Katanya Ateis, Kok ke Gereja?

a
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – 9 Des 2011- Secara harfiah ateis adalah individu atau kelompok yang tidak percaya terhadap Tuhan. Yang menarik, khususnya di AS, seorang ateis tetap ke gereja kendati hanya sekali dalam setahun. Demikian survei terbaru Institut Riset Ilmu Sosial yang berbasis di Oxford, Inggris.

Survei itu menyebutkan dari 1.700 ilmuwan ateis yang menjadi responden, sebanyak 17 persennya menghadiri layanan gereja sekali dalam setahun. Alasannya, mereka menghadiri layanan gereja untuk memperkenalkan tradisi keagamaan dalam kehidupan anak-anak sebelum mereka memutuskan apakah beragama atau ateis.

Sosiolog Schultz Lee mengatakan, tradisi Kristen di kalangan warga AS begitu kental. Meski sebagian ilmuwan menghujat gereja, namun mereka tidak bisa mengubah tradisi yang mengharuskan orang tua untuk memperkenalkan agama terhadap anak-anak.

“Mereka ateis, tapi mereka berusaha agar anak-anak tidak meninggalkan keraguan dalam perjalanan spiritualnya. Terlepas nantinya mereka akan menjadi ateis pula seperti orang tuanya,” kata Lee seperti dikutip thehuffingtonpos, Jum’at (9/12).

Seorang responden, ilmuwan kimia yang dibesarkan dalam keluarga Khatolik, mengatakan ilmu pengetahuan dan agama tidak akan seiring sejalan. Namun, ia ingin memberitahu putrinya soal perbedaan agama dan ilmu pengetahuan dengan terlebih dahulu memperkenalkan agama. “Aku hanya menginginkan putriku tidak harus percaya pada Tuhan,” kata dia.

Kepala Tim Riset, Elaine Howard Ecklund, berharap temuan ini akan membantu masyarakat lebih memahami bagaimana kehidupan keluarga dapat berinteraksi dengan agama. “Kami mengharapkan orang tua ateis dapat memperkenalkan agama sedari awal,” kata Ecklund.[]

About these ads

One Response to Katanya Ateis, Kok ke Gereja?

  1. Sebenarnya, ateisme — orangnya disebut ateis — tidak mutlak berarti tidak percaya tuhan/Tuhan. Mulanya terminologi ini merujuk pada kalangan yang tidak mengakui tuhan/Tuhan yang diakui khalayak ramai. Namun dalam perkembangannya, istilah ini menyempit dan menjadi berarti sama sekali tidak percaya tuhan/Tuhan atau anti agama.
    “The term atheism originated from the Greek ἄθεος (atheos), meaning “without god(s)”, used as a pejorative term applied to those thought to reject the gods worshipped by the larger society. With the spread of freethought, skeptical inquiry, and subsequent increase in criticism of religion, application of the term narrowed in scope. The first individuals to identify themselves using the word “atheist” lived in the 18th century.”
    Lihat:
    http://en.wikipedia.org/wiki/Atheism

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 538 other followers

%d bloggers like this: