Negarawan Besar, Miskin Harta dan Diusir Keluar Istana dengan Kaos Oblong

13/08/2013

*

547431_562293017162342_519659323_n

TD Pardede , tokoh pengusaha asal Medan jaman dulu jika masih hidup tentu akan tercengang membaca berita majalah Tempo : “ Dari luar ruangan, sejumlah tokoh melihat pertemuan itu berlangsung dingin. Teh dalam cangkir berlogo Istana Presiden yang diangkut dari rumah Soeharto, tak disentuh. Hendarman – Jaksa Agung – kata sumber itu, lalu mengajukan konsep penyelesaian di luar pengadilan. Read the rest of this entry »


Nama, Rasa Bahasa dan Ruwatan Kebudayaan

20/07/2013

Oleh Moeflich Hasbullah

*

Forum_announcement_header - Copy

Rasa bahasa penduduk Nusantara pada masa silam, baik masa Hindu maupun masa Islam, di kalangan raja-raja Hindu maupun parawali Jawa (walisongo), sungguh mengesankan. Mereka memiliki rasa bahasa yang tinggi dan sangat berseni yang bersumber dari khazanah kekayaan budaya lokal. Rasa bahasa saat itu tentu merupakan representasi kesadaran bahasa para pembesar kerajaan dan rakyatnya. Seperti sekarang, bahasa yang digunakan presiden, para menteri dan pejabat tinggi negara sama dengan bahasa Indonesia yang digunakan umum. Kuatnya rasa bahasa ini misalnya ditemukan pada nama-nama dan gelar keluarga kerajaan Sunda maupun Jawa. Read the rest of this entry »


Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah

21/04/2013

Oleh Adian Husaini

*

kartiniAda yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “Mengapa Harus Kartini?”

Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini? Read the rest of this entry »


Kenapa Tere Liye MENOLAK Kontes Putri2an

10/04/2013

*

3971237Saya menolak kontes putri2an, dan menghimbau wanita manapun agar tidak ikut. Kenapa? Saya tidak akan membawa dalil agama dalam tulisan ini, saya akan gunakan saja logika, biar sama kuat. Toh, kalaupun saya membawa agama, frekuensi radionya sudah kadung berbeda.

Kenapa saya menolak kontes putri2an? Simpel, hei, tidakkah kalian telah membaca belasan novel Tere Liye, ratusan artikel, ribuan catatan, saya menulis tulisan yang hendak memuliakan wanita. Kecantikan tidak pernah dinilai dari sisi fisik. Saya menyanjung wanita agar mandiri, berpendidikan, percaya diri, dan semua karakter positif lainnya. Saya menulis kisah Laisa dalam novel/film Bidadari2 Surga, meski beribu laki-laki bahkan melihatnya saja ogah, karena Laisa pendek, gempal, rambutnya keriting, jalannya seperti robot, jari tangannya tertekuk, tapi sungguh dia adalah bidadari surga dengan seluruh pengorbanannya untuk adik-adiknya, untuk keluarganya. Hatinya yang cantik, maka cantik sudah sisanya. Saya meletakkan karakter wanita begitu terhormat, memuji mereka sebagai sosok yang amat penting, dalam banyak novel dan tulisan. Read the rest of this entry »


Surat Terbuka Jenderal Prabowo Subianto Mengenai Hari Pahlawan dan Sikap Bangsa Indonesia kepada Penjajahan Asing

04/11/2012

*

Sahabatku sekalian yang saya hormati dan saya cintai dimanapun engkau berada.

Sebentar lagi kita akan memperingati hari pahlawan. 67 tahun yang lalu, pada tanggal 10 November dan kurang lebih 10 hari sesudahnya berkobar suatu pertempuran dahsyat di Surabaya, Jawa Timur – suatu kota yang sekarang kita kenal sebagai kota pahlawan. Read the rest of this entry »