Negarawan Besar, Miskin Harta dan Diusir Keluar Istana dengan Kaos Oblong

*

547431_562293017162342_519659323_n

TD Pardede , tokoh pengusaha asal Medan jaman dulu jika masih hidup tentu akan tercengang membaca berita majalah Tempo : “ Dari luar ruangan, sejumlah tokoh melihat pertemuan itu berlangsung dingin. Teh dalam cangkir berlogo Istana Presiden yang diangkut dari rumah Soeharto, tak disentuh. Hendarman – Jaksa Agung – kata sumber itu, lalu mengajukan konsep penyelesaian di luar pengadilan.

Diantaranya, keluarga Soeharto harus membayar 4 trilyun kepada negara. Ini sepertiga dari tuntutan Pemerintah, yakni US $ 420 juta dan Rp 185 milyar plus ganti rugi immaterial Rp 10 trilyun atas Yayasan Supersemar . Mbak Tutut dan adik adiknya hanya terdiam mendengar angka yang diajukan Pemerintah “. Si ompung yang dekat dengan Bung Karno pasti teringat saat suatu hari dia dipanggil mendadak ke Jakarta. Mengetahui betapa miskinnya sang Presidennya. Setelah ngobrol ngobrol bersama menteri lainnya, Presiden Republik Indonesia itu mengajak TD Pardede ke pojok ruangan.

“Pardede, bisa kau pinjamkan aku uang ? “ Gelagapan karena langsung ditodong oleh penguasa negeri. TD Pardede merogoh saku saku jasnya dan memberikan seribu dollar dari kantongnya. Namun Bung Karno hanya mengambil secukupnya dan mengembalikan sisanya kepada Pardede. Lain cerita salah satu ajudan terakhir,Putu Sugianitri seorang bekas Polisi wanita yang juga harus pensiun tanpa kejelasan. Suatu saat setelah tidak menjadi presiden, Bung Karno jalan jalan keliling kota dan tiba tiba ingin buah rambutan. ” Tri , beli rambutan “.” Uangnya mana ? ” tanya si polwan asal Bali itu. ” sing ngelah pis ” kata Bung Karno dalam bahasa Bali yang artinya ” saya tak punya uang “. Jadilah sang ajudan memakai uang pribadinya untuk mantan presiden yang tidak memiliki uang. Ada juga cerita dari Bang Ali Sadikin.

Saat ia menjabat Menko Maritim. Ia ditanya oleh Bung karno apakah ia bisa membantu bisnis mertua Bung Karno yang berkaitan dengan perijinan pelabuhan. Setelah dipelajari Ali Sadikin mengatakan tidak bisa. Peraturan mengatakan demikian. “ Ya sudah , kalau tidak bisa “ kata Bung Karno. Bang Ali berpikir. Luar biasa ini manusia. Padahal sebagai Presiden ia bisa memaksakan memberi perintah. Yang mengagumkan Bung Karno selanjutnya tidak pernah dendam, bahkan kelak mengangkat May. Jend KKO Ali Sadikin sebagai Gubernur Jakarta. Dari cerita tersebut diatas, kita tahu Bung Karno tidak pernah peduli dengan uang atau harta. Ketika turun dari kekuasaan kita tak pernah tahu bahwa Bung Karno dan keluarganya meninggalkan kekayaan yang melimpah ruah.

Saat mendapat surat dari Jenderal Soeharto, bahwa Bung Karno harus meninggalkan Istana Merdeka sebelum tanggal 16 Agustus 1967. Maka teman teman Bung Karno yang mengetahui rencana itu segera menawarkan dan menyediakan 6 rumah untuk tempat tinggal dan putera puteri Bung Karno. Mendengar hal itu Bung Karno seketika marah, bahwa ia tidak menghendaki rumah rumah itu. Ia menginginkan semua anak anaknya pindah ke rumah Ibu Fatmawati. “ Semua anak anak kalau meninggalkan Istana tidak boleh membawa apa apa, kecuali buku buku pelajaran, perhiasan sendiri dan pakaian sendiri. Barang barang lain seperti radio , televisi dan lain lain tidak boleh dibawa ! “ Demikian Bung Karno memerintahkan. Guntur – putera tertua – setelah mendengar penjelasan itu merasa kecewa, karena ia sudah terlanjur menggulung kabel antenna TV yang akhirnya tidak boleh dibawa pergi. Sementara Ibu Fatmawati mengeluh karena kamar di rumahnya tidak cukup.

Tak berapa lama datang truk dari Polisi yang membawa 4 tempat tidur dari kayu yang bersusun, dengan kasur dan bantalnya tapi tanpa sprei dan sarung bantal. Juga beras 6 karung. “ Anak anakku semua disuruh tidur di tempat tidur susun dari kayu, tanpa sprei dan sarung bantal “ Konon Ibu Fat, marah marah kepada utusan yang membawa perlengkapan itu. Bung Karno keluar dari istana dengan mengenakan kaos oblong cap cabe dan celana piyama warna krem. Baju piyamanya disampirkan ke pundak, dan ia memakai sandal bata yang sudah usang. Tangan kanannya memegang kertas Koran yang digulung, berisi bendera pusaka merah putih. Bendera yang dijahit oleh istrinya sendiri, ibu Fatmawati ketika masa proklamasi kemerdekaan dahulu. Tak ada voor ridjer, pengawalan atau penghormatan seperti ketika Presiden Soeharto – yang diantar Jenderal Wiranto sampai ke mobil Mercedes – meninggalkan Istana Merdeka setelah menyerahkan jabatannya kepada Habibie. Ia meninggalkan istana dengan mobil vw kodok yang dikendarai seorang supir asal kepolisian. Salah seorang anggota kawal pribadinya membawakan ovaltine, minuman air jeruk, air teh, air putih, kue kue serta obat obatan Bung Karno Itulah seluruh harta yang dimiliki Bung Karno ketika meninggalkan Istana. Selebihnya ditinggalkan.

Kelak harta kekayaan Soekarno yang ditinggal di Istana didata oleh pihak penguasa dengan dibuatkan berita acara. Barang barang itu mulai dari logam emas batangan, lukisan lukisan, buku buku, pakaian, minyak wangi, bolpen, uang dollar yang semuanya bernilai tidak sedikit. Dan semua itu tidak pernah diserahkan kepada Bung Karno atau keluarganya. Tidak jelas siapa yang mewarisi. Pada akhirnya tidak penting juga mewarisi sebuah kekayaan. Karena dia bukan berhala harta. Hanya sebuah janji yang tersisa yang wajib kita jaga, untuk sebuah Indonesia yang bersatu dan bermartabat. Tidak ada juga deal deal khusus. Hanya sebuah persetujuan dalam segenggam bait puisi Chiril Anwar. Janji itu terus melintas jaman. Sampai kapanpun. (Hoesein Rushdy’s Facebook).

“Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh”
(Persetujuan dengan Bung Karno – Chairil Anwar).

Foto: Bung Karno dan kaos oblong.
Sumber tulisan: internet, “bung-karno-keluar-dari-istana-dengan kaos oblong”

9 Responses to Negarawan Besar, Miskin Harta dan Diusir Keluar Istana dengan Kaos Oblong

  1. Widodo Darto Wiyono says:

    becik ketitik ala ketara..

  2. Poltak Limbong (Polim) says:

    Kita sih tdk meminta pada akhir kekuasaannya pemimpin kita seperti itu, tp janganlah pula penuh dengan kekayaan hasil korupsi
    Yang diharapkan masyarakat seperti saya juga adalah tersedianya kebutuhan hidup yang layak dan mrah. Hal itu hanya dapat diperoleh bila harga kebutuhan untuk kaum tani mengolah tanahnya dapat dan mampu dibeli. Pemerintah harus punya kemauan dan nyali untuk sesegera mungkin menghancurkan para mafia yang bermain mengatur meamungnya hargaharga kebutuhan.
    Padahal Negara sudah difasilitasi untuk hal itu dengan adanya BIN, Kepolisian, Kejaksaan, TNI dan lain sebagainya. Apakah semua instituisi itu tdk mampu berdaya untuk menghancurkan para mafia tersebut????

  3. Poltak Limbong (Polim) says:

    Kita sih tdk meminta pada akhir kekuasaannya pemimpin kita seperti itu, tp janganlah pula Pemimpin kita diakhir hayatnya penuh dengan kekayaan hasil korupsi
    Yang diharapkan masyarakat seperti saya juga adalah tersedianya kebutuhan hidup yang layak dan murah. Hal itu hanya dapat diperoleh bila harga kebutuhan untuk kaum tani mengolah tanahnya dapat dan mampu dibeli. Pemerintah harus punya kemauan dan nyali untuk sesegera mungkin menghancurkan para mafia yang bermain mengatur melambungnya harga-harga kebutuhan.
    Padahal Negara sudah difasilitasi untuk hal itu dengan adanya BIN, Kepolisian, Kejaksaan, TNI dan lain sebagainya. Apakah semua instituisi itu tdk mampu berdaya untuk secara bersama-sama menghancurkan para mafia tersebut????

  4. Widodo Darto Wiyono says:

    becik ketitik ala ketara…
    Tuhan tidak tidur dan mengantuk…

  5. awah says:

    Itu ciri-ciri kesatria piningit yang mempunyai kejiwaan untuk negara dan bangsa…mampukah pemimpin-pemimpin sekarang ini mempunyai jiwa kesatria seperti itu?! yang ada sekarang ini pemimpin-pimimpin berkedok Penjilat-penjilat dan Penjahat-penjahat seperti Iblis..yang tak pernah bersyukur dan berterima kasih atas rezki2 dari Tuhannya…

  6. handoko says:

    bravo bung karno

  7. desi says:

    Indonesia membutuhkan pemimpin seperti bung Karno..semoga saja masa depan Indonesia akan lebih baik ..lewat pemilu yang akan datang semoga Indonesia mendapat presiden yang berwatak seperti Bung Karno…amiiin..

  8. wahyudi says:

    dia lah presiden kami orang indonesia.
    indonesia adalah dirinya.

  9. goed says:

    manusia tidak sempurna
    tapi manusia yg baik itu pasti ada
    ada yg benci,suka,biasa dan bangga akan bung karno..
    bagi pecinta bung karno harap di buka dan dikaji ulang akan sejarah nya jangan sedikit terlihat itu kita banggakan,setelah kita tahu baru kita tahu rasa malu seperti apa disaat kita mengagumi seseorang yang ternyata……….???
    SEPERTI APASIH DIRINYA DI BALIK KESEDERHANAANYA.
    is the truth or issue ??
    POWER-MONEY AND LOVE
    love-ada sudah tau bahwa bung karno doyan…..??
    jika belum cari tahu
    money-benarkah bank asing miminta ahli waris untuk mengambil tabunganya karna bank tersebut tidak mampu lagi membayar bunga dari hasil tabungan itu.wow kayanya seperti apa jika seperti itu????
    power-coba cek perjanjian sukarno atas aceh,sukarno ingkar janji sampai 3x .setelah di maafkan SEBELUM NKRI ada,setelah menjabat beliau enggan turun tahta atas perjanjian pergantian presiden 5tahun skali .yg akhirnya bung hatta mengundurkan diri sebab bertengtangan dengan hati,yg akhirnya di gulingkan juga sesama diktator.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: