Nasionalisme Santri, Sebuah Refleksi

18/06/2012

Oleh Bambang Sukirno

 

Janggutnya sudah mulai meninggalkan dunia hitam. Suara baritonnya menambah wibawa. Di Pesantren, ia dikenal tangkas menjawab pertanyaan wartawan. “Jadi apa arti nasionalisme menurut Bapak?” Tanyanya suatu ketika kepada utusan Pemerintah. Utusan itu sebelumnya mengutarakan bahwa team mereka mendapat tugas untuk menyelenggarakan ‘Training Kebangsaan’. “Apa Bapak meragukan ‘nasionalisme’ kami…nasionalisme santri-santri kami…?” protes Kyai yang mulai sepuh itu. “Jika Bapak meragukan pembelaan kami terhadap negeri ini, silahkan diuji… ‘Bawa masuk’ tentara Amerika ke Indonesia, kami jamin santri kami akan berada di shaf depan untuk menghadapi mereka. Dan saya jamin, birokrat-birokrat yang sok nasionalis itu akan lari terbirit-birit meski setiap Senin hormat bendera.” Lanjutnya berargumen. Read the rest of this entry »


Menghitung Harga Nafas Kita

11/02/2012

*
Sahabat qur’ani pernahkah kita menanyakan harga Oksigen di Apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 25rb/ltr,
Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ?

Jika belum tahu, +/- Rp 9.950/ltr.

>> Taukah Bahwa

-Dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen & 11.376 liter Nitrogen-

2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
11.376 x Rp. 9.950,- = Rp.113.191.200,-
—————————————
Total biaya sehari – = Rp.185.191.200,-

biaya bernafas 1 bln = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,-

1 thn 365 hari maka biaya utk bernafas selama 1 th
365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,- Read the rest of this entry »


Renungan Bagus: Penyesalan Seorang Perempuan Setelah Menikah Mengingat Pacarannya Dulu

22/08/2011

a

“Betapa hinanya kurasakan saat aku menikah, aku ingat bahwa beberapa orang laki-laki sebagai pacarku dulu pernah “menyentuhku.” Hina menyadari diri bahwa saat menikah yang merupakan mahligai dambaan jutaan perempuan, diriku sudah tidak bersih dan suci lagi. Kebayang betapa malu dan hancurnya perasaanku dan aku merasa tidak berharga lagi. Saat itu kurasakan sebagai cintaku kepada pacarku, tapi ternyata bukan. Itu hanyalah kemurahanku yang telah membuat diriku kotor dan hina. Read the rest of this entry »


Mengatasi Masalah Diri Secara Tepat dan Akurat

06/06/2011

Moeflich Hasbullah

a

Sering stres, resah dan gelisah? Sering bingung tak menentu? Masalah tak tahu pemecahannya? Harus kemana tak tahu? Tak ada orang yang bisa membantu? Sudah berusaha berdo’a, sabar dan tawakal tapi persoalan tak hilang-hilang? Jawabanya, salah cara mengatasinya! Bacalah ini, Insya Allah membantu!!

__________________

Penderitaan jiwa, berat maupun ringan, sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia di zaman modern ini. Sadar atau tak sadar, banyak orang merasakan penderitaan dan rintihan dalam batinnya. Terhibur dalam keramaian tapi tersiksa dalam kesunyian. Tertawa bersama teman, menjerit dalam kesendirian. Menemukan orang yang tepat untuk curhat sulit, orang tua tidak mengerti, kawan dekat tak bisa memberi solusi. Sudah terkuras energi, usaha tak ada bukti. Kemana harus pergi? Pada siapa harus mencari?
Read the rest of this entry »


A dialogue between an Atheist Professor and a Student

02/03/2011

An atheist Professor of philosophy speaks to his class on the problem science has with God, the Almighty. He asks one of his new Muslim students to stand and…..

Professor: You are a Muslim, aren’t you, son?
Student: Yes, sir.
Professor: So you believe in God?
Student: Absolutely, Sir.
Professor: Is God good?
Student: Sure.
Professor: Is God all-powerful? Read the rest of this entry »