Kisah Inspiratif: Kisah Nekat Pemuda Islam yang Akhirnya Menjadi Tokoh Dunia

Di era tahun 1930-an, dikisahkan ada seorang mahasiswa baru di fakultas pertanian di sebuah perguruan tinggi di Mesir. Ketika waktu sholat tiba, diceritakanjn bahwa mahasiswa itu mencari-cari tempat sholat. Setelah mencari-cari dengan susah payah, akhirnya ia tak mendapatkan apa yang ia cari. Akhirnya ia bertanya kepada mahasiswa-mahasiswa kampus. “Di fakultas ini tidak ada mushola, yang ada hanya ruangan kecil dibawah lorong sana,” jawab salah satu mahasiswa. Continue reading

FPI, HUKUM DAN MAFIA BISNIS MIRAS: NEGARA DALAM KOOPTASI PARA TOKEK

Di India, Tengak Oplosan 37 orang tewas

Ini adalah sebuah tulisan apa adanya dari Facebook, 11 Oktober 2014. Tulisan ini buntut dari kerusuhan FPI dengan kepolisian menentang pelantikan Ahok sebagai Gubernur DKI yang diikuti oleh desakan pembubaran FPI. Tulisan ini ditulis oleh Abu Nawas menceritakan liku-liku perjuangan FPI dalam memerangi minuman keras, sesuatu yang “dipermukaan” diperangi juga oleh negara dan pemerintah. Citra buruk FPI sebagai “ormas Islam anarkis” dan “pelaku kekerasan atas nama agama” sudah mafhum semua. Tulisan ini adalah sebuah “inside view”  atau “a view from within” yaitu bagaimana FPI menjelaskan dirinya sendiri dan perjuangannya, bukan dijelaskan orang lain, sebuah pendekatan yang dianjurkan dalam riset sosial budaya. Tulisan ini perlu untuk keseimbangan informasi. Abu Nawas ini orang FPI, mungkin juga habib dan tulisan ini sebuah informasi berharga yang membuka tirai persoalan besar negeri ini yang sejak zaman kolonial hingga sekarang, negara selalu ditumpangi para cukong untuk kepentingan bisnis mereka. FPI adalah kekuatan sipil yang mencoba melawan mafia raksasa itu atas dasar semangat agama, melawan kongkalingkong penguasa dengan pengusaha, negara dan para tokek. Sebagai ormas agama, untuk bisnis yang tak langsung berhubungan dengan kerusakan akhlak-moral masyarakat mungkin tak terlalu mengkhawatirkan, tapi bila bisnis itu merusak generasi dan sendi-sendi bangsa, menjadi persoalan yang tidak mudah. Posisi FPI disini, terutama Habib Rizieq-nya, dalam sejarah, mungkin sama dengan Pangeran Diponegoro yang berusaha memerangi pengaruh buruk dan dekadensi moral yang dibawa oleh pengaruh Belanda ke dalam Kerajaan Mataram yang memicu Perang Jawa (1825-1830). Sepanjang sejarahnya, institusi negara sekuler selalu menjadi tempat rebutan dan konflik berbagai kepentingan.- MH.
________________________________
Continue reading

Dulu Menghujat, Kemudian Tersungkur Takluk dan Memohon Maaf di Hadapan Kuburannya.

penghina-130423c

Penghina Nabi Muhammad yang Kini Masuk Islam: “Maafkan saya ….!”

Liputan 6, Internasional, 23 April 2013. Arnoud Van Doorn, mantan politisi Belanda yang anti-Islam, sekaligus eks anggota terkemuka partai sayap kanan yang dipimpin Geert Wilders, menjadi mualaf. Continue reading

Kisah Bayi Ajaib yang Kini Sudah Besar di Afrika

10570303_665927080185092_2488330558936059622_n

SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA

Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad). Continue reading

Mencari Keseimbangan Hidup

 

???????????????????????????????????????????????

Seorang laki-laki dewasa, agak kurus, berbuat kurang ajar pada seorang orang tua berbadan besar ditempat ramai. Ia memukul kepala orang tua itu tanpa sebab (Sunda: ngadegungkeun). Orang tua itu sontak marah, Ia merasa terhina di depan banyak orang. Sambil marah ia bertanya: “Apa-apaan kamu? Kurang ajar sama orang tua?” Merasa dihina, ia marah habis-habisan. Kata-kata kasarnya keluar dan membalas memukul kepalanya lagi bahkan menantangnya berkelahi. “Anak kurang ajar!” Ketika sedang marah-marah dengan suara keras, anaknya datang. Setelah tahu, anaknya itu pun memarahinya juga, dengan kata-kata lebih kasar lagi merasa orang tuanya dihina. Ia menempelengnya dengan keras” “Plaaak …!” Anehnya, Continue reading