Apakah Kristen Mengakui Pluralisme Agama??

17/04/2013

*
ChrislamBelakangan ini semarak isu pluralisme agama sebagai sebuah upaya menyamakan agama-agama. Pluralisme agama menyatakan “semua itu baik dan benar.” Dalam masyarakat Muslim, “agama baru” ini laris di kalangan Islam liberal, Islam moderat atau Islam inklusif dan di kalangan Kristen yang memiliki pandangan sama dengan kelompok Muslim tersebut. Tujuannya untuk membangun toleransi agama-agama yang selama ini banyak terluka. Dengan pluralisme agama, Islam pluralis berharap mendapat simpati yang luas dari Kristen dan non-Muslim lainnya. Apakah Kristen menerima ide pluralisme agama? Inilah yang menarik. Tulisan dibawah ini adalah jawabannya. Selamat membaca!! Read the rest of this entry »


Syariat Islam, Perda Syariah dan Masa Depan Indonesia

27/07/2012

Oleh Wima Brahmantya
(05/09/2011)

 

Kata “syariat Islam” berarti adalah “jalan menuju penyerahan diri (kepada Allah)”. Sebagai seorang Mukmin, sudah tentu saya akan mendukung tegaknya syariat Islam di muka bumi ini, dengan segala daya upaya untuk mendorong setiap manusia untuk benar-benar memahami hakikat hidup dan berserah diri hanya kepada Allah.

Perlu diingat bahwa jalan menuju penyerahan diri kepada Allah adalah sebuah pergulatan pribadi untuk menemukan Tuhan yang telah menciptakannya. Ini adalah pencarian yang tidak akan pernah berhenti hingga nafas terakhir. Read the rest of this entry »


SAYA ANTI DEMOKRASI

12/05/2012

Emha Ainun Nadjib

*

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya. Read the rest of this entry »


Kontroversi Metodologi Rukyat dan Hisab

30/08/2011

a

Fenomena menarik di Indonesia, menjelang bulan puasa maupun lebaran, yang hampir terjadi setiap tahunnya adalah kontroversi penentuan awal bulan Ramdan dan Syawal. Kontroversi ini terjadi di beberapa organisasi keagamaan dan lembaga pemerintahan yang ada di Indonesia. Untuk mengetahui masuknya awal bulan, ada beberapa organisasi di antara sekian banyak organisasi keagamaan bersikeras mengaplikasikan secara independen metodologi hisab atau rukyat. Namun ada juga yang lebih memilih untuk melakukan kalaborasi antara keduanya. Read the rest of this entry »


SETARA Institute, Menghadang Syariah dengan Kedok Toleransi

15/02/2011

Oleh Asmu’i Marto

a

Beberapa waktu lalu SETARA Institute melalui Diskusi Publik Deradikalisasi Agama untuk Pemenuhan Hak Konstitusional Warga Negara dan Jaminan Kebebasan Beragama/Berkeyakinan, kembali meneguhkan militansinya terhadap paham sekularisme dan pluralisme di Indonesia. Diskusi yang bertempat di Hotel Century Park Senayan Jakarta tersebut merupakan upaya ‘serius’ mereka memasarkan pandangan sekular-pluralis yang dibungkus dengan baju penelitian  Radikalisme Agama di Jabodetabek dan Jawa Barat: Implikasinya terhadap Jaminan Kebebasan Keragaman / Berkeyakinan, dirilis Rabu, 22 Desember 2010. Read the rest of this entry »