Kisah Aneh Pendeta Masuk Islam

Mungkin kisah ini terasa sangat aneh bagi mereka yang belum pernah bertemu dengan orangnya atau langsung melihat dan mendengar penuturannya. Kisah yang mungkin hanya terjadi dalam cerita fiktif, namun menjadi kenyataan. Hal itu tergambar dengan kata-kata yang diucapkan oleh si pemilik kisah yang sedang duduk di hadapanku mengisahkan tentang dirinya. Untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut dan mengetahui kejadian-kejadian yang menarik secara komplit, biarkan aku menemanimu untuk bersama-sama menatap ke arah Johannesburg, kota bintang emas nan kaya di negara Afrika Selatan di mana aku pernah bertugas sebagai pimpinan cabang kantor Rabithah al-’Alam al-Islami di sana.

Pada tahun 1996, di sebuah negara yang sedang mengalami musim dingin, di siang hari yang mendung, diiringi hembusan angin dingin yang menusuk tulang, aku menunggu seseorang yang berjanji akan menemuiku. Istriku sudah mempersiapkan santapan siang untuk menjamu sang tamu yang terhormat. Orang yang aku tunggu dulunya adalah seorang yang mempunyai hubungan erat dengan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Ia seorang misionaris penyebar dan pendakwah agama Nasrani. Ia seorang pendeta, namanya ‘Sily.’ Aku dapat bertemu dengannya melalui perantaraan sekretaris kantor Rabithah yang bernama Abdul Khaliq Matir, di mana ia mengabarkan kepada-ku bahwa seorang pendeta ingin datang ke kantor Rabithah hendak membicarakan perkara penting.

Tepat pada waktu yang telah dijanjikan, pendeta tersebut datang bersama temannya yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah salah seorang anggota sebuah sasana tinju setelah ia memeluk Islam, selepas bertanding dengan seorang petinju muslim terkenal, Muhammad Ali. Aku menyambut keda-tangan mereka di kantorku dengan perasaan yang sangat gembira. Sily seorang yang berpostur tubuh pendek, berkulit sangat hitam dan mudah tersenyum. Ia duduk di depanku dan berbicara denganku dengan lemah lembut. Aku katakan, “Saudara Sily bolehkah kami mendengar kisah keislamanmu?” ia tersenyum dan berkata, “Ya, tentu saja boleh.”

Pembaca yang mulia, dengar dan perhatikan apa yang telah ia ceritakan kepadaku, kemudian setelah itu, silahkan beri penilaian.!

Sily berkata, “Dulu aku seorang pendeta yang sangat militan. Aku berkhidmat untuk gereja dengan segala kesungguhan. Tidak hanya sampai di situ, aku juga salah seorang aktifis kristenisasi senior di Afrika Selatan. Karena aktifitasku yang besar maka Vatikan memilihku untuk menjalankan program kristenisasi yang mereka subsidi. Aku mengambil dana Vatikan yang sampai kepadaku untuk menjalankan program tersebut. Aku mempergunakan segala cara untuk mencapai targetku. Aku melakukan berbagai kunjungan rutin ke madrasah-madrasah, sekolah-sekolah yang terletak di kampung dan di daerah pedalaman. Aku memberikan dana tersebut dalam bentuk sumbangan, pemberian, sedekah dan hadiah agar dapat mencapai targetku yaitu memasukkan masyarakat ke dalam agama Kristen. Gereja melimpahkan dana tersebut kepadaku sehingga aku menjadi seorang hartawan, mempunyai rumah mewah, mobil dan gaji yang tinggi. Posisiku melejit di antara pendeta-pendeta lainnya.

Pada suatu hari, aku pergi ke pusat pasar di kotaku untuk membeli beberapa hadiah. Di tempat itulah bermula sebuah perubahan!

Di pasar itu aku bertemu dengan seseorang yang memakai kopiah. Ia pedagang berbagai hadiah. Waktu itu aku mengenakan pakaian jubah pendeta berwarna putih yang merupakan ciri khas kami. Aku mulai menawar harga yang disebutkan si penjual. Dari sini aku mengetahui bahwa ia seorang muslim. Kami menyebutkan agama Islam yang ada di Afrika selatan dengan sebutan ‘agama orang Arab.’ Kami tidak menyebutnya dengan sebutan Islam. Aku pun membeli berbagai hadiah yang aku inginkan. Sulit bagi kami menjerat orang-orang yang lurus dan mereka yang konsiten dengan agamanya, sebagaimana yang telah berhasil kami tipu dan kami kristenkan dari kalangan orang-orang Islam yang miskin di Afrika Selatan.

Si penjual muslim itu bertanya kepadaku, “Bukankah anda seorang pendeta?” Aku jawab, “Benar.” Lantas ia bertanya kepadaku, “Siapa Tuhanmu?” Aku katakan, “Al-Masih.” Ia kembali berkata, “Aku menantangmu, coba datangkan satu ayat di dalam Injil yang menyebutkan bahwa al-Masih AS berkata, ‘Aku adalah Allah atau aku anak Allah. Maka sembahlah aku’.” Ucapan muslim tersebut bagaikan petir yang menyambar kepalaku. Aku tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Aku berusaha membuka-buka kembali catatanku dan mencarinya di dalam kitab-kitab Injil dan kitab Kristen lainnya untuk menemukan jawaban yang jelas terhadap pertanyaan lelaki tersebut. Namun aku tidak menemukannya. Tidak ada satu ayat pun yang men-ceritakan bahwa al-Masih berkata bahwa ia adalah Allah atau anak Allah. Lelaki itu telah menjatuhkan mentalku dan menyulitkanku. Aku ditimpa sebuah bencana yang membuat dadaku sempit. Bagaimana mungkin pertanyaan seperti ini tidak pernah terlintas olehku? Lalu aku tinggalkan lelaki itu sambil menundukkan wajah. Ketika itu aku sadar bahwa aku telah berjalan jauh tanpa arah. Aku terus berusaha mencari ayat-ayat seperti ini, walau bagaimanapun rumitnya. Namun aku tetap tidak mampu, aku telah kalah.

Aku pergi ke Dewan Gereja dan meminta kepada para anggota dewan agar berkumpul. Mereka menyepakatinya. Pada pertemuan tersebut aku mengabarkan kepada mereka tentang apa yang telah aku dengar. Tetapi mereka malah menyerangku dengan ucapan, “Kamu telah ditipu orang Arab. Ia hanya ingin meyesatkanmu dan memasukkan kamu ke dalam agama orang Arab.” Aku katakan, “Kalau begitu, coba beri jawabannya!” Mereka membantah pertanyaan seperti itu namun tak seorang pun yang mampu memberikan jawaban.

Pada hari minggu, aku harus memberikan pidato dan pelajaranku di gereja. Aku berdiri di depan orang banyak untuk memberikan wejangan. Namun aku tidak sanggup melakukannya. Sementara para hadirin merasa aneh, karena aku berdiri di hadapan mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku kembali masuk ke dalam gereja dan meminta kepada temanku agar ia menggantikan tempatku. Aku katakan bahwa aku sedang sakit. Padahal jiwaku hancur luluh.

Aku pulang ke rumah dalam keadaan bingung dan cemas. Lalu aku masuk dan duduk di sebuah ruangan kecil. Sambil menangis aku menengadahkan pandanganku ke langit seraya berdoa. Namun kepada siapa aku berdoa. Kemudian aku berdoa kepada Dzat yang aku yakini bahwa Dia adalah Allah Sang Maha Pencipta, “Ya Tuhanku… Wahai Dzat yang telah men-ciptakanku… sungguh telah tertutup semua pintu di hadapanku kecuali pintuMu… Janganlah Engkau halangi aku mengetahui kebenaran… manakah yang hak dan di manakah kebenaran? Ya Tuhanku… jangan Engkau biarkan aku dalam kebimbangan… tunjukkan kepadaku jalan yang hak dan bimbing aku ke jalan yang benar…” lantas akupun tertidur.

Di dalam tidur, aku melihat diriku sedang berada di sebuah ruangan yang sangat luas. Tidak ada seorang pun di dalamnya kecuali diriku. Tiba-tiba di tengah ruangan tersebut muncul seorang lelaki. Wajah orang itu tidak begitu jelas karena kilauan cahaya yang terpancar darinya dan dari sekelilingnya. Namun aku yakin bahwa cahaya tersebut muncul dari orang tersebut. Lelaki itu memberi isyarat kepadaku dan memanggil, “Wahai Ibrahim!” Aku menoleh ingin mengetahui siapa Ibrahim, namun aku tidak menjumpai siapa pun di ruangan itu. Lelaki itu berkata, “Kamu Ibrahim… kamulah yang bernama Ibrahim. Bukankah engkau yang memohon petunjuk kepada Allah?” Aku jawab, “Benar.” Ia berkata, “Lihat ke sebelah kananmu!” Maka akupun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada sekelompok orang yang sedang memanggul barang-barang mereka dengan mengenakan pakaian putih dan bersorban putih. Ikutilah mereka agar engkau mengetahui kebenaran!” Lanjut lelaki itu.

Kemudian aku terbangun dari tidurku. Aku merasakan sebuah kegembiraan menyelimutiku. Namun aku belum juga memperoleh ketenangan ketika muncul pertanyaan, di mana gerangan kelompok yang aku lihat di dalam mimipiku itu berada.

Aku bertekad untuk melanjutkannya dengan berkelana mencari sebuah kebenaran, sebagaimana ciri-ciri yang telah diisyaratkan dalam mimpiku. Aku yakin ini semua merupakan petunjuk dari Allah SWT. Kemudian aku minta cuti kerja dan mulai melakukan perjalanan panjang yang memaksaku untuk berkeliling di beberapa kota mencari dan bertanya di mana orang-orang yang memakai pakaian dan sorban putih berada. Telah panjang perjalanan dan pencarianku. Setiap aku menjumpai kaum muslimin, mereka hanya memakai celana panjang dan kopiah. Hingga akhirnya aku sampai di kota Johannesburg.

Di sana aku mendatangi kantor penerima tamu milik Lembaga Muslim Afrika. Di rumah itu aku bertanya kepada pegawai penerima tamu tentang jamaah tersebut. Namun ia mengira bahwa aku seorang peminta-minta dan memberikan sejumlah uang. Aku katakan, “Bukan ini yang aku minta. Bukankah kalian mempunyai tempat ibadah yang dekat dari sini? Tolong tunjukkan masjid yang terdekat.” Lalu aku mengikuti arahannya dan aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berpakaian dan bersorban putih sedang berdiri di depan pintu.

Aku sangat girang, karena ciri-cirinya sama seperti yang aku lihat dalam mimpi. Dengan hati yang berbunga-bunga, aku mendekati orang tersebut. Sebelum aku mengatakan sepatah kata, ia terlebih dahulu berkata, “Selamat datang ya Ibrahim!” Aku terperanjat mendengarnya. Ia mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkannya. Lantas ia melanjutkan ucapan-nya, “Aku melihatmu di dalam mimpi bahwa engkau sedang mencari-cari kami. Engkau hendak mencari kebenaran? Kebenaran ada pada agama yang diridhai Allah untuk hamba-Nya yaitu Islam.” Aku katakan, “Benar. Aku sedang mencari kebenaran yang telah ditunjukkan oleh lelaki bercahaya dalam mimpiku, agar aku mengikuti sekelompok orang yang berpakaian seperti busana yang engkau kenakan. Tahukah kamu siapa lelaki yang aku lihat dalam mimpiku itu?” Ia menjawab, “Dia adalah Nabi kami Muhammad, Nabi agama Islam yang benar, Rasulullah SAW.” Sulit bagiku untuk mempercayai apa yang terjadi pada diriku. Namun langsung saja aku peluk dia dan aku katakan kepadanya, “Benarkah lelaki itu Rasul dan Nabi kalian yang datang menunjukiku agama yang benar?” Ia berkata, “Benar.”

Ia lalu menyambut kedatanganku dan memberikan ucapan selamat karena Allah telah memberiku hidayah kebenaran. Kemudian datang waktu shalat zhuhur. Ia mempersilahkanku duduk di tempat paling belakang dalam masjid dan ia pergi untuk melaksanakan shalat bersama jamaah yang lain. Aku memperhatikan kaum muslimin banyak memakai pakaian seperti yang dipakainya. Aku melihat mereka rukuk dan sujud kepada Allah. Aku berkata dalam hati, “Demi Allah, inilah agama yang benar. Aku telah membaca dalam berbagai kitab bahwa para nabi dan rasul meletakkan dahinya di atas tanah sujud kepada Allah.” Setelah mereka shalat, jiwaku mulai merasa tenang dengan fenomena yang aku lihat. Aku berucap dalam hati, “Demi Allah sesungguhnya Allah SAW telah menunjukkan kepadaku agama yang benar.” Seorang muslim memanggilku agar aku mengumumkan keislamanku. Lalu aku mengucapkan dua kalimat syahadat dan aku menangis sejadi-jadinya karena gembira telah mendapat hidayah dari Allah SWT.

Kemudian aku tinggal bersamanya untuk mempelajari Islam dan aku pergi bersama mereka untuk melakukan safari dakwah dalam waktu beberapa lama. Mereka mengunjungi semua tempat, mengajak manusia kepada agama Islam. Aku sangat gembira ikut bersama mereka. Aku dapat belajar shalat, puasa, tahajjud, doa, kejujuran dan amanah dari mereka. Aku juga belajar dari mereka bahwa seorang muslim diperintahkan untuk menyampaikan agama Allah dan bagaimana menjadi seorang muslim yang mengajak kepada jalan Allah serta berdakwah dengan hikmah, sabar, tenang, rela berkorban dan berwajah ceria.

Setelah beberapa bulan kemudian, aku kembali ke kotaku. Ternyata keluarga dan teman-temanku sedang mencari-cariku. Namun ketika melihat aku kembali memakai pakaian Islami, mereka mengingkarinya dan Dewan Gereja meminta kepadaku agar diadakan sidang darurat. Pada pertemuan itu mereka mencelaku karena aku telah meninggalkan agama keluarga dan nenek moyang kami. Mereka berkata kepadaku, “Sungguh kamu telah tersesat dan tertipu dengan agama orang Arab.” Aku katakan, “Tidak ada seorang pun yang telah menipu dan menyesatkanku. Sesungguhnya Rasulullah Muhammad SAW datang kepadaku dalam mimpi untuk menunjukkan kebenaran dan agama yang benar yaitu agama Islam. Bukan agama orang Arab sebagaimana yang kalian katakan. Aku mengajak kalian kepada jalan yang benar dan memeluk Islam.” Mereka semua terdiam.

Kemudian mereka mencoba cara lain, yaitu membujukku dengan memberikan harta, kekuasaan dan pangkat. Mereka berkata, “Sesungguhnya Vatikan me-mintamu untuk tinggal bersama mereka selama enam bulan untuk menyerahkan uang panjar pembelian rumah dan mobil baru untukmu serta memberimu kenaikan gaji dan pangkat tertinggi di gereja.”

Semua tawaran tersebut aku tolak dan aku katakan kepada mereka, “Apakah kalian akan menyesatkanku setelah Allah memberiku hidayah? Demi Allah aku takkan pernah melakukannya walaupun kalian memenggal leherku.” Kemudian aku menasehati mereka dan kembali mengajak mereka ke agama Islam. Maka masuk Islamlah dua orang dari kalangan pendeta.

Alhamdulillah, Setelah melihat tekadku tersebut, mereka menarik semua derajat dan pangkatku. Aku merasa senang dengan itu semua, bahkan tadinya aku ingin agar penarikan itu segera dilakukan. Kemudian aku mengembalikan semua harta dan tugasku kepada mereka dan akupun pergi meninggalkan mereka,” Sily mengakhiri kisahnya.

Kisah masuk Islam Ibrahim Sily yang ia ceritakan sendiri kepadaku di kantorku, disaksikan oleh Abdul Khaliq sekretaris kantor Rabithah Afrika dan dua orang lainnya. Pendeta sily sekarang dipanggil dengan Da’i Ibrahim Sily berasal dari kabilah Kuza Afrika Selatan. Aku mengundang pendeta Ibrahim -maaf- Da’i Ibrahim Sily makan siang di rumahku dan aku laksanakan apa yang diwajibkan dalam agamaku yaitu memuliakannya, kemudian ia pun pamit. Setelah pertemuan itu aku pergi ke Makkah al-Mukarramah untuk melaksanakan suatu tugas. Waktu itu kami sudah mendekati persiapan seminar Ilmu Syar’i I yang akan diadakan di kota Cape Town. Lalu aku kembali ke Afrika Selatan tepatnya ke kota Cape Town.

Ketika aku berada di kantor yang telah disiapkan untuk kami di Ma’had Arqam, Dai Ibrahim Sily mendatangiku. Aku langsung mengenalnya dan aku ucapkan salam untuknya dan bertanya, “Apa yang kamu lakukan disini wahai Ibrahim.?” Ia menjawab, “Aku sedang mengunjungi tempat-tempat di Afrika Selatan untuk berdakwah kepada Allah. Aku ingin mengeluarkan masyarakat negeriku dari api neraka, mengeluarkan mereka dari jalan yang gelap ke jalan yang terang dengan memasukkan mereka ke dalam agama Islam.”

Setelah Ibrahim selesai mengisahkan kepada kami bahwa perhatiannya sekarang hanya tertumpah untuk dakwah kepada agama Allah, ia meninggalkan kami menuju suatu daerah… medan dakwah yang penuh dengan pengorbanan di jalan Allah. Aku perhatikan wajahnya berubah dan pakaiannya bersinar. Aku heran ia tidak meminta bantuan dan tidak menjulurkan tangannya meminta sumbangan. Aku merasakan ada yang mengalir di pipiku yang membangkitkan perasaan aneh. Perasaan ini seakan-akan berbicara kepadaku, “Kalian manusia yang mempermainkan dakwah, ti-dakkah kalian perhatikan para mujahid di jalan Allah!”

Benar wahai sudaraku. Kami telah tertinggal… kami berjalan lamban… kami telah tertipu dengan kehidupan dunia, sementara orang-orang yang seperti Da’i Ibrahim Sily, Da’i berbangsa Spanyol Ahmad Sa’id berkorban, berjihad dan bertempur demi menyampaikan agama ini. Ya Rabb rahmatilah kami. (Abu Mufti, Facebook).

(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN karya Muhammad Shalih al-Qaththani, seperti yang dinukilnya dari tulisan Dr. Abdul Aziz Ahmad Sarhan, Dekan fakultas Tarbiyah di Makkah al-Mukarramah, dengan sedikit perubahan. PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616)

59739_642859392407656_1279571582_n

539843_642859442407651_1311848048_n

22 Responses to Kisah Aneh Pendeta Masuk Islam

  1. abdulcholiq says:

    Kisah teladan yang bermanfaat bagi kita yang masih ragu ( dalam sholat, dan ibadah serta da’wah) …. melalui tulisan
    Wassalaam dari bumi Blambangan

  2. solehudin says:

    Inna Addiina ‘Inda Allahi Al Islam, baca do’a: Allahumma inni a’udzubika minal Asyakki, Wa Asyirki, Wa Asyiqoqi, Wa Annifaqi, wa suui Al Akhlaqi, wa suui Mandzori, Wa Al munqolabi fil mali, wal ahli wal waladi. aamiin

  3. Rika says:

    itu pendeta atau khayalan ya….
    Saya nasrani…jelas Allah Bapa disurga Tuhan yg kami sembah.
    Melalui anakNya Yesus Kristus
    1 Yoh 4:10
    Inilah Kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan telah mengutus anakNya sebagai pendamai atas dosa-dosa kita.
    TUHAN ada dihati kita, kita diberi Roh Kudus agar hidup kita bisa sesuai dengan kebenaran,…Isa Almasih diutus Tuhan untuk perantara dengan manusia, supaya manusia nengerti kebenaran tentang Kasih Allah, dan dapat mengasihi sesama manusia walau berbeda ras, suku dan bangsa juga keyakinan.
    TUHAN ITU MAHA DAHSYAT DAN DILUAR AKAL PIKIRAN MANUSIA. DIA DAPAT MEMAKAI NABI ISA ALMASIH, dan NABI MUHAMMAD SAW, untuk mengajarkan kebenaran..
    NABI ISA ALMASIH yang bukan pembuat agama…tapi pengikutnya yg dinamai Kristen. Begiti juga MUHAMMAD pengikutnya dinamai Islam.
    Dan kami nasrani menyebut Tuhan Yesus Kristus..utusan dari Allah…sama dengan anakNya.
    Dan kami mengenal ajaran2 kebenaran melalui anakNya…
    Yesus Kristus.
    Hanya pendeta bodoh yang dikuasai keinginan duniawi..disebut2 sebagai utusan Muhammad mengaku2 supaya dapat nama besar.
    Karena banyak juga fenomena pendeta masuk islam…Ustadz masuk kristen….bukannya Tujuan nya 1, mengambil jiwa melalui penyamaran….
    Sudah mau akhir zaman hati hati banyak orang mengaku ngaku.

  4. Widodo Darto Wiyono says:

    Subhanallah….hanya Allahlah yang Maha Kuasa…kuasa membolak-balikkan hati manusia…. Hidayah yang diberikan Allah SWT kepada saudara kita Da’i Ibrahim ini…semata-mata (hakekatnya) adalah karena kuasa Allah SWT… Semoga Allah SWT senantiasa merahmatimu wahai saudaraku….

  5. cahaya says:

    subhanallah maha suci Allah yang mengaruniai hidayah pada hambanya. Allah tidak beranak dan tidak diperanakan

  6. Allh akn sll memberikn hidayah koada hamba yg d kasihinya…..allahu akbar

  7. sofyanyuana says:

    الْحَمْدُ لِلَّهِ
    Maha besar engkau. Ƴɑ̤̥̈̊ªªªª Allah,,,

  8. R.Abdullah Sani says:

    ALLAh SWT menciptakan JIN dan MANUSIA dan mengutus para Rasul-rasulnya ke alam in untuk menjalankan perintahnya dan mejauhi larangan nya dan tidak menyekutukannya karna ALLAH tidak menyerupai sesuatu dan sesuatupun tidak menyrupainya.maha suci ALLAH.(Amiin)

  9. Damai says:

    @Rika: “jelas Allah Bapa disurga Tuhan yg kami sembah.
    Melalui anakNya Yesus Kristus”

    saya sangat heran kenapa Yesus Kristus disebut anak Tuhan?
    Bukankan Isa Al Masih sebagai Rasulullah (utusan Allah) bukan anak Tuhan?
    Allah itu Maha Satu (Maha Esa), tidak beranak dan tidak pula diperanakan (tidak punya Ibu& Bapak).

    jika ada anak Tuhan, berarti ada ibu Tuhan. apakah ada sebutan Ibu Tuhan atau Tuhan Ibu atau istri Tuhan?
    jika ingin mengajak manusia untuk menyembah kepada Allah Bapa, mengapa anak Tuhan cuma 1, dengan banyak anak kan akan mempermudah untuk mengajak manusia menyembah Allah Bapa. sekarang banyak sekali kemungkaran yg dibuat oleh manusia di bumi ini, apakah Allah Bapa tidak mengutus anak lagi untuk memperbaiki akhlak manusia?

  10. Hati says:

    Setiap org berhak utk mempercayai apapun dan bukan berarti harus sama dengan yg lain. Betapa liciknya hati manusia, lebih licik dari segala sesuatu.

  11. KRISLAM says:

    HASIL DARI DISKUSI INI MEMBUKTIKAN, “A G A M A” TIDAK AKAN PERNAH MENYELAMATKAN. MAU PINDAH AGAMA TIAP TAHUN MAU TIAP BULAN, BAHKAN TIAP MINGGU, MANUSIA TIDAK AKAN MEMPEROLEH KESELAMATAN DARI / OLEH AGAMA.

    Kisah 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

    TUHAN YESUS AKAN SEGERA TURUN KEDUNIA INI UNTUK MEMBUBARKAN AGAMA, DAN MENGAMBIL ALIH TUGAS USTADZ, DAN PENDETA YANG TELAH GAGAL TOTAL MENJADIKAN JEMAATNYA YANG DAMAI DAN SALING MENGASII.

  12. KRISLAM says:

    SAYA BELAJAR AL QURAN, SAYA BELAJAR ALKITAB, TIDAK SATU AJARANPUN SAYA TEMUKAN DISANA YANG MENGATAKAN, ” JADILAH JURI DAN HAKIM ” BUAT AGAMA ORANG LAIN,

    TETAPI YANG SAYA TEMUKAN YANG PALING MENDASAR DAN INTINYA ADALAH, ” BERDAMAILAH DAN SALING MANGASIHILAH ” SESAMAMU.

    MERENUNGLAH SEJANAK PARA SOBAT. AJARAN MANA YANG KALIAN TAATI DALAM DEBAT DI BLOK INI.

    TOBATLAH PARA SOBAT.

  13. theiyan99 says:

    wahai diantara kalian yg memeluk agama Nasrani:
    sadarlah kalian Isa adalah Nabi dan bukan anak Tuhan dan Nabi Isa juga bukan Tuhan.Nabi Isa tidak akan menanggung dosa atas kalian perbuat,karna pertanggung jawaban dosa kalian yg telah diperbuat hanya kepada sang pencipta kita semua mahluk hidup yaitu ALLAH SWT.ALLAH SWT itu satu dan jangan diperumpamakan.

  14. Rameswara says:

    Saya juga heran koq ada ibu pertiwi, trus siapa bapak pertiwinya. Trus ada induk kalimat dan anak kalimat, trus siapa bapak kalimatnya.

  15. faizal says:

    Betul @Damai jika tuhan memiliki keturunan maka dia adalah mahluk berwujud, dan memiliki nyawa. Nah Segala sesuatu yg bernyawa pasti akan mati. kalau begitu Tuhan Allah Bapa pasti akan mati, Nah Kalau yg disembah bisa mati jadi siapa yg memberikan kehidupan dan kematian ? coba renungkan ya @Rika, hanya sekedar wacana saja.

  16. procomet says:

    Saya yakin dan percaya bahwa pendeta itu orang yang pandai dan cerdas, apakah gereja berlaku sembrono dan tidak teliti telah mengangkat seorang pendeta yang bodoh yang dikuasai keinginan duniawi, seperti halnya pendeta silly?

  17. agung says:

    no comment,…

  18. abdULLOH says:

    Intinya dulu. satu saja cukup.
    kamu -Semoga ALLOH memberimu HidayahNYA , Dan kamu bersama istri dan anak anakmu dan orangtua kalian Bahagia di Akhiroh nanti) hidup berpegang kepada Kitab Suci mu apa berpegang pada kata kata pendetamu? .
    Adakah Allah katakan:
    AlMasih berkata: aku adalah Tuhan! .
    AlMasih berkata: umatku, sembahlah aku! .

    Siksa naar (neraka) bukan keras kepala bukan keras hati bukan spekulasi/tanpa usaha . Pelihara istrimu dan anak anak kalian dari Siksa Api Neraka! .

    semoga kalian menjadi beruntung
    82377232222

  19. yeyen says:

    5f jika buat agama nasrani sakit hati sekarang kita lihat dalam kehidupan nyata adakah keajaiban alam yang bertuliskan YESUS tidak ad kan,adanya tulisan ALLAH.sekarang kita ingat sunami d aceh adakah gereja yang tetap berdiri setelah d terjang sunami tak ada kan,masjidlah yang masih tetep berdiri kokoh. Harap d renungkan

  20. Isa says:

    * BANYAK MUALAF AWALNYA HANYA KARENA SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MENCARI DAN MENTAATI AJARAN ORISINIL NABI ISA A.S, MENDALAMI SEJARAH GEREJA dan/atau MENGKRITISI BIBEL/INJIL/AL KITAB PERJANJIAN BARU
    * biarkanlah… tunggu aja kedatangan kembali Nabi Isa A.S menjelang kiamat, apakah beliau akan ikut kebaktian sambil membawa salib berteriak haleluya haleluya heleluya ber xxx yang dipimpin oleh Paulus dari Tarsus dkk dgn segala macam ajaran, doktrin & dogmanya ; ataukah beliau akan menghakimi, mengadili dan menjadi saksi atas kebenaran ajaran MONOTHEISME murni dgn menghancurkan segala berhala & atributnya yang dimurkai, terkutuk, terlaknat, sesat dan menyesatkan serta ikut mendirikan shalat bersama para nabi dan rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad beserta para malaikat Allah… gitu aja kok rewel & ribet banget to mas…
    * Sesungguhnya ajaran yg diturunkan kpd para Nabi dan Rasul pada hakikatnya adalah sama/satu, tidak layak apabila ada yang menyimpangkannya. Kebenaran hanya datang dari sisi Allah.
    * Dengan lapang dada, hati yg mulia & tenang, akal pikiran yg sehat & jernih, tanpa emosi, tanpa dogmatis, tanpa prasangka buruk dgn penuh kesadaran & rasa tanggung jawab mari kita memilih dan menentukan jalan keselamatan hidup di dunia & akhirat menuju kembali kepada Allah

  21. Maria says:

    Hanya ada 3 (tiga) jalan keselamatan kristiani:
    1. Koreksi total, progresif & revolusioner terhadap semua ajaran/doktrin/dogma Paulus dari Tarsus dkk melalui KONSILI BARU setingkat konsili Nicea (325 M) a.l. mengangkat Yesus sebagai Tuhan dan konsili Konstantinopel (381 M) a.l. lahirnya Trinitas serta konsili-konsili lainnya (hal ini amat sulit sekali dan memerlukan keberanian sangat luar biasa pihak gereja & umatnya);
    2. Kembali menjalankan ajaran Nabi Isa / Yesus secara murni dan konsekuen sebagaimana yang diwahyukan Allah kepadanya dalam Injil asli berbahasa Ibrani / Aramic ketika beliau hidup (1-33 M) dan diangkat sebagai utusan-Nya (+ – 29 M) (kalau risalahnya masih ada), tanpa campur tangan / karangan manusia, sekalipun itu murid pertama beliau
    3. Menjadi Muslim sebagai satu-satunya jalan kebenaran sejati-hakiki pengikut setia Nabi Isa / Yesus dan jaminan keselamatan dunia dan akhirat. Seluruh risalah kenabian sudah ditutup, tiada lagi nabi dan rasul, tiada lagi kitab suci; kita hidup di akhir zaman sampai kiamat dan Islam adalah yang terakhir. Setiap detik umur kita berkurang, setiap detik kita mendekati kematian dan meninggalkan dunia fana ini. Hati-hati, jangan salah jalan supaya tidak menyesal…

  22. Ichsan Muhaimin says:

    tidak ada yg patut disalahkan teman, mungkin islam benar bgi yg memeluknya, dan mungkin kristen yg paling benar bgi pemeluknya, dan yg lainpun begitu, biarkan mereka menjalani agamanya masing2…..
    resiko dan konsekuensinya kita sendiri yang akan menanggungnya kelak di akhirat…
    Dan Yesus bukanlah TUHAN, ingat itu…..

%d bloggers like this: