Keren!! Debat di kelas tentang Islam dan Terorisme

Seorang dosen asal India, kemungkinan besar Muslim, menjelaskan kuliah tentang Islam di sebuah kelas ruang kuliah di perguruan tinggi di Amerika. Mahasiswanya tampak dari berbagai negara, jumahnya sekitar 25 orang. Saya tuliskan dan terjemahkan dialog dalam video itu.

______________

“Kata ‘jihad’ dalam Al-Qur’an disebut sebanyak 41 kali,” kata sang dosen, “kata ‘mercy’ (ampunan), ‘peace’ (damai) dan ‘compassion’ (perasaan kasihan) disebut kurang lebih sebanyak 355 kali.”

“Tok ..tok … took …!” tiba-tiba pintu kelas ada yang mengetuk. Seorang mahasiwa India masuk. “Ya ayo masuk. Silahkan duduk Riyaz,” kata sang dosen menyambut. Ia meneruskan kuliahnya: “Berbeda dengan kepercayaan yang populer di masyarakat Barat, Islam adalah agama yang mengajarkan damai dan toleransi.”

Seorang mahasiswi Amerika segera angkat tangan.
“Ya silahkan, Patricia!” kata dosen memberikan kesempatan bicara.
“Jika benar Islam mengajarkan perdamaian, mengapa wilayah Islam menjadi tempat yang paling bermasalah di dunia? Seperti Jalur Gaza, Afghanistan, Irak? Semua negara itu terkait dengan terorisme Islam,” kata Patricia.

“Itu tergantung dari definisi terorisme yang Anda maksud,” jawab sang dosen, “ada yang berpendapat invasi Amerika ke negara-negara seperti Afghanistan dan Irak adalah tindakan terorisme.”

“Tidak. Itu adalah langkah untuk menghapuskan rezim despotik,” sanggah Patricia lagi.
“Atau sebuah usaha untuk merebut minyak?” jawab dosen.
“Itu teori konspirasi,” komentar mahasiswa bule yang lain.

“Boleh saya bicara?” Riyaz, mahasiswa yang tadi masuk terlambat, angkat tangan. Semua mata mengarah ke dia. “Ya silahkan Riyaz,” kata dosen.

“Betul kata En Khan (nama dosen). Maksud saya, bila kita bicara tentang terorisme, teroris terbesar di dunia ini adalah negara-negara super power Barat.”

“Ah, yang bener aja bung,” celetuk seorang mahasiswa bule.
“Oh iya benar. Mari kita lihat ini,” kata Riyaz.

“Coba Anda jelaskan tentang peristiwa 9/11?” pinta Patricia ke Riyaz.
“Oke,” kata Rizaz tenang, “Anda tahu berapa jumlah korban peristiwa 9/11?”
“Sekitar 3.000 orang,” kata Patricia.

“Dan Anda tahu berapa jumlah korban pengeboman di Afghanistan? Coba hitung itu. Lebih dari 15.000 orang mati dan itu baru laporan resmi. Dan 50.000 ton bahan eksplosif diledakkan kepada warga sipil yang tidak bersalah, laki-laki, perempuan dan anak-anak,” jelas Riyaz.

“Tapi itukan akibat dari Taliban juga,” sanggah Patricia lagi. Suasana kelas cukup tegang.

“Dan kalian tahu bahwa Taliban adalah ciptaan CIA untuk melawan Rusia?”
“Terserahlah. Faktanya Taliban masih memelihara para teroris itu,” kata mahasiswa bule yang lain lagi.

“Betul, teroris yang sampai sekarang tak pernah ditemukan itu? Sama dengan senjata pembunuh massal yang dituduhkan ke Irak dan belum pernah ditemukan itu? Dan kalian tahu berapa jumlah korban mati di Irak? 500.00 penduduk mati dan itu masih bertambah. Dan apa yang dikatakan Inggris dan Amerika atas senjata pemusnah yang belum ditemukan itu? Mereka ringan saja mengatakan: maaf! Tapi anehnya masih saja tak mau melepaskan cengkraman atas negara-negara itu.”

“Apa yang ingin Anda sampaikan sebenarnya?!!” Mahasiswa yang tadi bilang ‘teori konspirasi’ memotong penjelasan Riyaz dengan nada agak menaik.

“Yang ingin saya katakan adalah hanya karena kalian orang Amerika dengan pakaian yang keren dan mengaku sebagai presiden, lalu mengecualikan kalian sebagai teroris?” Si mahasiswa yang memotong itu diam, dan Riyaz meneruskan lagi: “Jika kalian tidak berhenti mengintervensi urusan negara orang lain, kalian juga sama saja.”

“Kalau kamu Muslim merasa seperti itu,” Patricia memotong agak tersinggung, “mengapa kalian tidak keluar saja dari negara kami?” Suasana lebih tegang. Riyaz berfikir sejenak.

“Oke,” dengan tatapan tajam, Riyaz mengarahkan pandangannya ke Patricia dan menjawabnya dengan tenang dan meyakinkan: “Kami akan keluar. Asalkan kalian berjanji akan keluar meninggalkan negara kami terlebih dahulu.”

Semua diam. Kelas tegang tapi tenang dan pembicaan berakhir. Tak ada lagi yang berkomentar.[]

2 Responses to Keren!! Debat di kelas tentang Islam dan Terorisme

  1. Hango says:

    Banyak perusahaan bule nguasai tambang minyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: