Gambaran Sosok Nabi Muhammad SAW

A

muhammad1

Banyak orang bertanya kepada saya: Seperti apakah Nabi saw itu, bagaimana gambaran beliau secara jasmaniah, bagaimana penampilannya, bagaimana duduknya, bangunnya, berjalannya, makannya atau tidurnya? Saya membuka kitab-kitab hadis. Saya terpesona karena saya menemukan kelurga dan sahabat Nabi saw melukiskannya dengan sangat jelas dan terperinci. Saya pikir tidak pernah ada tokoh besar dunia yang digambarkan begitu terinci seperti kaum muslim menggambarkan Rasulullah.

Memang, sebahagian besar sahabat hanya menggambarkan sebagian saja dari pertemuannya yang mengesankan dengan sang Nabi. Ada yang terpesona dengan keindahan wajahnya sampai bertanya, “Manakah yang lebih tampan, engkau atau Yusuf?” Nabi menjawab dengan tersenyum: “Yusuf lebih tampan tapi aku lebih manis!” Ada yang terpesona melihat wibawanya sampai tubuhnya berguncang. Nabi saw menghiburnya: “Tenang, tenang. Aku ini manusia biasa saja, yang suka makan daging.” Ada yang menceritakan pengalamannya ketika bersentuhan tangan dengannya, “Tidak pernah aku mencium wewangian apa pun yang lebih harum dari Rasulullah. Tidak pernah aku menyentuh sutra apa pun yang lebih lembut dari telapak tangan Rasulullah.” Sahabat yang lain bercerita, “Aku mengambil kedua tangan Nabi dan meletakkannya pada wajahku. Tiba-tiba aku merasakan tangannya lebih sejuk dari salju dan lebih wangi dari kesturi” (Baca Al-Husayn bin Mas’ud al-Baghawi, Al-Anwâr fi Syamâil al-Nabiyy al-Mukhtâr).

Berikut ini, saya akan menyampaikan kepada Anda profil Rasulullah yang lebih komprehensi f dari laporan para sahabat tadi. Saya mengutip langsung dari kitab-kitab hadis tanpa menambah dan menguranginya. Tugas Anda dan saya ialah memasukkan uraian di bawah dalam bayangan indah di benak kita. Al-Hasan bin Ali, cucu Nabi yang pernah hidup bersama Nabi meminta pamannya dari pihak ibu untuk menceritakan Nabi kepada kita:

“Saya bertanya kepada paman saya, Hind bin Abi Halah- yang selalu berbicara tentang Nabi yang mulia- untuk menceritakan kepadaku berkenaan dengan Nabi saw agar kecintaanku kepadanya bertamb ah. Ia berkata : Nabi Allah sangat berwibawa dan sangat dihormati. Wajahnya bersinar seperti purnama. Ia lebih tinggi dari orang-orang pendek dan lebih pendek dari orang-orang jangkung. Kepalanya agak besar dengan rambut yang ikal. Bila rambutnya itu bisa disisir, ia pasti menyisir rambutnya. Kalau rambutnya tumbuh panjang, ia tidak akan membiarkannya melewati daun telinganya. Kulitnya putih dengan dahi yang lebar. Kedua alisnya panjang dan lebat tapi tidak bertemu. Di antara kedua alisnya ada pembuluh darah melintang yang tampak jelas ketika beliau marah. Ada seberkas cahaya yang menyapu tubuhnya dari bawah ke atas, seakan-akan mengangkat tubuhnya. Jika orang berjumpa dengannya dan tidak melihat cahaya itu, orang mungkin menduga dia mengangkat kepalanya karena sombong.

Janggutnya pendek dan tebal; pipinya halus dan lebar. Mulutnya lebar dengan gigi-gigi yang jarang dan bersih. Di atas dadanya ada rambut yang sangat halus, lehernya seperti batang perak murni yang indah. Tubuhnya serasi , (semua anggota badannya sangat serasi dengan ukuran anggota badan lainnya). Perut dan dadanya sejajar. Bahu-bahunya lebar, sendi-sendi anggota badannya gempal. Dadanya bidang. Bagian tubuhnya yang tidak tertutup pakaian bersinar terang. Seberkas garis rambut yang tipis memanjang dari dadanya ke pusarnya. Di luar itu dada dan perutnya tidak berbulu sama sekali. Lengan, bahu, dan pundaknya berbulu. Lengannya panjang dan telapak tangannya lebar. Tangan dan kakinya tebal dan kekar. Jari jemarinya panjang. Pertengahan telapak kakinya melengkung tidak menyentuh tanah. Air tidak membasahinya. Ketika ia berjalan, ia mengangkat kakinya dari tanah dengan dada yang dibusungkan. Langkah-langkahnya lembut. Ia berjalan cepat seakan-akan menuruni bukit. Bila ia berhadapan dengan seseorang, ia hadapkan seluruh tubuhnya, bukan hanya kepalanya saja. Matanya selalu merunduk. Pandangannya ke arah bumi lebih lama dari pandangannya ke atas langit. Sekali-kali ia memandang dengan pandangan sekilas. Ia selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan salam kepada orang yang ditemuinya di jalan.

Kemudian dia berkata: “Ceritakan kepadaku cara bicaranya.”
Ia berkata:”Ia selalu tampak sendu, selalu merenung dalam dan tidak pernah tenang. Ia banyak diamnya. Ia tidak pernah berbicara yang tidak perlu. Ia memulai dan menutup pembicaraannya dengan sangat fasih. Pembicaraannya singkat dan padat, tanpa kelebihan kata-kata dan tidak kekurangan rincian yang diperlukan. Ia berbicara lembut, tidak pernah kasar atau menyakitkan. Ia selalu menganggap besar anugrah Tuhan betapa pun kecilnya. Ia tidak pernah mengeluhkannya. Ia juga tidak pernah mengecam atau memuji-muji berlebihan apa pun yang ia makan.

Dunia dan apa pun yang ada padanya tidak pernah membuatnya marah. Tetapi jika hak seseorang dirampas, ia akan sangat murka sehingga tidak seorang pun mengenallinya lagi dan tidak ada satu pun yang dapat menghalanginya sampai ia mengembalikan hak itu kepada yang punya. Ketika ia menunjuk sesuatu, ia menunjuk dengan seluruh tangannya. Ketika ia terpesona, ia membalikkan tangannya ke bawah. Ketika Ia berbicara terkadang ia bersidekap atau merapatkan telapak tangan kanannya pada punggung ibu jari kirinya. Ketika ia marah, ia palingkan wajahnya. Ketika ia tersinggung, ia merunduk. Ketika ia tertawa, gigi-giginya tampak seperti untaian butir-butir hujan es. Imam Hasan berkata: “Saya menyembunyikan berita ini dari Imam Husein sampai suatu saat saya menceritakan kepadanya. Ternyata ia sudah tahu sebelumnya. Kemudian aku bertanya kepadanya tentang berita ini. Ternyata ia telah bertanya kepada ayahnya tentang Nabi saw, di dalam dan di luar rumah, cara duduknya dan penampilannya, dan ia menceritakan semuanya.

Imam Husein berkata: ”Aku bertanya kepada ayahku tentang perilaku Nabi saw ketika ia memasuki rumahnya. Ayahku berkata: ”Ia masuk ke rumah kapan saja ia inginkan. Bila ia berada di rumah ia membagi waktunya menjadi tiga bagian, sebagian untuk Allah, sebagian untuk keluarganya dan sebagian lagi untuk dirinya. Kemudian dia membagi waktunya sendiri antara dirinya dengan orang lain; satu bagian khusus untuk sahabatnya yang khusus dan bagian lainnya untuk umum. Ia tidak menyisakan waktunya untuk kepentingan dirinya. Termasuk kebiasaanya pada bagian yang ia lakukan untuk orang lain ialah mendahulukan atau menghormati orang-orang yang mulia dan ia menggolongkan manusia berdasarkan keutamaannya dalam agama. Di antara sahabatnya ada yang mengajukan satu keperluan, dua keperluan atau banyak keperluan lain. Ia menyibukkan dirinya dengan keperluan mereka. Jadi ia menyibukkan dirinya untuk melayani mereka dan menyibukkan mereka dengan sesuatu yang baik bagi mereka.

Ia sering menanyakan keadaan sahabatnya dan memberitahukan kepada mereka apa yang patut mereka lakukan: “Mereka yang hadir sekarang ini harus memberitahukan kepada yang tidak hadir. Beritahukan kepadaku orang yang tidak sanggup menyampaikan keperluannya kepadaku. Orang yang menyampaikan kepada pihak yang berwewenang keluhan seseorang yang tidak sanggup menyampaikannya, akan Allah kukuhkan kakinya pada hari perhitungan.” Selain hal-hal demikian tidak ada yang disebut-sebut di hadapannya dan tidak akan diterimanya. Mereka datang menemui beliau untuk menuntut ilmu dan kearifan. Mereka tidak bubar sebelum mereka menerimanya. Mereka meninggalkan majlis nabi sebagai para pembimbing untuk orang-orang di belakangnya.

Saya bertanya kepadanya tentang tingkah-laku Nabi yang mulia di luar rumahnya. Ia menjawab: “Nabi itu pendiam sampai dia merasa perlu untuk bicara. Ia sangat ramah dengan setiap orang. Ia tidak pernah mengucilkan seorang pun dalam pergaulannya. Ia menghormati orang yang terhormat pada setiap kaum dan memerintahkan mereka untuk menjaga kaumnya. Ia selalu berhati-hati agar tidak berperilaku yang tidak sopan atau menunjukkan wajah yang tidak ramah kepada mereka. Ia suka menanyakan keadaan sahabat-sahabatnya dan keadaan orang-orang di sekitar mereka, misalnya keluarganya atau tetangganya. Ia menunjukkan yang baik itu baik dan memperkuatnya. Ia menunjukkan yang jelek itu jelek dan melemahkannya. Ia selalu memilih yang tengah-tengah dalam segala urusannya.

Ia tidak pernah lupa memperhatikan orang lain karena ia takut mereka alpa atau berpaling dari jalan kebenaran. Ia tidak pernah ragu-ragu dalam kebenaran dan tidak pernah melanggar batas-batasnya. Orang-orang yang paling dekat dengannya adalah orang-orang yang paling baik. Orang yang paling baik, dalam pandangannya, adalah orang yang paling tulus menyayangi kaum muslimin seluruhnya. Orang yang paling tinggi kedudukannya di sisinya adalah orang paling banyak memperhatikan dan membantu orang lain.

Ia berkata: kemudian aku bertanya kepadanya tentang caranya ia duduk. Ia menjawab: Ia tidak pernah duduk atau berdiri tanpa mengingat Allah. Ia tidak pernah memesan tempat hanya untuk dirinya dan melarang orang lain duduk di situ. Ketika ia datang di tempat pertemuan, ia duduk di mana saja tempat tersedia. Ia juga menganjurkan orang lain untuk berbuat yang sama. Ia memberikan tempat duduk dengan cara yang sama sehingga tidak ada orang yang merasa bahwa orang lain lebih mulia ketimbang dia. Ketika seseorang duduk di hadapannya, ia akan tetap duduk dengan sabar sampai orang itu berdiri dan meninggalkannya. Jika orang meminta sesuatu kepadanya, ia akan memberikan tepat apa yang ia minta. Jika ia tidak sanggup memenuhinya, ia akan mengucapkan kata-kata yang membahagiakannya. Semua orang senang pada akhlaknya sehingga ia seperti ayah bagi mereka dan semua ia perlakukan dengan sama.

Majlisnya adalah majlis kesabaran, kehormatan, kejujuran dan kepercayaan. Tidak ada suara keras di dalamnya dan tidak ada tuduhan-tuduhan yang buruk. Tidak ada kesalahan orang yang diulangi lagi di luar majlis. Mereka yang berkumpul dalam pertemuan memperlakukan sesamanya dengan baik dan mereka terikat satu sama lain dalam kesalehan. Mereka rendah hati, sangat menghormati yang tua dan penyayang pada yang muda, dermawan kepada yang fakir dan ramah pada pendatang dari luar.

Aku bertanya kepadanya bagaimana ia bergaul dengan sahabat-sahabatnya. Ia menjawab: “ Ia ceria, selalu lembut hati, dan ramah. Ia tidak kasar dan tidak berhati keras. Ia tidak suka membentak-bentak. Ia tidak pernah berkata kotor, tidak suka mencari-cari kesalahan orang, juga tidak suka memuji-muji berlebihan. Ia mengabaikan apa yang tidak disukainya dalam perilaku orang begitu rupa sehingga orang tidak tersinggung dan tidak putus asa. Ia menjaga dirinya untuk tidak melakukan tiga hal: bertengkar, banyak omong, dan berbicara yang tidak ada manfaatnya. Ia juga menghindari tiga hal dalam hubungannya dengan orang lain: ia tidak pernah mengecam orang; ia tidak pernah mempermalukan orang; dan ia tidak pernah mengungkit-ungkit kesalahan orang. Ia tidak pernah berkata kecuali kalau ia berharap memperoleh anugrah Tuhan. Bila ia berbicara, pendengarnya menundukkan kepalanya, seakan-akan burung bertengger di atas kepalanya. Baru kalau ia diam, pendengarnya berbicara. Mereka tidak pernah berdebat di hadapannya. Jika salah seorang di antara mereka berbicara, yang lainnya mendengarkannya sampai ia selesai. Mereka bergiliran untuk berbicara di hadapannya. Ia tertawa jika sahabatnya tertawa; ia juga terkagum-kagum jika sahabatnya terpesona. Ia sangat penyabar kalau ada orang baru bertanya atau berkata yang tidak sopan, walaupun sahabat-sahabatnya keberatan. Ia biasanya berkata, “Jika kamu melihat orang yang memerlukan petolongan, bantulah ia.” Ia tidak menerima pujian kecuali dari orang yang tulus. Ia tidak pernah menyela pembicaraan orang kecuali kalau orang itu melampaui batas. Ia menghentikan pembicaraannya atau ia berdiri meninggalkannya.

Kemudian aku bertanya kepadanya tentang diamnya Nabi saw. Ia berkata: Diamnya karena empat hal; karena kesabaran, kehati-hatian, pertimbangan, dan permenungan. Berkaitan dengan pertimbangan, ia lakukan untuk melihat dan mendengarkan orang secara sama. Berkaitan dengan permenungan, ia lakukan untuk memilah yang tersisa (bermanfaat) dan yang binasa (yang tidak bermanfaat). Ia gabungkan kesabaran dengan lapang-dada. Tidak ada yang membuatnya marah sampai kehilangan kendali diri. Ia berhati-hati dalam empat hal: dalam melakukan perbuatan baik sehingga orang dapat menirunya; dalam meninggalkan keburukan sehingga orang berhenti melakukannya; dalam mengambil keputusan yang memperbaiki umatnya; dan dalam melakukan sesuatu yang mendatangkan kebaikan dunia dan akhirat. “ (Ma’âni al-Akhbâr 83; ‘Uyûn al-Akhbâr al-Ridha 1:246; Ibn Katsir, Al-Sîrah al-Nabawiyyah, 2:601; lihat Thabathabai, Sunan al-Nabi saw 102-105). (Dari Jalaluddin Rakhmat, “The Road to Muhammad”)

About these ads

26 thoughts on “Gambaran Sosok Nabi Muhammad SAW

  1. ya Allah swt jadikanlah aku berakhlak seperti akhlaknya
    Rasuulullaah Muhammad saw

  2. Allahumma Sholli ‘alaa Muhammad Wa ‘ala aali Muhammad.
    Selepas haji,saya ke Madinah.Masuk masjid Nabawi,hendak sholat tahiyatulmasjid.Sblm takbir sholat,bau wangi mencolok sekali,seandainya itu berasal dari org2 disekitarku,tentu bau wangi itu sudah ada sejak berdiri di tempat itu.Tapi aku tak menghiraukan itu.Saya takbir sholat,….diantara bacaan doa iftitah dan membaca surat Alfatihah,saya ga ingat mataku terpejam atau terbuka,tapi saya menyaksikan seseorang di depan saya,hati saya bergumam dg sendirinya dg rasa takdzim dn deg-degan:”Rosulullah..!”Keadaannya bisa saya ceritakan sbb jelas sekali,meski itu sekejap diantara bacaan diatas,lupa tepatnya.Saat itu spt malam pekat,ga ada orang sekeliling,selain seseorang trsbt.Tapi jelas sekali.Masih sangat muda,tidak kulihat cambang/jenggot,memakaI pakaian ihram putih bersih,tidak bicara,tangannya bersidekap,wajahnya bundar,putih bak bulan purnama,tampan.matanya melihat ke bawah,sehingga tak trlihat bola matanya.Takdzim berwibawa.Dada bidang,kultnya spt wajahnya,kekar tapi tak berotot spt olah ragawan(mislny Ade Rai).Dan satu hal yg membuat saya tidak menyimpulkan bahwa itu Rosulullah SAW,dn melupakan setlh bebrp detik saya sadar sedang sholat,yaitu parasnya:lebih berparas Asia.

    Saya juga,ga memikirkan itu slm 3 thn kurang lebih,kecuali sekali2 saja jika datang rasa penasaran.
    Demikian,bagi siapa saja,mohon petunjuknya.Terutama yg mempunyai pengalaman yg mirip.Terima kasih.

  3. subhanallah…allahuma shalli ‘ alaa muhammad wa ‘aali muhammad..

  4. Semoga dan mudah-mudahan kita semakiN CINTA ALLAH SWT dan RASULULLAH SAAW. AMIIN.

  5. Subhanallah
    Semoga kita semua bisa bertemu dengan Nabi Muhammad…sungguh tidak bisa dikatakan seberpa ingin bertemu…semoga saya termasuk orang2 yang bisa bertemu Nabi Muhammad

    Terimakasih banyak..dg membaca artikel ini saya mendpatkan ilmu baru, makin mencintai Baginda Rasul…
    Mohon ijin untuk menginformasikan nya kpd yang lain, tentu dg mencantumkan alamt web in)

  6. Allahumma shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali Sayyidina Muhammad..!

  7. Ya Allah,,, Tiada CiptaanMu yg Paling Sempurna dan Mulia kecuali Rosullah SAW,,, RinduKu padaMu ya Rosullah,, Semoga Hamba dapat Menjdi UmatMu dan Bertemu Rosullah kelak,,,, Ya Allah, Hamba memohon kepadaMu,, Pertemukan Hamba pada Rosullah, Walau hanya dalam Mimpi,, Karena Betapa Rindu ini kepada Rosullah,, Amien

  8. YA ALLAH JADIKANLAH SAYA SEBAGAI HAMBAMU YG SELALU BERBAKTI KEPADAMU SEPERTI APA YG DILAKUKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW

  9. It’s a really good article for me, Must admit that you are one of the best bloggers I ever saw,keep up the nice work, and I will be a frequent visitor for a very long time.

  10. saya dulu pernah mimpi bertemu Rasulullah SAW,mimpinya sendiri agak ga masuk akal,ceritanya saya dan teman2 mempunyai koleksi CD dimana kalau CD itu diputar akan keluar orang yang ada d CD tersebut, dari selebritis seperti N sync dsb smp akhirnya bingung mau ketemu siapa lagi. Iseng saya sebutkan ingin cari CD Rasulullah,lalu di depan saya tampak asap putih dan muncul sesosok laki2 mengenakan baju serba putih dengan sorban putih (saya jadi inget gambarnya pangeran diponegoro) dan sosok itu muncul dengan sinar yang berkilau sekali sampai tak terlihat seperti apa wajahnya. Sayangnya, baru sampai adegan itu saya dibangunkan ibu untuk mandi pagi ,hehehe

  11. subhanallah…ya Allah semoga kita trmasuk orang2 yang dpt brtemu dg nabi Allah Muhammad saw yg mulya ini..aminn

  12. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin… Ya akhi dan ukhti semua, saya mau ‘sharing’ sedikit ya:) Tiga bulan yang lalu saya mimpi bertemu dan bercakap-cakap dengan Rosululloh.

    Saat dalam mimpi itu, di dalam salah satu ruang mesjid yang besar, tampak nabi-nabi dan auliya-auliya. Ada yang sedang sholat, dan ada pula yang sedang santai beristirahat. Saya lalu berjalan melintas di sisi ruangan itu, mau ke ruang wudhu. Dan kebetulan, saya kebagian tempat wudhu di dekat pintu ruangan mesjid tadi. Subhanalloh, ternyata ada Rosululloh sedang duduk santai dekat pintu tadi, berjarak kurang dari satu meter dari saya! Hingga terlihat jelas oleh saya, dari ujung rambut hingga ujung kaki beliau… Meskipun senang dan dag-dig-dug, tapi saya malu hati dan kuatir mengganggu beliau, maka saya diam saja dan hendak terus mengambil air wudhu. Tapi justru Rosululloh kemudian BERPALING DENGAN SELURUH BADANNYA memandang ke saya, dan beliau lalu mulai membuka percakapan diiringi senyum di bibir. Tutur kata beliau RAMAH dan JELAS, dan SINAR MATA beliau itu lho seakan memancarkan senyum gembira (…terasa banget di hati kalau dalam kesehariannya, EKSPRESI WAJAH beliau itu selalu TAMPAK SENANG BILA BERCAKAP berhadapan dengan siapapun). Dan di akhir obrolan itu beliau bicara lalu TERSENYUM LEBAR, kedua ujung bibirnya naik, hingga tampak gigi-gigi beliau yang “miji timun” kata orang Jawa mah… :D … Waaah, siapa sih yang gak akan betah kalau berhadapan dengan wajah sumringah dan tulus begini; so pasti betah dan nyaman dooong:)

    Luar biasa sekali, “orang besar” namun tampil BERSAHAJA dalam BERPAKAIAN (usang-sudah lama) dan BERSIKAP (ramah-tulus-berseri), pertanda hati beliau yang amat lapang lagi tulus (..malahan di antara nabi-nabi dan auliya-auliya itu tadi bahkan banyak yang lebih keren berpakaiannya daripada beliau). Lekat dalam ingatan saya, SENYUM yang sungguh MANIS dan TEGUR SAPA beliau yang sungguh TULUS sekali, serta SINAR MATA beliau yang berseri MEMANCARKAN SENYUM pula… :D … Dan sebulan yang lalu, alhamdulillah saya mimpi jumpa beliau lagi. Kali ini beliau mengajari saya, dan beberapa orang lain, tata cara sholat (dan kali ini pula, beliau berbusana lebih keren dan rapi, meskipun tetap tidak mewah). Pantas almarhum guru saya dulu selalu tampil bersahaja (seperti orang pas-pasan pada umumnya), beliau pun pernah diajari sholat dan agama oleh Rosululloh dalam mimpi:) … Seluruh puji kembali kepada-Mu juga yaa Alloh, wahai Tuhanku Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang:) Tiada daya dan upaya kami untuk MENGINGAT, MENAFAKURI, dan MENELADANI akhlak Rosul-Mu kecuali dengan pertolongan-Mu yaa Alloh:( Sholawat dan salam bagi Rosululloh, keluarga, sahabat, dan umatnya muslimin wal muslimat, aamiin:) …Selamat menunaikan ibadah Puasa Romadhon:) SEMOGA MANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s