Sufi dan Seekor Anjing

Fariduddin Attar menceritakan penghormatan sufi pada seeokor anjing: Makruf Karkhi mempunyai seorang paman, ia seorang walikota. Suatu hari, sang paman melihat Makruf sedang makan roti dipinggir jalan bersama seekor anjing. Roti itu dibagi dua, sebagian buat dirinya, sebagian disuapkan ke mulut anjing itu. “Makruf, apa yg lakukan? Tidakkah engkau malu makan bersama seekor anjing?” Teriak sang Paman marah. “Karena rasa maluku, aku membagi makananku dengan anjing ini.”

3 Responses to Sufi dan Seekor Anjing

  1. nice blog,
    keep blogging…🙂

  2. yeop says:

    adakah cerita2 seperti ini berdasarkan kepada sanad yang thiqah? kemudian apakah hadaf dan matlamat memberi pengkisahan seperti ini? adakah anda ingin menyatakan bahawa sufi itu memualiakan binatang? atau menyatakan bahawa sufi itu memeiliki sifat rendah diri? @ anda mahu menghinakan sufi itu? islam agama yg syumul dan sudah cukup sempurna…masih banyak contoh2 daripda kisah sahabat dan tabien yang boleh diambil pengajarannya…syukran

  3. pat says:

    kisah abu yasid yang benar2 tziqah… cerita ini jg tzigah… bisa anda telusuri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: