Dialog Mas Hisab dan Kang Rukyat

*

Mas Hisab dan Kang Rukyat gak sengaja ketemu di jalanan macet di Bandung, lagi pada mudik.
“Eeh… Kang Rukyat, Akang lebaran hari ini?” Tanya Mas Hisab.
“Iya Mas, lha kita bareng ya?” Kang Rukyat kaget.

M’ Hisab: “Iya ya, kita kan biasanya beda?”
K’ Rukyat: “Ya sampean sih, suka ingin beda.”
M’ Hisab: “Ya ilmu kita kan beda.”
K’ Rukyat: “Tapi buktinya sekarang bisa bareng.”
M’ Hisab: “Ini kebetulan aja. Tapi, enak juga ya kalau bareng terus. Umat gak dibikin bingung. Sekarang kompak rasanya enak dan damai.”
K’ Rukyat: “Iya ya. Tapi, siapa yang bikin bingung? Bukan kita Mas. Itu kan tokoh ormas dan ulamanya saja.”
M’ Hisab: “Iya ya Kang, padahal kalau dibarengkan terus, kita seneng-seneng sajja tho?”
K’ Rukyat: “Iya, tapi kayaknya susah kalau bareng terus Mas. Nanti ulama di ormas tertentu dianggap gak keliatan punya ilmu, gak keliatan identitas ormasnya, gak kesorot televisi dan media.”
M’ Hisab: “Mereka masih pada ego ya?”
K’ Rukyat: “Kali. Kita ini hanya alat, ulama dan pemerentah yang bikin keputusan.”
M’ Hisab: “Eh di Malaysia, dibarengkan terus lho Kang oleh keputusan pemerentah, yang melanggar diberi sanksi.”
K’ Rukyat: “Iya disana ulamanya bisa dipersatukan, kompak sama pemerintah Mas, disini mana bisa. Padahal, keputusan begini harusnya wewenang pemerentah.”
M’ Hisab: “Disini susahnya pemerentahnya korupsi sih, jadi gak berwibawa, jadi ormas dan ulama gak mau nurut.”
K’ Rukyat: “Yaa … ke korupsi lagi. Tapi, memang itu dasar-dasarnya sih ya?”
M’ Hisab: “Lha iyya tho? Kalau pemerentah mau berwibawa, mereka harus bersih dulu, baru mengharapkan rakyatnya nurut.”
K’ Rukyat: “Sampean bener Mas. Eh, ngomong-ngomong mudik ke mana nih?”
M’ Hisab: “Aku ke Tegal. Akang kemana?”
K’ Rukyat: “Saya mah ke Tasikmalaya. Salam aja buat semuanya.”
Mereka berdua bersalaman, berpelukan dan berpisah. Mas Hisab dan Kang Rukyat berdamai sentosa. Akar masalahnya ternyata di pemerentah juga.*** (Moeflich Hasbullah)

4 Responses to Dialog Mas Hisab dan Kang Rukyat

  1. gampang kalo igin bareng, tahun ganjil NU yang menentukan 1 syawal, tahun genap Muhamaadiyah yg tentukan. gampang Kan!!!!!

  2. Abdul says:

    percakapan yang mendidik buat kita semuanya semoga bermanfaat dan semoga bersatulah umat agar jadi kuat berjayalah Indonesia ku dan berwibawalah bangsa ku

  3. asnucorp says:

    maulana subur. ya gak bisa segampang itu toh mas. ini masalah tuntunan agama. gak bisa digampang-gampangkan. dulu aja nabi pernah ditawarin sama orang quraisy “gimana kalo hari ini kami (kaum quraisy) menyembah tuhan Muhammad, lalu esook harinya Muhammad dan kaumnya menyembah tuhan kami” Nabi dengan tegas mengatakan “TIDAK” dan turunlah surat al-kafiruun dimana pada yat terakhir menyatakan bahwa “bagimu agamamu – bagiku agamaku” nah maka dari itu bang maulana kita gak bisa seenaknya ngatur2 (ngubah) apa yang telah ditentukan dalam Al-Quran dan Hadist dengan alasan apapun.
    adapun untuk masalah penentuan awal bulan syawal (iedul fitri) ada beberapa yg jadi pertanyaan saya untuk pemerintah ataupun ulama yang menggunakan penentuan awal bulan dengan metode rukyatul hilal.

    1. apakah pada selain bulan ramadhan, syawal dan Dzulhijah digunakan rukyatul hilal juga dalam penentuan awal bulannya.. ?? (setahu saya sidang isbat hanya ada pada awal ramadhan, Syawal, dan bulan Djuhlhijah (lebaran haji)

    2. mengapa untuk menentukan awal ke tiga bulan tersebut menggunakan metode rukyatul hilal, sedangkan untuk penentuan waktu sholat menggunakan metode hisab/hitung-hitungan (terbukti pemerintah sudah memiliki penentuan waktu shalat abadi yang (Insya Allah) berlaku sepanjang masa.
    mengapa tidak digunakan metode yang sama dalam menentukan waktu sholat dan penanggalan.

    mangga disharing kang kalo ada info-infonya.

  4. salsa says:

    Kok pinter temen sih mas jenengan gawe naskah drama? Ajari aku dong!
    Kalo naskah ini diberikan sutradara pilem dan dipilemkan kemudian disiarkan tipi, akan sangat bagus dan semua orang seluruh dunia Indonesia raya bisa tersadarkan semua, insya allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: