Kartosuwiryo Pahlawan Indonesia

‎”Sejarawan istana” adalah sejarawan yang mengkampanyeukan suara dan rekayasa penguasa terhadap sejarah. Banyak orang menjadi korban informasi sejarah sejarawan istana ini. Diantaranya adalah misteri sejarah Kartosuwiryo. Pandangan masyarakat Indonesia ttg Kartosuwiryo umumnya buruk. Kesaksian ini perlu dibaca!!

_________________________

Kartosuwiryo Dinilai Pahlawan Indonesia yang Telah Digembosi Sejarah

Hidayatullah.com–Kejadian menarik ternjadi saat diskusi “Hari-hari terakhir Kartosoewirjo” di TIM, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (05/09/2012). Kala itu, pengamat sejarah Dr Muhammad Iskandar, mengatakan bila tentara DI/TII Kartosoewirjo diklaim tidak berakhlak dan berperilaku kurang Islami. Menurut Muhammad Iskandar banyak perilaku tentara Kartosoewirjo yang jauh dari akhlak Islam. Mulai dari berperilaku arogan kepada masyarakat hingga membuat air kencing disembarang tempat.

Menurut Muhammad Iskandar, tentara Kartosoewirjo dinilai bertindak sangat kejam. “Saya sebagai salah satu penduduk desa saat itu melihat mereka berlaku arogan bahkan sampai ada kiai-kiai yang sering ditodong dan buang air (besar) di sungai,” jelas pakar sejarah dari Universitas Indonesia ini.

Namun pendapat Dr Muhammad Iskandar ini langsung dibantah seorang peserta seminar bernama Yayan. Yayan yang sengaja datang jauh dari Tasikmalaya Jawa Barat menghadiri acara seminar ini karena ia adalah seorang anggota DI/TII. Secara gamblang ia bahkan mengakui bahwa keluarga besarnya adalah keturunan DI/TII.

Dalam bantahannya, Yayan bercerita bahwa perilaku tentara Kartosoewirjo yang disebut Iskandar sesungguhnya bagian dari operasi inteligen.

Menurut Yayan, Suparjo-lah yang menyusupkan banyak orang PKI kedalam tubuh DI/TII. Sejak dari situlah terbangun image penghalalan segala cara. DI/TII pecah menjadi dua di tanah Jawa. DI/TII Kartosoewirjo dan DI/TII dari operasi inteligen Suparjo. Perilaku yang dikatakan bahwa tentara DI/TII tidak berakhlak sebenarnya bukanlah tentara Kartosoewirjo. Semua itu adalah perilaku para penyusup agen Suparjo yang mengaku-ngaku anggota DI/TII.

Menurut Yaya, TNI secara sengaja mengirimkan Danrem Suparjo. Suparjo sendiri orang TNI yang merupakan kader PKI, ia juga terlibat dalam pemberontakan PKI di Indonesia, jelas Yayan.

“Semua itu dilakukan untuk membangun citra buruk mengenai Kartosoewirjo,” tambah Yayan yang sebelumnya juga memaparkan fakta ini di depan peserta seminar.

Penggembosan terhadap Kartosoewirjo itu sendiri dibenarkan oleh Wibisono. Wibisono adalah seorang yang telah bekerja selama 32 tahun pada Badan Inteligen Negara (BIN). Menurut Wibisono, sosok Kartosoewirjo adalah seorang pahlawan Indonesia. Kepentingan Kartosoewirjo mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) adalah aset dari sejarah Indonesia.

Menurut Wibisono, kala itu negara Indonesia sedang lemah. Indonesia barat, tengah dan timur sedang carut marut. Padahal kondisi Belanda saat itu sedang terdesak. Untuk menjaga beberapa kekuatan teritorial dibeberapa titik vital di Indonesia.

Perjanjian Linggarjati, menurut Wibisono membuat daerah Indonesia hanya tersisa Jawa, Madura dan Sumatera. Sedangkan Perjanjian Renville telah membuat teritorial Indonesia di pulau Jawa hanya sebatas Jogyakarta. Untuk menjaga sisa teritorial Indonesia, maka pemerintah Indonesia berpikir untuk mengirim Lukas Kustario untuk menjaga daerah utara. Sedangkan daerah selatan justru dimandatkan ke Kartosoewirjo oleh pemerintah.

Karenanya, cukup aneh bagi Wibisono, tiba-tiba Kartosoewirjo yang banyak jasa distigmakan seorang yang kurang baik oleh sejarah.

“Hati-hati dalam menjelaskan sejarah, seperti Kahar Muzakar, Daud Beureuh hingga Kartosoewirjo semua itu aslinya pejuang (kemerdekaan) semua,” jelas Wibisono di depan forum seminar secara gamblang terbuka.

Bagi Yayan dan Wibisono, pencitraan buruk yang dibangun terhadap Kartosoewirjo adalah fitnah sejarah yang harus diluruskan.

Sarjono Kartosoewirjo, anak terbungsu Kartosoewirjo juga menguatkan pendapat-pendapat tersebut. Menurutnya, seharusnya orang-orang TNI jangan menyebarkan sejarah sepihak. Sejarah juga harus mengizinkan pihak keluarga Kartosoewirjo dan keturunan DI/TII untuk menjelaskan sudut pandang mereka. Terlebih mereka adalah bagian dari pelaku sejarah tersebut. Mereka tidak menulis dalam kepalsuan apalagi dari sebuah tulisan contekan,ujarnya.*

_____________________

Foto-foto Terakhir Kartosuwiryo yang Baru diungkap oleh Fadhli Zon

 

 

About these ads

6 Responses to Kartosuwiryo Pahlawan Indonesia

  1. likhuns says:

    @ likhuns:
    Bedah buku “HARI TERAKHIR KARTOSOEWIRJO: 81 FOTO EKSEKUSI IMAM DI/TII”

    hari/tanggal : kamis, 20 Desember 2012
    pukul : 14.00-17.00
    tempat : Audit gdg 9, FIB UI, Universitas Indonesia

    pembicara : 1. Fadli Zon (Penulis Buku HTK)
    2. Sardjono Kartosoewiryo (Anak Kartosoewiryo),
    3. Bondan Kanumayoso (Sejarawan UI)

    info : @ilunifibui
    http://ilunifibui.com

    Terbuka untuk umum. Gratis.

  2. Hendra Gunawan, SS says:

    Maaf saya pernah ke Pulau Onrust dan menemukan makan kramat tokoh masyarakat yang berjuang melawan tanam paksa, jadi itu bukan makam Bapak Kartosuwiryo, Beliau makamnya di Pulau OBi atau Ubi di Kepulauan Seribu. Hanya ada keanehan Beliau berdoa minta meninggal sebelum ditembak dan doanya dikabulkan. Selanjutnya sebagian jenderal yang menyaksikan Beliau di Pulau OBi atau Ubi di Kepulauan Seribu wafat malah ditembak PKI di Lubang Buaya. Artinya PKI tidak percaya Pada Ketuhanan Yang Maha Esa kok malah dijadikan sekutu dalam Nasakom. Seharusnya yang dibuat adalah Naga: Nasionalis-Agama-Aliran Kepercayaan. Jasa Soekarno pada Islam juga tidak kecil hanya ini tidak diketahui oleh Bapak Kartosuwiryo. Pak Karno pernah minta kepada Presiden Uni Sovyet (waktu perang dingin) agar pelarangan ziarah ke Makam Imam Bukhori dicabut dan ini dikabulkan!. Bung Karno juga yang minta agar para wanita Bali menutup dadanya! maklum pada zaman penjajahan Belanda wanita-wanita Bali umumnya telanjang dada. Kalau tidak percaya lihat foto-foto wanita Bali pada zaman penjajahan Belanda sebelum Bung Karno datang kesana!. Yang membedakan Bung Karno dan Bung Kartosuwiryo adalah pada fikih dakwahnya/ tahapan dakwah dipriode Mekkah. Hukum mati terhadap Bung Kartosuwiryo membuktikan kalau hukum qishos itu masih bisa berlaku di NKRI. Ingat peristiwa penembakan Bung Karno disaat sholat hari raya? karena ada korban maka ada hukum qishos. Mudah-mudahan para koruptor yang membangkrutkan negara ini juga bisa dihukum mati sesuai dengan hukum pidana Islam. Amiin. Woullohua’lam.

  3. Andra says:

    Pada setiap pertempuran Tentara Islam selalu Menang lawan TNI. TNI dan Sukarno menggunakan cara -cara licik.Menyusup dan merusak citra. Itu terjadi sampai sekarang. Sukarno pahlawan yang tidak bisa berperang. hanya bisa berorasi….Membual dan Modal tampang

  4. pradopo says:

    lanjutkan dgn berita yg menarik

  5. Syaiful Bahri says:

    Mudah2an akan banyak yang mengungkap satu persatu siapa sebetulnya yang seorang pejuang sejati atau pengkhianat negaranya. Konon orang yang melakukan operasi pagar betis dalam menghadapi SMK, menggunakan rakyat tak bersalah sebagai tamengnya. Orang itu akhirnya tertembak betul di betisnya ketika G30S.
    Begitu pula dengan jendral2 lain yang menyaksikan hukuman mati SMK, mendapat balasan yang setimpal dari Allah bahkan lebih pedih.
    Siapapun yang menghalangi Din Islam tegak akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.
    Wallahu’alam

  6. Wong edan says:

    Para pendahulu telah berjuang mengusir penjajah bersama2,ayo kita juga brjuang bersama mewujudkan Indonesia adil makmur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 653 other followers

%d bloggers like this: