Drama Detik-detik Saat Wafatnya Rasulullah SAW (Sangat Mengharukan!!)

a

“Aku menangis tidak sanggup menahan air mata membaca kisah ini. Betapa berat perasaan ini saat sang Nabi Agung dicabut ruhnya oleh sang malakul maut, bergetar perasaan menahan haru, dan betapa besar cinta Rasulullah Muhammad SAW pada umatnya. Tidak ada pemimpin di dunia ini seagung beliau. Allahumma shalli ‘ala Muhammad …!!”

a

muhammad1Fatimah binti Rasulullah sedang diliputi kesedihan karena ayah tercintanya sedang dilanda sakit, tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang berseru mengucapkan salam, kemudian berkata: “Bolehkah aku masuk?” tanyanya. Tanpa mengetahui siapa orang itu, Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang itu sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya.
Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini wahai kekasih Allah?” Tanya Jibril lagi. “Wahai Jibril, khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakitnya sakaratul maut ini.”
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya
Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wa maa malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”
Dan…, berakhirlah hidup sosok manusia agung dan mulia yang telah menyinari kehidupan dengan cahaya petunjuk itu, yang telah membawa umat manusia dari kegelepan kepada cahaya dan keselamatan. Mampukah kita mencintainya seperti beliau mencintai kita?
“Allaahumma Shalli wa sallim ‘alaa sayyidinaa Muhammadin Al faatihi lima ughliqa wal khaatimi limaa sabaqa wanaashiril haqqi bil haqqi walhaadii ilaa shiraathal mustaqiimi wa’alaa aalihi wa shahbihi haqqa qadrihi wa miqdaarihil azhiimi…”
“Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami tercinta, Nabi Muhammad SAW, yang telah membuka apa yang tertutup dan menutup semua risalah sebelumnya. Penunjuk ke jalan yang benar, penghancur kebatilan dengan cara yang hak, dan pembela yang hak dengan cara yang hak pula. Limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepadanya, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan kepada umatnya yang dicintainya hingga akhir zaman, Amin.”
Betapa besar cinta Rasulullah kepada kita. Apa yang sudah kita lakukan sebagai wujud kita mencintainya?[](diedit dari anonimous)

About these ads

21 Responses to Drama Detik-detik Saat Wafatnya Rasulullah SAW (Sangat Mengharukan!!)

  1. toto says:

    sedihhh ………….

  2. iskandar says:

    Saya pernah baca (tapi lupa lagi sumbernya) banyak kejadian aneh yang menyertai saat setelah meninggalnya Rasulullah tersebut, mungkin kalo ada cerita tersebut bisa di sambungkan dengan cerita yang mengharukan ini. Tks.

  3. Suhendar Vedder says:

    Sungguh besarnya Cinta Beliau pd umatnya..,shingga saat2 sakaratul maut pun berkata Ummati..,ummati..ummati..,

  4. NiTa says:

    Sedih . . .

  5. putri says:

    subhanallah,,,,
    allahuakbar,
    sungguh mengharukan cerita ini,
    ya allah cipatakanlah rasa cinta yang mendalam kepada kekasih mu ini,,,
    hingga akhir hayatku.

  6. fajar says:

    shollu ala nabii………….
    masya alLah betapa besar cinta nya Nabi kepada Umat nya..
    Allahu akbar………..
    smga nanti kita dikumpulkan dengan Nabi dan orang2 yg sholeh,amin

  7. Muhammad Yasak says:

    Saya benar-benar mengeluarkan air mata membaca kisah ini, bagimanapun juga Nabi Muhammad SAW dalam posisi mau menghadap kepada Allah SAW, masih memikirkan masa depan umatnya. Sungguh benar-benar Nabi Muhammad SAW suri tauladan yang agung. Subhanallah

  8. Teguh Yanu Martama says:

    Subhanallah,..
    semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami tercinta, Nabi Muhammad SAW,…

  9. ri sih says:

    Subhanallah….Allahu akbar….
    Allahumma shalli ‘ala Muhammad….
    bener2 menggetarkan hati n mbuat yg baca jd nangis….
    sungguh agung akhlak yg mulia Rasullah.
    Makasih atas artikelnya mas, insyaallah bermanfaaat n menjadi amal shalih.

  10. zenii says:

    subahanallah..limpahkan kasih dan sayang pada junjungan nabi besar kita :))
    benar menyedihkan :)

  11. sopian says:

    allahuakbarrrrrr…..

  12. umron says:

    Berlinang Air mata aku membacanya. Ya ALLOH, YA RosulAlloh…. tetapkanlah Hamba yang Lemah ini pada Bendera MU.

  13. murtiyoso says:

    “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”.

    Saya langsung menangis saat baca kalimat yang ini. Bagaimana seorang nabi mau menanggung semua kedahsyatan sakaratul maut demi umatnya. Allahumma shalli ‘ala Muhammad

  14. Berita Terbaru…

    [...]Drama Detik-detik Saat Wafatnya Rasulullah SAW (Sangat Mengharukan!!) « inspirasi[...]…

  15. hampa says:

    Selamat jalan Rosul tercinta, semoga kami sebagai umatmu selalu mendapat hidayah dan Rahmat dari Allah Swt

  16. yoelly says:

    Rosullulah sangat mencintai ummatnya hingga ummat nya yg berada diakhir zaman ,terimakasih ya Allah kami telah dianugerahkan menjadi ummat Nabi Muhammad SWA ,rahmatilah kami Ya ALLAH DAPAT MEMBALAS CINTA NYA YG SANGAT SUCI DAN AGUNG AMIN YA ROBB

  17. Faizal says:

    Ya ALLAH, besar sungguh kasih sayang Nabi MUHAMMAD SAW terhadap umatnya.Menitis airmata saya membacanya.SELALULAH kita berZIKIR dan berSELAWAT ke atas Nabi MUHAMMAD.semoga kita ditempatkan bersama BAGINDA.INSHA ALLAH

  18. Faizal says:

    Alhamdulillah,saya dah insaf.selepas baca Saat Kewafatan NABI MUHAMMAD.Selepas saya baca itu kan.Saya menangis sepuas hati.besar kasih sayang NABI MUHAMMAD…

  19. Helda Handayani says:

    MasyaaALLAH…
    we miss to see you and hear your sound yaa Rasulullah…
    your love for us is so much..
    allahummasalli allaa muhammad.
    tak terasa air mata ini berlinang membaca kisah wafatnya tauladan pertama kita, Rasulullah. Maka tak terbayangkan pula betapa sedihnya orang-orang y berada di sekeliling beliau pada saat itu..
    ALLAHUAKBAR.

  20. mr romzi says:

    Aku turut merasakan betapa beratnya di tinggal sang kekasih Alloh. Semoga kisajh ini menambah taat kita kepada Alloh dan menambah cint n rindu kita kepda baginda rosul Muhammad. Saw……amiin

  21. deni says:

    rindu kami padamu ya Rosull…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 658 other followers

%d bloggers like this: