaikan kata hatinya, siapa pun dia. Bisa jadi seorang ahli agama.  Jadi, “gue tidak munafik” itu artinya justru sebaliknya. Ungkapan itu untuk menutupi sikap munafiknya yang tidak disadarinya, hanya untuk menutupi perasaan dan sikap yang sudah kehilangan rasa malu!!

Wallahu ‘alam!!
(Ciputat, 14 Maret 2009, 23.21)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: