Kenapa Tere Liye MENOLAK Kontes Putri2an

10/04/2013

*

3971237Saya menolak kontes putri2an, dan menghimbau wanita manapun agar tidak ikut. Kenapa? Saya tidak akan membawa dalil agama dalam tulisan ini, saya akan gunakan saja logika, biar sama kuat. Toh, kalaupun saya membawa agama, frekuensi radionya sudah kadung berbeda.

Kenapa saya menolak kontes putri2an? Simpel, hei, tidakkah kalian telah membaca belasan novel Tere Liye, ratusan artikel, ribuan catatan, saya menulis tulisan yang hendak memuliakan wanita. Kecantikan tidak pernah dinilai dari sisi fisik. Saya menyanjung wanita agar mandiri, berpendidikan, percaya diri, dan semua karakter positif lainnya. Saya menulis kisah Laisa dalam novel/film Bidadari2 Surga, meski beribu laki-laki bahkan melihatnya saja ogah, karena Laisa pendek, gempal, rambutnya keriting, jalannya seperti robot, jari tangannya tertekuk, tapi sungguh dia adalah bidadari surga dengan seluruh pengorbanannya untuk adik-adiknya, untuk keluarganya. Hatinya yang cantik, maka cantik sudah sisanya. Saya meletakkan karakter wanita begitu terhormat, memuji mereka sebagai sosok yang amat penting, dalam banyak novel dan tulisan. Read the rest of this entry »


Surat Terbuka Jenderal Prabowo Subianto Mengenai Hari Pahlawan dan Sikap Bangsa Indonesia kepada Penjajahan Asing

04/11/2012

*

Sahabatku sekalian yang saya hormati dan saya cintai dimanapun engkau berada.

Sebentar lagi kita akan memperingati hari pahlawan. 67 tahun yang lalu, pada tanggal 10 November dan kurang lebih 10 hari sesudahnya berkobar suatu pertempuran dahsyat di Surabaya, Jawa Timur – suatu kota yang sekarang kita kenal sebagai kota pahlawan. Read the rest of this entry »


Hal-hal yang Sudah Hilang dalam Kehidupan Umat Islam

08/08/2012

Oleh Moeflich Hasbullah dan Endang Somalia

 

Bila direnungkan, zaman sekarang ini banyak yang hilang dari kehidupan umat Islam. Umat Islam seperti digambarkan Al-Qur’an sebagai “khaira ummah” yaitu sebaik-baiknya umat yang memerintahkan kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, sudah banyak tidak terbukti, jauh panggang dari api. Banyak yg sudah hilang dalam tubuh umat Islam, mereka kehilangan pegangan dalam banyak hal. Agama lebih banyak sebagai ilmu bukan sebagai nasehat dan perenungan. Nilai-nilai kehidupan banyak yang sudah terbalik. Akhirat jarang diperbincangakn dan diperhatikan, tapi urusan dunia dikejar habis-habisan. Kenikmatan fisik, tubuh dan materi dipuja-puja, dijadikan kebutuhan pertama dan utama. Di bawah ini adalah lima hal yang sudah hilang dari umat Islam sehingga mereka kehilangan ruh agamanya yang justru seharusnya didapatkan dari keberagamaanya. Read the rest of this entry »


Mi’raj dan Keberagamaan Kita

19/06/2012

Oleh Asep Salahuddin
(Kompas, 16 Juni 2012)

 

Isra Miraj sebagai ritus yang selalu diperingati umat Islam setiap tahun interaksi simboliknya bukan hanya sebagai pragmen religi kenangan tentang peristiwa kenabian masa silam, namun memiliki tautan maknanya dengan penghayatan keagamaan kita hari ini.

Relevansinya justru terletak ketika sejarah pengalaman keberagamaan sekarang jauh panggang dari api dengan nilai-nilai universal dan pesan substansial yang di gemakan sang Nabi. Isra Miraj menjadi semacam interupsi dari sikap “anomali” kita, dari perilaku keseharian yang semakin jauh dari khittah agama yang otentik. Read the rest of this entry »


Nasionalisme Santri, Sebuah Refleksi

18/06/2012

Oleh Bambang Sukirno

 

Janggutnya sudah mulai meninggalkan dunia hitam. Suara baritonnya menambah wibawa. Di Pesantren, ia dikenal tangkas menjawab pertanyaan wartawan. “Jadi apa arti nasionalisme menurut Bapak?” Tanyanya suatu ketika kepada utusan Pemerintah. Utusan itu sebelumnya mengutarakan bahwa team mereka mendapat tugas untuk menyelenggarakan ‘Training Kebangsaan’. “Apa Bapak meragukan ‘nasionalisme’ kami…nasionalisme santri-santri kami…?” protes Kyai yang mulai sepuh itu. “Jika Bapak meragukan pembelaan kami terhadap negeri ini, silahkan diuji… ‘Bawa masuk’ tentara Amerika ke Indonesia, kami jamin santri kami akan berada di shaf depan untuk menghadapi mereka. Dan saya jamin, birokrat-birokrat yang sok nasionalis itu akan lari terbirit-birit meski setiap Senin hormat bendera.” Lanjutnya berargumen. Read the rest of this entry »